KATA PENGANTAR
Puji syukur penyusun panjatkan atas
kehadirat Allah SWT yang telah berkenan melimpahkan rakhmat, taufik, serta
hidayahNya kepada penyusun sehingga penyusun dapat menyelesaikan makalah ini
dengan judul “SUMBER DAN PENGGUNAAN MODAL”.
Adapun tujuan dari penyusunan
makalah ini adalah untuk melengkapi tugas kelompok mata kuliah PEMBELANJAAN
AKUNTANSI, pada program studi Pendidikan ekonomi akuntansi, Fakultas Keguruan dan
Ilmu Pendidikan, Universitas Haluoleo.
Penyusun juga menyadari sepenuhnya
bahwa penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan dan jauh dari
kesempurnaan. Oleh karena itu, penyusun mengharapkan saran dan kritik dari
pembaca, agar kekurangan yang mungkin masih ada dapat diperbaiki demi
kesempurnaan makalah selanjutnya.
Harapan penyusun semoga makalah ini
dapat bermanfaat bagi pembaca. “Amin-amin ya robbal alamin”.
Kendari, Mei 2013
Penyusun
|
ii
|
DAFTAR
ISI
HALAMAN
JUDUL ................................................................................................. i
KAT
A PENGANTAR ............................................................................................. ii
DAFTAR
ISI .............................................................................................................. iii
BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah ................................................................................. 1
B.
Rumusan Masalah .......................................................................................... 1
C.
Tujuan Penelitian ............................................................................................ 2
D.
Manfaat Hasil Penelitian ................................................................................ 2
BAB II PEMBAHASAN
A.
Konsep modal ................................................................................................ 3
1. Pengertian
modal ...................................................................................... 3
a.
Konsep kuantitatif .............................................................................. 4
b.
Konsep kualitatif ................................................................................ 4
c.
Konsep pungsional..............................................................................
5
2. Factor
yang mempengaruhi modal kerja .................................................. 6
3.
Jenis-jenis modal ...................................................................................... 8
a.
Modal asing ........................................................................................ 8
b.
Modal sendiri ..................................................................................... 9
4.
Pentingnya modalbagi perusahaan...........................................................
14
B. Sumber
modal ............................................................................................. 15
C. Penggunaan
modal ....................................................................................... 19
Daftar
Pustaka
|
iii
|
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Diera modern
sekarang ini persaingan dibidang ekonomi sangat pesat hal ini terbukti
banyaknya usaha-usaha yang muncul dan semakin besarnya volume kagiatan ekonomi
disemua sector formal maupun informal.
Semakin
pesatnya persaingan ini menuntut semua badan usaha untuk bekerja keras agar
dapat mempertahankan usahanya dan terus memperbesar usahanya, hal ini merupakan
tantangan yang sangat besar bagi semua perusahaan khususnya pihak manajemen
puncak. Salah satu masalah yang harus dihadapi adalah bagaimana perusahaan dapat
memperluas dan memperbesar volume usahanya. Untuk itu pihak manajemen dituntuk
untuk dapat memanpaatkan modal seefisen dan seefektif mungkin dana atau modal
yang ada pada perusahaan.
Bila
perusahaan menghendaki untuk memperbesar volume usahanya dan profitnya maka
perusahaan tersebut tentunya memerlukan dana atau modalyang cukup besar
sehingga manajemen harus memahami fungsi pembelanjaan dengan baik.
Untuk
dapat menjalankan usaha setiap perusahaan membutuhkan dana. Besarnya Dana
tersebut sesuai dengan besarnya volume usahayang dijalankan. Untuk itu masalah
manajemen perusahaan adalah bagai mana memperoleh modala dan bagai mana
penggunaanya.
Dengan
demikian yang akan dibahan pada makalah ini adalah sumber dan penggunaan modal.
B. RUMUSAN
MASALAH
Berdasarkan uraian diatas maka dapat dirumuskan beberapa
permasalahan sebagai berikut:
1. Apa yang dimaksud dengan modal?
2. Dari manakan modal dapat
diperoleh?
3. Bagaimanakah penggunaan
modal?
C. TUJUAN
Berdasarkan rumusan masalah diatas
adapun yang menjadi tujuan dalam penulisan makalah ini sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui Apa yang
dimaksud dengan modal?
2. Untuk mengetahui dari
manakah modal dapat diperoleh?
3. Untuk mengetahui
bagaimanakah penggunaan modal?
D.
Manfaat
Manfaat
dari penulisan makalah ini ini adalah:
1. Sebagai bahan bacaan bagi
pembaca.
2. Dapat menjadi referensi bagi
pemakalah selanjutnya.
3. Sebagai sumbangan pikiran bagi
ilmu pengetahuan.
