Saturday, 14 May 2016

Perilaku Biaya AKUNTANSI MANAJEMEN



A.    Perilaku Biaya
Berdasar perilakunya dalam hubungannya dengan perubahan volume kegiatan, biaya dapat dibagi menjadi tiga golongan :
1.      Biaya tetap
2.      Biaya variabel
3.      Biaya semivariable.

1.      Biaya Tetap
Biaya Tetap adalah biaya yang jumlah totalnya tidak berubah, walaupun kapasitas atau volume kegiatan berubah.
Contohnya: biaya sewa periodik, biaya penyusutan aktiva tetap, biaya gaji menejer dan sejenisnya.
Biaya tetap terbagi atas 2 yaitu;
a.      Commited Fixed Cost
Commited fixed cost sebagian besar berupa biaya tetap yang timbul dari pemilikan pabrik, ekuipmen, dan organisasi pokok.
Perilaku biaya ini merupakan semua biaya yang tetap dikeluar kan, yang tidak dapat dikurangi guna mempertahankan kemampuan perusahaan di dalam memenuhi tujuan jangka panjangnya. Contoh : biaya depresiasi, pajak bumi dan bangunan, sewa, asuransi dan gaji karyawan utama.
b.      Descretionary  Fixed Cost (Disebut juga : managed atau programmed Cost)
Yakni merupakan biaya : (a) yang timbul dari keputusan penye diaan anggaran secara berkala (biasanya tahunan) yang secara langsung mencerminkan kebijakan manajemen puncak mengenai jumlah maksimum biaya yang diizinkan untuk dikelu arkan, dan (b) yang tidak dapat menggambarkan hubungan yang optimum antara masukan dengan keluaran (yang diukur dengan volume penjualan, jasa atau produk)
Contoh biaya ini adalah biaya riset dan pengembangan, biaya iklan, biaya promosi penjualan, biaya program latihan karyawan, biaya konsultas.
Discretionary fixed cost dapat dihentikan sama sekali penge luarannya atas kebijakan manajemen.
2.      Biaya Variabel
Biaya variabel adalah biaya yang jumlah totalnya berubah sebanding dengan perubahan volume kegiatan.
Contohnya biaya bahan baku, biaya upah tenaga kerja langsung, bahan bakar bagi alat produksi.
Biaya variable tebagi atas 2 yaitu;
a.      Engineered Variable Cost
Engineered Cost adalah biaya yang memiliki hubungan fisik tertentu dengan ukuran kegiatan tertentu.
Merupakan biaya yang antara masukan dan keluarannya mempunyai hubungan erat dan nyata. Contoh : biaya bahan baku.
b.      Discretionary Variable Costs
Yakni merupakan biaya yang masukan dan keluarannya memiliki hubungan yang erat namun tidak nyata (bersifat artifi sial).
Jika keluaran berubah maka masukan akan berubah sebanding dengan perubahan keluaran tersebut. Namun jika masukan berubah, keluaran belum tentu berubah dengan adanya perubahan masukan tersebut.
Contoh biaya iklan.
3.      Biaya campuran/semi variable
            Adalah biaya yang jumlah totalnya akan berubah dengan adanya perubahan kapasitas kegiatan tetapi jumlah perubahan tersebut tidak proporsional dengan perubahan kapasitas kegiatan.
            Contohnya biaya listrik, biaya pemeliharaan.

B.     BIAYA TOTAL DAN BIAYA PER UNIT
Biaya variable, adalah biaya yang per unitnya (per jam, per unit dan sebagainya) adalah tetap, tidak dipengaruhi oleh perubahan kegiatan operasi. Jadi secara rinci arti biaya variable adalah biaya yang secara total berubah proporsional dengan perubahan kapasitas kegiatan. Jadi sifat biaya variable adalah:
1.      Secara total berubah proporsional dengan perubahan kegiatan.
2.      Perunit tidak dipengaruhi oleh kegiatan
Contoh:
Pembelian bahan baku oleh sebuah perusahaan sebagai berikut; harga persatuan adalah Rp. 100. Dan pembelian selama 4 kali dilakukan sebagai berikut;
Daftar 9.1.
Contoh biaya per unit dan biaya variable

Jumlah satuan
(1)
Harga per satuan
(2)
Persen dari harga/satuan (3)
Biaya
total
(4) = (1)(2)
Persen dari harga dibayar
(5) = (1)x(3)
1
5
10
20
Rp.  100
        100
        100
        100
100
100
100
100
Rp.    100
          500
       1.000
       2.000
              100%
500%
1.000%
2.000%