BAB II
PEMBAHASAN
A. KONSEP MODAL
1. Pengertian modal
Suatu perusahaan dalam menjalankan suatu perusahaan
dibutuhkan modal yang mencukupi, modal tersebut digunakan untuk kebutuhan
perusahaan itu sendiri yaitu untuk menjalankan operasional perusahaan. Modal
yang dibutuhkan perusahaan tidak hanya harus memiliki modal sendiri namun
halnya perusahaan pun harus membutuhkan modal dari luar atau modal asing untuk
membantu meningkatkan keuntungan perusahaan.
Menurut Bambang
Riyanto (2001:17) modal adalah:
“Dalam hubungan ini dapat dikemukakan pengertian modal
yang klasik, di mana artian modal adalah sebagai hasil produksi yang digunakan
untuk memproduksi lebih lanjut”.
Sedangkan menurut Munawir (2002:19) adalah:
“Modal
adalah hak bagi yang dimiliki oleh perusahaan yang ditunjukkan dalam pos modal
(modal saham), surplus, dan laba ditahan, atau kelebihan nilai aktiva yang
dimiliki oleh perusahaan terhadap seluruh hutang-hutangnya”.
Berdasarkan
pendapat di atas mengenai pengertian modal maka dapat disimpulkan bahwa modal
merupakan pembiayaan jangka panjang pada sebuah perusahanan.
Ø Modal
kerja adalah keseluruhan aktiva lancar yang dimilki perusahaan atau dapat pula
dimaksudkan sebagai dana yang harus disediakan untuk membiayai kegiatan operasi
sehari-hari.
”Modal
Kerja adalah suatu investasi perusahaan didalam aktiva jangka pendek seperti
kas, sekuritas (surat-surat berharga), Piutang Dagang dan Persediaan”. (Houston & Brigham, 2006; 131).
“Modal
Kerja adalah kelebihan aktiva lancar terhadap jangka pendek” (Djarwanto, 2005; 87).
Dari kedua definisi di atas, menunjukan bahwa modal
kerja adalah jumlah keseluruhan aktiva lancar yang dimiliki oleh perusahaan dan
yang dipergunakan juga untuk operasi perusahaan tersebut. Di bawah ini
diterangkan tiga konsep dasar atau definisi dari modal kerja menurut (S. Munawir, 2007, 114-116) yaitu
a. Konsep
Kuantitatif
Konsep ini
menitikberatkan kepada kuantum yang diperlukan untuk mencukupi kebutuhan
perusahaan dalam membiayai kebutuhan operasional yang bersifat rutin atau menunjukkkan
sejumlah dana (fund) yang tersedia untuk tujuan operasi jangka pendek. Dalam
konsep ini menganggap bahwa modal kerja adalah jumlah aktiva lancar (gross
working capital).
Dalam konsep ini tidak mementingkan kualitas dari
modal kerja, apakah modal kerja dibiayai dari modal para pemilik, hutang jangka
panjang maupun hutang jangka pendek, sehingga dengan modal yang besar tidak
mencerminkan margin of safety para kreditur jangka pendek yang besar juga,
bahkan modal kerja yang besar menurut konsep ini tidak menjamin kelangsungan
operasi yang akan datang, serta tidak mencerminkan likuiditas perusahaan yang
bersangkutan.
b. Konsep Kualitatif
Konsep
ini menitikberatkan pada kualitas modal kerja dalam konsep ini pengertian modal
kerja adalah kelebihan aktiva lancar terhadap hutang jangka waktu pendek (net
working capital), yaitu jumlah aktiva lancar yang berasal dari pinjaman jangka
panjang maupun jumlah aktiva lancar dari para pemilik perusahaan. Definisi ini
bersifat kualitatif karena menunjukkan tersedianya jumlah aktiva lancar yang
lebih besar daripada jumlah hutang lancarnya (hutang jangka pendek) dan
menunjukkan pula margin of protection atau tingkat keamanan bagi para kreditur
jangka pendek, serta menjamin aktiva lancarnya.
c. Konsep
Fungsional
Konsep
ini menitik beratkan fungsi dari dana yang dimiliki dalam rangka menghasilkan
pendapatan (laba) dari usaha pokok perusahaan, pada dasarnya dana-dana yang
dimiliki oleh perusahaan seluruhnya akan digunakan untuk menghasilkan laba
periode ini (current income), ada sebagian dana yang akan digunakan untuk
memperoleh atau menghasilkan laba di masa yang akan datang. Misalnya :
Bangunan, mesin-mesin, pabrik, alat-alat kantor dan aktiva tetap lainnya.
Dari
aktiva tetap tersebut yang menjadi bagian dari modal kerja tahun ini adalah
sebesar penyusutan (depresiasi) aktiva-aktiva tersebut.
Untuk tahun ini sebagian aktiva lancar
sebagian besar merupakan unsur modal kerja, walaupun seluruhnya, ada sebagian
aktiva lancar yang bukan merupakan modal kerja misalnya dalam piutang dagang
yang timbul dari penjualan barang dagangan secara kredit. Dalam piutang
tersebut, terdiri dari dua unsur, yaitu harga pokok barang yang dijual dan laba
yang didapat dari penjualan barang tersebut.
Harga
pokok dari barang yang dijual tersebut merupakan unsur modal kerja, sedangkan
keuntungan yang didapat bukanlah merupakan unsur modal kerja, tetapi merupakan
modal kerja yang potensial. (S. Munawir,
2007, 114-116)
2.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Modal Kerja
Modal kerja yang cukup memang sangat
penting bagi suatu perusahaan. Menurut Munawir S (1995 : 117) untuk menentukan
jumlah modal kerja yang dianggap cukup oleh suatu perusahaan bukanlah hal yang
mudah. Karena modal kerja yang dibutuhkan oleh suatu perusahaan tergantung atau
dipengaruhi oleh beberapa faktor sebagai berikut:
1.Sifat
atau tipe dari perusahaan
Modal kerja dari suatu perusahaan jasa
relatif akan lebih rendah bila dibandingkan dengan kebutuhan modal kerja
perusahaan industri, karena untuk perusahaan jasa tidak memerlukan investasi
yang besar dalam kas, piutang maupun persediaan. Kebutuhan uang tunai untuk
membayar pegawainya maupun untuk membiayai operasinya dapat dipenuhi dari
penghasilan atau penerimaan-penerimaan saat itu juga, sedangkan piutang
biasanya dapat ditagih dalam waktu yang relatif pendek. Sifat dari perusahaan
jasa biasanya memiliki atau harus menginvestasikan modal-modalnya sebagian
besar pada aktiva tetap yang digunakan untuk memberikan pelayanan atau jasanya
kepada masyarakat.
Sedangkan untuk perusahaan industri, keadaan sangatlah ekstrim karena perusahaan industri harus mengadakan investasi yang cukup besar dalam aktiva lancar agar perusahaan tidak mengalami kesulitan dalam operasinya sehari-hari.
2. Waktu yang dibutuhkan untuk memproduksi atau memperoleh barang yang akan dijual serta harga persatuan barang tersebut.
Sedangkan untuk perusahaan industri, keadaan sangatlah ekstrim karena perusahaan industri harus mengadakan investasi yang cukup besar dalam aktiva lancar agar perusahaan tidak mengalami kesulitan dalam operasinya sehari-hari.
2. Waktu yang dibutuhkan untuk memproduksi atau memperoleh barang yang akan dijual serta harga persatuan barang tersebut.
Kebutuhan modal kerja suatu perusahaan
berhubungan langsung dengan waktu yang dibutuhkan untuk memperoleh barang yang
akan dijual maupun bahan dasar yang akan diproduksi sampai barang tersebut
dijual. Karena semakin panjang waktu yang dibutuhkan untuk memproduksi atau
memperoleh barang tersebut semakin besar pula modal kerja yang dibutuhkan.
Disamping itu pokok persatuan barang untuk mempengaruhi besar kecilnya modal
kerja yang dibutuhkan.
3. Syarat pembelian bahan atau barang dagang
3. Syarat pembelian bahan atau barang dagang
Syarat pembelian barang dagangan atau
bahan dasar yang akan dibutuhkan untuk memproduksi barang sangat mempengaruhi
jumlah modal kerja yang dibutuhkan oleh perusahaan yang bersangkutan. Jika
syarat kredit yang diterima pada waktu pembelian yang menguntungkan, semakin
sedikit uang kas yang harus diinvestasikan dalam persediaan bahan atau barang
dagangan, sebaliknya bila pembayaran atas bahan atau barang yang dibeli
tersebut harus dilakukan dalam jangka waktu yang pendek maka uang kas yang
diperlukan untuk membiayai persediaan semakin besar pula.
4.Syarat
penjualan
Semakin lunak kredit yang digunakan oleh
perusahaan kepada para pembeli akan mengakibatkan semakin besar jumlah modal
kerja yang harus diinvestasikan dalam sektor piutang. Untuk memperendah dan
memperkecil jumlah modal kerja yang harus diinvestasikan dalam piutang dan
untuk memperkecil adanya piutang yang tidak dapat ditagih, sebaiknya perusahaan
memberikan potongan tunai kepada pembeli, karena dengan begitu pembeli akan tertarik
untuk membayar hutangnya dalam periode diskonto tersebut.
5.
Tingkat perputaran persediaan
Tingkat perputaran persediaan
menunjukkan berapa kali persediaan tersebut diganti dalam arti dibeli atau
dijual kembali. Semakin tingkat perputaran persediaan tersebut maka jumlah
modal kerja yang dibutuhkan (terutama yang harus diinvestasikan dalam
persediaan) semakin rendah. Untuk dapat mencapai tingkat perputaran yang
tinggi, maka harus diadakan perencanaan dan pengawasan pekerjaan secara teratur
dan efisien. Selain itu semakin cepat atau semakin tinggi perputaran akan
semakin memperkecil resiko kerugian yang disebabkan karena penurunan harga atau
karena perubahan selera konsumen, disamping itu menghemat ongkos penyimpanan
dan pemeliharaan terhadap persediaan tersebut.