Dengan daftar pembelian  di atas dapat dilihat, apabila satuan yang dibeli 1, maka harga yang harus dibayar adalah Rp. 100, atau 100%, satuan dibeli 5 harga per satuan  Rp. 100; atau 100%, dan biaya total adalah Rp. 500; atau 500% dari satuan harga dan seterusnya apabila digambarjan dalam bentuk grafik, maka tingkah laku biaya variable total dan per unit akan tampak serti pada gambar 9.1.
Biaya tetap, seperti halnya biaya variable, artinya biaya tetap dimuka ditentukan ditunjukan untuk member pengertian biaya total, mengingat pentingnya biaya per unit, maka perlu dikemukakan artianya. Apabila biaya tetap total tidak dipengaruhi oleh peribahan kegiatan atau volume, sebaliknya makin besar kegiatan operasi, maka biaya tetap per unit makin kecil.
Contoh;
Sebuah perusahaan menyewa gedung dengan biaya sewa perbulan Rp. 10.000; gudang tersebut pada bulan I, II, III,IV,  dan V diisi bahan secara berturut 10, 20, 40, 50, dan 100. Maka biaya sewa per bulan dan per unit bahan disimpan akan tampak.
Daftar 9.2.
Biaya sewa dan dan per unit bahan
Bulan
Bahan disimpan
Biaya total
Biaya per unit
I
II
III
IV
V
10
20
40
50
100
Rp. 10.000
10.000
10.000
10.000
10.000
Rp. 1.000
          500
          250
          200
          100

Dari daftar diatas dapat kita lihat, pada saat bahan disimpan 10 unit, biaya sewa total perbulan adalah Rp. 10.000 (10.000: 10); pada saat bahan yang disimpan 20 unit  biaya sewa perbulan tidak berubah yaitu sebesar Rp. 10.000, tetapi biaya sewa per unitnya barubah atau turun menjadi Rp. 500 dan seterusnya.
Biaya semi variable.
Apabila biaya variable per unit mempunyai sifat tidak dipengaruhi kapasitas dan biaya per unit akan semakin rendah dengan adanya volume kegiatan. Bagaimana dengan biaya semi variable? Biaya semi veriable mempunyai sifat diatara keduanya. Makin besar jumlah kegiatan maka biaya per unit akan semakin rendah. Tetapi penurunan biaya per unit akibat peningkatan kapasitas tidak setajam biaya per unit.
Contoh:
Sebuah perusahaan mengasuransikan bahan baku kepada sebuah perusahaan asuransi dengan biaya premi sebagai berikut :
Bahan 1.000 unit biaya premi Rp. 15.000
Bahan 2.000 unit biaya premi Rp. 20.000
Bahan 3.000 unit biaya premi Rp. 27.000
            Maka tingkah laku biaya semi variable asuransi tersebut dalam rupiah dalam garafik akan tampak sebagai berikut;
Daftar 9.3.
Tingkah laku biaya semi variable
Bahan disimpan
Biaya total
Biaya per unit
1.000
2.000
3.000
Rp. 15.000
       20.000
       27.000
Rp. 15
       10
        9

C.    TINGKAH LAKU BIAYA DALAM PRAKTIK
Secara teoritis tingkah laku biaya total dan per unit telah dijelaskan pada bagian diatas tadi, walaupun teori adalah dasar dari analisis praktik, namun ada perbedaan apa yang ada dalam teori dan apa yang ada dalam praktik. Misalanya, biaya variable yang secara teorotis disebutkan sebagai biaya yang proporsional dengan perubahan volume kegiatan, namun dalam praktik perubahan biaya variable tidak murni proporsional demikian yang terjadi pada biaya tetap.
            Dalam praktik, biaya variable akan berubah secara proporsional pada tahap tertentu yang disebut tahap relevan. Dan biaya tetap tidak berubah dalam kapasitas tertentu pada jangka waktu yang relevan. Sehingga dalam praktikakan ditemukan biaya variable murni, bertingkat,dan biaya variable lengkung. Sedangkan biaya tetap disini terdiri atas biaya tetap bertingkat biaya tetap terkontrol, dan biaya tetap tidak terkontrol.
1.      Biaya variable murni
            Biaya veriable murni, adalah biaya variable yang jumlah totalnya akan berubah secara proporsional dengan perubahan volume kegiatan. Biaya semacam ini adalah biaya bahan tanpa adanya diskonto jumlah, yaitu apabila perusahaan membeli 100 unit, 1 unit perusahaan harus membayar Rp. 1.000; 200 unit perusahaan harus membayar Rp. 2.000, dan seterusnya. Begitu dalam pemeblian dalam jumlah besar pembelian perusahaan mendapat diskonto, maka biaya bahan tersebut sudah tidak murni lagi.
Contoh:
Apabilah sebuah perusahaan membeli 100 unit bahan baku dengan harga Rp. 1.000, dan apabila membeli melebihi 100 unit baham baku akan mendapat diskon 10% dari kelebihan 100 unit, maka jumlah pembayaran kedua tingkat kegiatan tersebut akan tampak sebagai berikut:
Bahan dibeli
Jumlah dibayar
Biaya satuan
100
200
Rp. 10.000
       19.000
Rp. 1.000
         950

Sehingga dari perhitungn tersebut tampak bahwa biaya bahan baku bukan biaya variable murni, apabilapembelian dilakukan diatas 100 unit. Karena biaya bahan per unit berubah dengan perubahan volume, dan biaya total naik tidak proporsional.
            Apa yang disebut biaya variable murni? Yaitu biaya variable yang mempunyai kedua sifat dalam teori, secara total berubah secara proporsional dan per unit tidak dipengaruhi oleh kapasitas atau volume kagiatan.
2.      Biaya Variable Lengkung
Biaya variable lengkung adalah biaya yang secara total berubah tetapi tidak  selalu proporsional (tetapi tidak mempunyai sifat seperti biaya semi variable), pada tahap awal biaya total berubah proporsional perubahan tersebut akibat tanbahan volume kegiatan akan menurun,  dan pada tahap lanjutan perubahan baiaya akan menajam melebihi tahap awal.
Contoh:
Biaya bahan tertentu yang pasarnya mempunyai tingkat penewarang yang pada tahap tertentu akan menjadi langka. Pada saat perusahaan membutuhkan tersebut sejumlah sampai dengan 1.000 unit, maka harga per unit Rp. 100, dan pembelian diatas 1.000 unit perusahaan memperoleh diskon  10%, namun setelah bahan yang dibeli melebihi 5.000 unit, pasar pasara setempat tidak bisa memenuhi dan perusahaan harus mencari pasar lain, mungkin diluar kota atau diluar negeri dengan tambahan biaya pengangkutan, biaya asuransi, dan sebagainya, yang biaya bahan sampai gudang kana menjadi 120 per unit. Biaya variable lengkung ini lebih masuk akal dalam praktik, karena adanya persaingan, kelangkaan , dan masalah-masalah lain yang mempengaruhi jumlah biaya dalam tahap-tahap tertentu, sehingga akan lebih bermanfaat mempelajari biaya variable lengkung ini sebagai alat analisa ekonomi.
3.      Biaya Variable Bertingkat
            Biaya variable bertingkat mempunyai sifat secara total berubah melampaui tahap tertentu pada perubahan kapasitas.
Contoh: biaya pemeliharaan mesin di bayarkan berdasarkan jam kerja, jumlah pegawai adalah 4 orang. Apabila mesin yang diperbaiki cukup dikerjakan 1 jam 1 orang, terpaksa perusahaan akan membayar 4 jam 1 orang, jadi pemeliharaan 1 sampai 4 jam adalah sama. Jumlah pemeliharaan antara 5 sampai 8 jam sama dan terus meningkat sampai kelipatan 4.
            Sama halnya, apabila kita membeli bajudengan ketentuan beli 1 gratis 1, maka biaya 1baju dengan 2 baju adalah sama dan biaya 2 baju sama dengan 4 baju juga sama.
4.      Biaya Tetap Bertingkat
Biaya tetapbertingkat adalah biaya yang jumlah tetap pada kapasitas tertntu, tetapi pada kapasitas tertentu akan berubah.
Contoh:
Gaji pengawas produksi, pada saat produksi sejumlah 10.000 unit biaya diperlakukan 1 orang pangawas dengan gaji Rp. 100.000 per bulan, tetapi apabila produksi bertambah menjadi 15.000 unit perulan, akan diperlakukan pembantu pengawas dengan gaji Rp. 60.000, danproduksi melebihi 15.000 unit diperlakukan tambahan pembantu pengawas dengan gaji Rp. 40.000 per bulan.
D.    PEMISAHAN BIAYA CAMPURAN
Untuk kepentingan perencanaan, pengendalian, pengambilan keputusan akuntansi biaya harus diusahakan di kelompokan kedalam biaya tetap dan biaya variable. Biaya yang bersifat campuran (mix cost) atau sering disebut biaya veriable harus dipisahkan kedalam kelompok yang jelas yaitu bagian yang termaksud biaya tetap dan yang termaksud biaya variable, walaupun sering kali tidak sepenuhnya tepat, namun pemisahan biaya kedalam kelompok tersebut akan sangat membantu menejemen untuk mengendalikan.
      Ada beberapa metode pemisahan biaya yang bisa diterapkan, oleh menejemen diantaranya:
a.       Metode titik tertinggi dan terendeh
b.      Metode diagram grafik
c.       Metode pangkat terkecil