Langkah-langkah Dalam Analisis Sumber
Dan Penggunaan Modal Kerja
Sebelum mengemukakan langkah-langkah dalam menganalisis sumber dan penggunaan modal kerja, akan dikemukakan terlebih dahulu yang termasuk kedalam sumber modal kerja dan juga penggunaan modal kerja.
Sebelum mengemukakan langkah-langkah dalam menganalisis sumber dan penggunaan modal kerja, akan dikemukakan terlebih dahulu yang termasuk kedalam sumber modal kerja dan juga penggunaan modal kerja.
3. Jenis-jenis modal
a. Modal Asing
Modal
asing adalah modal yang berasal dari luar perusahaan yang sifatnya sementara
bekerja di dalam perusahaan dan bagi perusahaan yang bersangkutan modal
tersebut merupakan utang yang pada saatnya harus dibayar kembali. Dilihat dari
jangka penggunaan dana, maka dana yang digunakan perusahaan berasal dari sumber
dana jangka pendek, dana jangka menengah serta jangka panjang.
Martono dan Hardjito (2002:218) Modal asing ini dapat dikelompokkan menjadi 3 golongan yaitu:
1). Modal
Asing Jangka Pendek (Short-term debt)
Modal
asing jangka pendek adalah modal asing yang jangka waktunya paling lama satu
tahun. Jenis-jenis modal asing jangka pendek terdiri dari rekening koran,
kredit dari penjualan.
2). Modal
Asing Jangka Menengah (intermediate-term
debt)
Pada
umumnya penggunaan sumber dana jangka menengah ini dirasakan karena adanya
kebutuhan yang tidak dapat dipenuhi dengan sumber dana jangka pendek disatu
pihak dan juga sulit dipenuhi dengan sumber dana jangka panjang dilain pihak.
Modal asing jangka menengah adalah utang yang jangka waktu atau umurnya lebih
dari satu tahun dan kurang dari sepuluh tahun.
3). Modal
Asing Jangka Panjang (long-term debt)
Modal
asing jangka panjang adalah utang yang jangka waktunya panjang, umurnya lebih
dari sepuluh tahun. Utang jangka panjang ini umumnya digunakan untuk membiayai
perluasan perusahaan (ekspansi) perusahaan, karena kebutuhan modal untuk
keperluan tersebut meliputi jumlah yang besar.
b. Modal Sendiri
Modal sendiri adalah modal yang berasalkan dari pemilik perusahaan dan
tertanam dalam perusahaan untuk waktu yang tidak tertentu lamanya. Modal
sendiri selain berasal dari luar perusahaan dapat juga berasal dari perusahaan
sendiri, yaitu modal yang dihasilkan atau dibentuk sendiri di dalam perusahaan.
Modal sendiri yang berasal dari intern ialah dalam bentuk keuntungan yang
dihasilkan perusahaan, sedangkan modal sendiri yang berasal dari sumber ekstern
ialah modal yang berasal dari pemilik perusahaan.
Senada dengan itu Bambang
Riyanto (227-244), memaparkan lebih detil lagi jenis-jenis
modal sebagai berikut:
1. Modal Asing
Modal asing adalah modal yang
berasal dari luar perusahaan yang sifatnya sementara bekerja di dalam
perusahaan, dan bagi perusahaan yang bersangkutan modal tersebut merupakan
utang, yang pada saatnya harus di bayar kembali. Modal asing di bagi ke dalam
tiga golongan yaitu utang jangka pendek, utang jangka menengah dan utang jangka
panjang.
a. Modal Asing atau Utang Jangka Pendek (Short-Term Debt)
Modal asing jangka pendek adalah
modal asing yang jangka waktunya paling lama satu tahun. Adapun jenis-jenis
yang termasuk ke dalam modal asing jangka pendek adalah rekening koran, kredit
dari penjual, kredit dari pembeli dan kredit wesel.
1.
Rekening Koran
Kredit rekening koran adalah kredit
yang diberikan oleh bank kepada perusahaan dengan batasan tertentu dimana
perusahaan mengambilnya tidak sekaligus melainkan sebagian demi sebagian sesuai
dengan kebutuhannya, dan bunga yang di bayar hanya untuk jumlah yang telah di
ambil saja, meskipun sebenarnya perusahaan meminjamnya lebih dari jumlah
tersebut.
2.
Kredit Dari Penjual
Kredit penjual merupakan kredit
perniagaan (trade-credit) dan kredit ini terjadi apabila penjualan produk
dilakukan dengan kredit. Apabila penjualan dilakukan dengan kredit berarti
bahwa penjual baru menerima pembayaran dari barang yang dijualnya beberapa
waktu kemudian setelah barang diserahkan. Selama ini pembeli atau langganan
dapat dikatakan menerima ”kredit penjual” dari penjual atau produsen. Selama
waktu itupun berarti penjual atau produsen memberikan ”kredit penjual” kepada
pembeli atau langganan. Pada umumnya perusahaan yang memberi kredit penjual
adalah perusahaan industri, sedangkan perusahaan yang menerima adalah perusahaan
perdagangan.
3.
Kredit Dari Pembeli
Kredit pembeli adalah kredit yang
diberikan oleh perusahaan sebagai pembeli kepada pemasok (supplier) dari bahan
mentahnya atau barang-barang lainnya. Di sini pembeli membayar harga barang
yang dibelinya lebih dahulu, dan setelah beberapa waktu barulah pembeli
menerima barang yang dibelinya. Selama waktu itu dapat dikatakan bahwa pembeli
memberikan ”kredit pembeli” kepada panjual/ pemasok bahan mentah atau barang
dagang. Pada umumnya kredit pembeli diberikan kepada perusahaan-perusahaan
agraria yang menghasilkan bahan dasar, dan kredit ini diberikan oleh
perusahaan-perusahaan industri yang mengerjakan hasil agraria tersebut sebagai
bahan dasarnya.
4.
Kredit Wesel
Kredit wesel ini terjadi apabila
suatu perusahaan mengeluarkan ”surat pengakuan utang” yang berisikan
kesanggupan untuk membayar sejumlah uang tertentu kepada pihak tertentu dan
pada saat tertentu (surat promes/ notes payables), dan setelah ditandatangani
surat tersebut dapat di jual atau diuangkan pada bank. Dari surat tersebut
diperoleh uang sebesar apa yang tercantum dalam surat utang tersebut dikurangi
dengan bunga sampai hari jatuh temponya.
Dengan demikian maka ini berarti
bahwa pihak yang mengeluarkan surat utang tersebut menerima kredit selama waktu
mulai diuangkannya sampai saat dimana utang tersebut harus di bayar. Bagi bank
atau pihak yang membeli promes tersebut (pembeli kredit), surat utang tersebut
merupakan tagihan atau wesel tagih (notes receivables), dan bagi pihak yang
mengeluarkan surat utang, surat utang tersebut merupakan utang wesel (notes
payables).
b. Modal Asing atau Utang Jangka Menengah (Intermediate-Term
Debt)
Modal asing atau utang jangka
menengah adalah utang yang jangka waktunya lebih dari satu tahun dan kurang
dari 10 tahun. Bentuk utama dari kredit jangka menengah adalah term loan dan
leasing.
1.
Term Loan
Term loan adalah kredit usaha dengan
umur lebih dari satu tahun dan kurang dari 10 tahun. Pada umumnya term loan
dibayar kembali dengan angsuran tetap selama suatu periode tertentu
(amorization payment), misalkan pembayaran angsuran dilakukan setiap bulan,
setiap kuartal atau setiap tahun. Term loan ini biasanya diberikan oleh bank
dagang, perusahaan asuransi, supplier atau manufaktur.
2.
Leasing
Bentuk lain dari intermediate-term debt
adalah leasing. Apabila kita ingin memiliki suatu aktiva, tetapi hanya
menginginkan service dari aktiva tersebut, kita dapat memperoleh hak penggunaan
atas suatu aktiva itu tanpa disertai dengan hak milik, dengan cara mengadakan
kontrak leasing untuk aktiva tersebut. Dengan demikian leasing adalah suatu
alat atau cara untuk mendapatkan service dari suatu aktiva tetap yang pada
dasarnya sama seperti halnya kalau kita menjual obligasi untuk mendapatkan
service dan hak milik atas aktiva tersebut dan bedanya pada leasing tidak
disertakan hak milik. Lebih khususnya leasing adalah persetujuan atas dasar
kontrak dimana pemilik dari aktiva (lessor) menginginkan pihak lain (lessee)
untuk menggunakan jasa atas aktiva tersebut selama suatu periode tertentu. Ada tiga
bentuk utama dari leasing yaitu sale and leaseback, services leases dan
financial lease.
c. Modal Asing atau Utang Jangka Panjang (Long-Term Debt)
Utang jangka panjang adalah utang
yang jangka waktunya adalah panjang, umumnya lebih dari 10 tahun. Utang jangka
panjang umumnya digunakan untuk membelanjai perluasan perusahaan (ekspansi)
atau modernisasi dari perusahaan, karena kebutuhan modal untuk keperluan
tersebut meliputi jumlah yang besar. Adapun jenis atau bentuk-bentuk utama dari
utang jangka panjang adalah:
1.
Pinjaman Obligasi (Bonds-Payables)
Pinjaman obligasi adalah pinjaman
uang untuk jangka waktu yang panjang, untuk mana si debitur mengeluarkan surat
pengakuan utang yang mempunyai nominal tertentu. Pembayaran kembali pinjaman
obligasi dapat dijalankan secara sekaligus pada hari jatuh temponya atau
berangsur setiap tahunnya. Apabila pelunasan sekaligus, maka sistem ini disebut
”shinkin funf system” sedangkan jika secara berangsur disebut ”amortization
system”. Ada tiga macam jenis obligasi yaitu obligasi biasa, obligasi
pendapatan dan obligasi yang dapat ditukarkan.