1.      Metode Titik Tertinggi dan Terendah (High and Low Point Method).

Contoh 1

Berikut disajikan data kegiatan dan biaya reparasi & pemelihara an pada PT Mustika tahun 2003 yakni :

Bulan Ke
Biaya Reparasi & Pemeliharaan
Jam Mesin
1
750.000
6.000
2
715.000
5.500
3
530.000
4.250
4
600.000
4.000
5
600.000
4.500
6
875.000
7.000
7
800.000
6.000
8
1.000.000
8.000
9
800.000
6.000
10
750.000
6.000
11
550.000
4.500
12
600.000
4.500

8.570.000
66.250








Bia Reparasi & Pemeliharaan pd Tingkat Kegia-

tan Tertinggi dan Terendah


Tertinggi
Terendah
Selisih
Jumlah Jam Mesin
            8.000
          4.000
           4.000
Biaya Repr & Pemelhr.
Rp. 1.000.000
Rp. 600.000
Rp. 400.000

Gambar 01. Biaya Reparasi dan Pemeliharaan pada
Tingkat Kegiatan Tertinggi dan Terendah

Unsur Biaya Variabel  dalam biaya reparasi dan pemeliharaan dihitung sebagai berikut :

 

  Biaya variabel  = Rp. 400.000 : 4.000 = Rp. 100 per jam mesin


Perhitungan unsur biaya tetap dalam biaya reparasi dan pemeliharaan mesin disajikan sebagai berikut :

Titik Kegiatan Tertinggi

Titik Kegiatan Terendah
Biaya Reparasi & pemeliharaan mesin yg terjadi.
Rp. 1000.000
Rp. 600.000




Rp. 100 x 8.000
  800.000

Rp. 100 x 4.000

Rp. 400.000



Biaya Reparasi & Peme
Rp.  200.000
Rp. 200.000
liharaan Tetap






Gambar 02. Perhitungan Unsur Biaya Tetap
Fungsi biaya reparasi dan pemeliharaan tersebut dinyatakan secara matematis, berbentuk fungsi linier yakni :
 Y = 200.000 + 100x
2.      Metode Biaya Berjaga ( Standby Cost Method)
Metode ini mencoba menghitung berapa biaya yang harus tetap dikeluarkan andaikata perusahaan ditutup untuk sementara, jadi produknya sama dengan nol.
Contoh : Berdasarkan data di atas, misal pada tingkat reparasi dan pemeliharaan 8.000 jam mesin per bulan biaya yang dikeluar kan sebesar Rp. 1.000.000. Sedangkan menurut perhitungan, apabila perusahaan tidak berproduksi, biaya reparasi yang tetap harus dikeluarkan adalah sebesar Rp. 400.000
Maka penentuan biaya variable dan tetap dapat ditentukan sebagai berikut :
Biaya yang dikeluarkan pada                                             Rp. 1.000.000
tingkat 8000 jam mesin     

Biaya Tetap ( Biaya berjaga)                                              Rp.    400.000
Selisih                                                                                 Rp.    600.000
Biaya Variabel per jam = Rp. 600.000 : 8000 = Rp. 75 per jam mesin
Dengan demikian fungsi biaya reparasi dan pemeliharaan tersebut dapat dinyatakan secara matematis sbb
                                    Y = 4.00.000 + 75 x
3.      Metode Kuadrat Terkecil ( Least Squares Method)
Dalam persamaan garis regresi  :  y = a + bx, dimana y merupakan variable tidak bebas (dependent variable), yaitu variabel yang perubahannya ditentukan oleh perubahan pada variabel x yang merupakan variabel bebas (independent variable). Variabel y menunjukkan biaya, sedangkan variabel x menunjukkan volume kegiatan.


Rumus perhitungan a dan b dapat ditentukan dengan cara sebagai berikut :
b. =    n ∑(xy)  -  ∑x  ∑ y
                                                             n x2   -   (x)2

a  =     ∑y -  b(∑x) 
                                                                                                         n
Bln ke
Bia Repr&Peml




    (Rp.1000)
Jam Mesin



y.
x.
xy.
x2
1
750
6000
4500000000
36000000
2
715
5500
3932500000
30250000
3
530
4000
2120000000
16000000
4
600
4000
2400000000
16000000
5
600
4500
2700000000
20250000
6
875
7000
6125000000
49000000
7
800
6000
4800000000
36000000
8
1000
8000
8000000
64000000
9
800
6000
4800000000
36000000
10
750
6000
4500000000
36000000
11
550
4500
2475000000
20250000
12
600
4500
2700000000
20250000






y
x.
xy.
x2

8570000
66000
41060500000
380000000

     b. =  12  x  41.060.500.000 – 66.000. x 8570000   =   
              12 x  380.000.000 – (66.000)2                                               
               
a.          =  8.570.000 – b x 66.000 =
                             12