2.
Pinjaman Hipotik (Mortgage)
Pinjaman hipotik adalah pinjaman
jangka panjang dimana pemberi uang (kreditur) di beri hak hipotik terhadap
suatu barang tidak bergerak, agar supaya bila pihak debitur tidak memenuhi
kewajibannya, barang itu dapat di jual dan dari hasil penjualan tersebut dapat
digunakan untuk menutup tagihannya.
Jenis Modal Kerja Menurut WB. Taylor dan Bambang Rianto (1990:54-55) Modal Kerja digolongkan
dalam beberapa jenis yaitu :
1.
Modal
Kerja Permanen (Permanent Working Capital)
Yaitu modal kerja yang ada pada perusahaan untuk dapat menjalankan fungsinya
antara modal kerja ini terdiri dan :
a. Modal
kerja primer (Primary Working Capital) jumlah modal kerja minimum yang harus
ada pada perusahaan untuk menjaga kontinuitas usahanya.
b. Modal
kerja normal (Normal Working Capital) modal kerja yang dibutuhkan untuk
menyelenggarakan proses produksi yang normal.
2. Modal
Kerja Variabel (Variable Working Capital) Yaitu modal kerja yang jumlahnya
berubah-ubah sesuai dengan perubahan keadaan. Modal kerja ini dibagi:
a.
Modal kerja musiman (Seasonal Working Capital) modal kerja yang jumlahnya
berubah-ubah disebabkan oleh fluktuasi musim
b.
Modal kerja siklis (Cyclical Working Capita) modal kerja yang jumlahnya
berubah-ubah disebabkan oleh fluktuasi konjungtur.
c.
Modal kerja darurat (Emergency Working Capital) modal kerja yang jumlahnya
berubah-ubah karena keadaan darurat yang tidak diketahui sebelumnya.
4.
Pentingnya Modal Bagi Perusahaan
Modal atau dana sangat penting bagi perusahaan
karena merupakan unsur utama dalam sistem keuangan perusahaan untuk melakukan
kegiatan operasional, dimana perusahaan harus mempunyai sejumlah dana seperti
yang dikemukakan oleh Bambang Riyanto
(2001:5) yang antara lain digunakan untuk:
·
Meningkatkan jumlah aktiva perusahaan
·
Penurunan jumlah perusahaan
·
Kompensasi kerugian
·
Pembayaran dividen tunai
·
Pembelian kembali saham-saham perusahaan
Manfaat lain dari tersedianya dana atau modal yang
cukup bagi perusahaan adalah meningkatkan perusahaan dalam melunasi kewajiban
jangka pendek, dengan modal yang mencukupi perusahaan dapat beroperasi dengan
lebih efisien karena kesulitan dalam memperoleh kebutuhan-kebutuhan operasi
yang dibutuhkan mudah didapatkan, selain itu dengan tersedianya modal yang
memadai ini perusahaan dapat bertahan walaupun perekonomian dalam keadaan
krisis seperti yang dialami sekarang ini.
B. Sumber modal
Pembelanjaan
di satu pihak dipandang sebagai masalah penarikan modal, dan lain pihak dapat
dipandang sebagai masalah penggunaan modal. Bagi perusahaan yang membutuhkan
dana, perusahaan yang meminta atau menarik modal, masalahnya ialah bagaimana
perusahaan tersebut dapat memperoleh modal yang dibutuhkan dengan syarat-syarat
yang paling menguntungkan.
Menurut Bambang Riyanto (2001:209)
sumber-sumber modal ditinjau dari dua aspek, yaitu:
1.
Ditinjau dari asalnya
Sumber penawaran modal ditinjau dari asalnya
dapat dibedakan menjadi:
a.
Sumber
Internal (Internal Resource)
Modal
atau dana yang dibentuk atau dihasilkan sendiri di dalam perusahaan berupa laba
yang ditahan (retained earning) dalam
akumulasi penyusutan.
b.
Sumber
Ekstenal (External Resource)
Sumber modal yang berasal dari luar perusahaan
dapat berasal dari kreditur dan pemilik, peserta atau pengambila bagian di
dalam perusahaan. Modal yang berasal dari kreditur adalah yang merupakan hutang
bagi perusahaan yang bersangkutan dan disebut dengan modal asing. Sedangkan
dana yang berasal dari pemilik, peserta atau pengambil bagian di dalam
perusahaan adalah merupakan dana yang akan tetap ditanamkan dalam perusahaan
yang bersangkutan dan disebut dengan modal sendiri.
2.
Ditinjau dari cara
terjadinya
Menurut
cara terjadinya, sumber-sumber penawaran modal dapat diperoleh melalui:
a.
Tabungan
dari subjek-subjek Ekonomi
Tabungan merupakan pendapatan yang tidak
dikonsumsi. Tabungan digunakan untuk keperluan konsumsi dan dapat pula
dipergunakan untuk investasi. Tabungan yang digunakan untuk kepentingan
konsumsi tidak memperbesar dana modal, sedangkan tabungan yang digunakan untuk
investasi dapat memperbesar dana modal. Suatu perusahaan dapat dikatakan
mengadakan tabungan bila perusahaan tersebut menyisihkan sebagian dari
keuntungan yang diperoleh untuk pembentukan cadangan yang bertujuan antara lain memperkuat basis
keuangan atau investasi di kemudian hari.
b.
Penciptaan
atau Kreasi Uang oleh Bank
Yang dapat menciptakan uang bukan hanya bank
sirkulasi tapi juga bank-bank dagang dengan menciptakan uang giral.
c.
Intensifikasi
Penggunaan Modal
Bank meminjamkan kembali uang-uang yang dipercayakan
atau disimpan kepadanya. Perusahaan produksi pun dapat mengintensifkan
penggunaan uang yang sementara kepada perusahaan lain yang membutuhkan atau
untuk digunakan sendiri di dalam perusahaan untuk ekspansi.
1. Sumber Intern
Modal yang berasal dari sumber
intern adalah modal atau dana yang di bentuk atau dihasilkan sendiri di dalam
perusahaan.”Alasan perusahaan menggunakan sumbar dana intern yaitu:
·
Dengan dana dari dalam perusahaan maka perusahaan
tidak mempunyai kewajiban untuk membayar bunga maupun dana yang di pakai.
·
Setiap saat tersedia jika diperlukan.
·
Dana yang tersedia sebagian besar telah memenuhi
kebutuhan dana perusahaan.
·
Biaya pemakaian relatif murah”.
Sumber
intern atau sumber dana yang dibentuk atau dihasilkan sendiri di dalam
perusahaan adalah laba ditahan dan penyusutan (depresiasi).
a. Laba Ditahan
Laba ditahan adalah laba bersih yang
di simpan untuk diakumulasikan dalam suatu bisnis setelah deviden dibayarkan.
Juga di sebut laba yang tidak dibagikan (undistributed profits) atau surplus
yang diperoleh (earned surplus).
b. Depresiasi
Depresiasi adalah alokasi jumlah
suatu aktiva yang dapat disusutkan sepanjang masa manfaat yang di estimasi.
Penyusutan untuk periode akuntansi dibebankan ke pendapatan baik secara
langsung maupun tidak langsung.
2. Sumber
Ekstern
Modal yang berasal dari sumber
ekstern adalah sumber yang berasal dari luar perusahaan. Alasan perusahaan
menggunakan sumber dana ekstern adalah:
1.
Jumlah dana yang digunakan tidak terbatas.
2.
Dapat di cari dari berbagai sumber.
3.
Dapat bersifat fleksibel.
Yang merupakan sumber ekstern
perusahaan adalah supplier, bank dan pasar modal.
a. Supplier
Supplier memberikan dana kepada
suatu perusahaan dalam bentuk penjualan barang secara kredit, baik untuk jangka
pendek (kurang dari 1 tahun), maupun jangka menengah (lebih dari 1 tahun dan
kurang dari 10 tahun). Penjualan kredit atau barang dengan jangka waktu
pembayaran kurang dari satu tahun terjadi pada penjualan barang dagang dan
bahan mentah oleh supplier kepada langganan. Supplier atau manufaktur (pabrik)
sering pula menjual mesin atau peralatan lain hasil produksinya kepada suatu
perusahaan yang menggunakan mesin atau peralatan tersebut dalam jangka waktu
pembayaran 5 sampai 10 tahun.
b. Bank
Bank adalah lembaga yang berperan
sebagai perantara keuangan (financial intermediary) antara pihak yang memiliki
dana, serta sebagai lembaga yang berfungsi memperlancar lalulintas pembayaran.
d. Pasar Modal
Pasar modal adalah suatu pengertian
abstrak yang mempertemukan dua kelompok yang saling berhadapan tetapi yang
kepentingannya saling mengisi, yaitu calon pemodal (investor) di suatu pihak
dan emiten yang membutuhkan dana jangka menengah atau jangka panjang di lain
pihak, atau dengan kata lain adalah tempat (dalam artian abstrak) bertemunya
penawaran dan permintaan dana jangka menengah atau jangka panjang. Dimaksudkan
dengan pemodal adalah perorangan atau lembaga yang menanamkan dananya dalam
efek, sedangkan emiten adalah perusahaan yang menerbitkan efek untuk ditawarkan
kepada masyarakat. Fungsi dari pasar modal adalah mengalokasikan secara efisien
arus dana dari unit ekonomi yang mempunyai surplus tabungan kepada unit ekonomi
yang mempunyai defisit tabungan.
C.
Penggunaan modal
Penggunaan modal kerja akan mengakibatkan perubahan
bentuk maupun penurunan jumlah aktiva lancar yang dimiliki oleh perusahaan,
tetapi penggunaan aktiva lancar tidak selalu diikuti dengan berubahnya atau
turunnya jumlah modal kerja yang dimiliki oleh perusahaan.
Penggunaan
yang mengakibatkan turunnya modal kerja adalah sebagai berikut :
1). Pembayaran biaya atau ongkos-ongkos operasi perusahaan.
1). Pembayaran biaya atau ongkos-ongkos operasi perusahaan.
2). Kerugian-kerugian
yang diderita oleh perusahaan karena adanya penjualan surat-surat berharga atau
efek, maupun kerugian insidentil lainnya.
3). Adanya
pembentukan dana atau pemisahan aktiva lancar untuk tujuan tertentu dalam
jangka panjang.
4). Adanya
penambahan atau pembelian aktiva tetap, investasi jangka panjang atau aktiva
lancar lainnya yang mengakibatkan berkurangnya aktiva lancar atau timbulnya
hutang lancar yang berakibat berkurangnya modal kerja.
5). Pembayaran
hutang-hutang jangka panjang yang meliputi hutang hipotik, hutang obligasi
maupun bentuk hutang lainnya, serta penarikan atau pembelian kembali saham
perusahaan yang beredar, atau adanya penurunan hutang jangka panjang diimbangi
dengan berkurangnya aktiva lancar.
6). Pengambilan
uang atau barang dagangan oleh pemilik perusahaan untuk kepentingan pribadinya.
Dengan kata lain adanya penurunan sektor modal yang diimbangi dengan
berkurangnya aktiva lancar atau bertambahnya hutang lancar dalam jumlah yang
sama.
Disamping
penggunaan aktiva lancar yang mengakibatkan berkurangnya modal kerja tersebut,
ada pula pemakaian aktiva lancar yang tidak merubah jumlahnya baik jumlah modal
kerjanya maupun jumlah aktiva lancarnya itu sendiri, yaitu penggunaan modal
kerja atau aktiva lancar yang hanya menyebabkan atau mengakibatkan berubahnya
bentuk aktiva lancar (modal tidak berubah), misalnya :
- Pembelian efek secara tunai.
- Pembelian efek secara tunai.
- Pembelian
barang dagangan atau bahan-bahan lainnya secara tunai.
- Perubahan
suatu bentuk piutang kebentuk piutang lainnya.
Langkah-langkah
Analisis Sumber dan Penggunaan Modal Kerja
Laporan tentang perubahan modal kerja akan memberikan gambaran tentang bagaimana manajemen mengelola perputaran atau sirkulasi modalnya. Laporan ini akan dapat memberikan jawaban atas berbagai pertanyaan yang mungkin timbul baik dari pihak manajemen, para pemegang saham, kreditur, maupun pihak-pihak lainnya.
Adapun langkah-langkah dalam penyusunan laporan sumber dan penggunaan modal kerja menurut Bambang Riyanto (1995:355) adalah sebagai berikut :
Laporan tentang perubahan modal kerja akan memberikan gambaran tentang bagaimana manajemen mengelola perputaran atau sirkulasi modalnya. Laporan ini akan dapat memberikan jawaban atas berbagai pertanyaan yang mungkin timbul baik dari pihak manajemen, para pemegang saham, kreditur, maupun pihak-pihak lainnya.
Adapun langkah-langkah dalam penyusunan laporan sumber dan penggunaan modal kerja menurut Bambang Riyanto (1995:355) adalah sebagai berikut :
1). Menyusun
laporan perubahan modal kerja, laporan ini menggambarkan perubahan dari
masing-masing unsur modal kerja antara dua titik waktu. Dengan laporan tersebut
dapat diketahui adanya kenaikan atau penurunan modal kerja dan besarnya
perubahan modal kerja.
2). Mengelompokan
perubahan-perubahan dari unsur-unsur non current accaounts antara dua titik
waktu tersebut kedalam golongan yang mempunyai efek memperbesar modal kerja dan
golongan yang mempunyai efek memperkecil modal kerja.
3). Mengelompokan
unsur-unsur dalam laporan laba ditahan kedalam golongan yang perubahannya
mempunyai efek memperbesar modal kerja dan golongan yang mempunyai efek
memperkecil modal kerja.
4). Berdasarkan
informasi diatas dapatlah disusun laporan sumber-sumber dan penggunaan modal
kerja.
DAFTAR PUSTAKA
Bambang
Riyanto, Dasar – dasar Pembelanjaan
Perusahaan ( Yogyakarta : Yayasan Badan Penerbit UGM, 1991 ),
Bambang
Riayanto, Dasar – dasar Pembelanjaan
Perusahaan (BPFE- Yogyakarta : 2001),
Jumingan, 2005. Analisis Laporan Keuangan.
Surakarta: Bumi Aksara.
Munawir, 2007. Analisa Laporan
Keuangan. Yogyakarta: Liberty.
Syahyunan, 18 April 2010. Analisis
Modal Kerja. www. library.usu.ac.id








