Thursday, 21 July 2016

TEORI AKUNTANSI : KONSEP LABA

KONSEP LABA

1.        POLEMIK TENTANG LABA
Sebelum kita masuk dalam membahas konsep laba berikut ini penulis akan mengemukakan sebuah polemic yang dimuat dalam surat pembaca TEMPO 9 Desember 1989 antara penulis dengan Kwik Kian Gie yang menyangkut perbedaan persepsi tentang konsep laba. Berikut ini adalah polemic tersebut :
Semula menurut hasil wawancara TEMPO dengan Kwik Kian Gie yang dimuat TEMPO edisi 25 November 1989 di Rubrik Ekonomi & Bisnis dengan judulTidak Cukup Dengan Iktikad Baik”, memuat tanggapan beliau tentang posisi AGIO SAHAM. Beliau berpendapat bahwa Agio Saham adalah laba karena empat pokok alasan yakni :
1.      Perusahaan biasanya minta agio dengan alasan akan membagikan keuntungan dikemudian hari.
Jawaban Penulis :
Alasan ini tidak mudah untuk menopang pendapat agio sebagai laba. Penulis berpendapat agio bukan diminta melainkan muncul dari perbedaan harga jual saham dengan harga nominal yang telah dibayar oleh investor. Tentu setelah mempertimbangkannya secara rasional. Alasan membagikan dikemudian hari juga tidak dapat menguatkan bahwa agio adalah laba. Pembagian keuntungan sebenarnya bukan didasarkan pada agio atau diluar laba, baik laba ditahan maupun laba tahun berjalan. “Membagikan keuntungan” mempunyai arti bahwa yang dibagi adalah untung (laba)bukan yang lain. Dan bagian tersebut diberikan berupa kas atau aktiva jenis lainnya.
2.      Prinsip akuntansi secara ketat menetapkan agio harus dicantumkan secara terpisah, karena agio bukan modal saham.
Jawaban Penulis:
Pencantuman agio saham secara terpisah dari perkiraan modal saham berarti bahwa setiap pos yang dipisahkan dari modal otomatis dianggap sebagai laba. Pemisahan itu adalah untuk melaksanakan prinsip full dislosurc. Agio Saham adalahmerupakan unsure modal setor (paid in capital) yang terdiri dari modal saham nominal ditambah dengan agio saham tadi. Yang benar, prisip akuntansi secara ketat haqqul yakin menganggap agio bukan laba.
3.      Agio juga merupakan laba. Perusahaan boleh membagi deviden dari agio saham.
Jawaban Penulis :
Deviden adalah bagian laba yang diterima oleh pemilik perusahaan. Pembagian deviden ini didasarkan pada laba, bak laba ditahan maupun laba tahun berjalan. Secar teoritis tanpa laba tidak aka nada deviden. Namun, di Indonesia sering terjadi deviden sudah dijamin, kendati perhitungan laba rugi perusahaan belum final. Ini terjadi karena praktek pasarmodal kita masih belum sepenuhnya diatur pasar.
4.      Agio boleh langsung dikantongi emiten.
Jawaban Penulis :
Ini sangat absurd. Laba tidak sama dengan “penerimaan kas”. Kalau Kwik menganggap setiap yang dikantongi perusahaan adalah laba, yang paling senang adalah Fiskus, karena pemasukan pajak akan sangat deras.

       Pengertian laba yang paling diterima umum menurut kami yakni laba menurut akuntansi. Bahkan dalam akuntansi sendiri konsep laba itu bervariasi. Menurut akuntansi, laba berasal dari perbedaan antara penghasilan dan biaya. Penghasilan adalah kenaikan aktiva atau penurunan aktiva atau penurunan kewajiban akibat penjualan barang atau jasa perusahaan.. Sedang biaya adalah penurunan aktiva atau kenaikan kewajiban akibat aktivitas produksi (pembelian, penjualan barang atau jasa perusahaan). Laba rugi adalah penghasilan dikurangi biaya.
Laba adalah kenaikan asset dalam satu periode akibat kegiatan produktif yang dapat dibagi atau didistribusi kepada kreditor, pemerintah, pemegang saham (dalam bentuk bunga, pajak, dan deviden) tanpa mempengaruhi keutuhan ekuitas pemegang saham semula. Pengertian laba yang dianut oleh struktur akuntansi sekarang ini adalah laba akuntansi yang merupakan selisih antara pengukuran pendapatan dan biaya. Besar kecilnya laba sebagai kenaikan aktiva sangat tergantung pada ketepatan pengukuran pendapatan dan biaya. Jadi dalam hal ini laba hanya merupakan angka artikulasi dan tidak dapat didefinisikan tersendiri secara ekonomik seperti halnya aktiva dan atau hutang.

       Dari definisi ini, akuntansi menganggap bahwa agio sebagai unsur harga saham bukan laba. Itu hanya penerimaan kas menjadi laba, kendati untuk mengakui laba harus ada penerimaan kas.
       Untuk menghitung laba masing-masing orang dapat menetukan perhitungan laba tersendiri. Kenapa perlu diketahui jumlah laba ini? Laba ini adalah merupakan informasipenting dalam suatu laporan keuangan. Angka ini penting untuk :
1.        Perhitungan pajak, berfungsi sebagai dasar pengenaan pajak yang akan diterima Negara.
2.    Untuk menghitung deviden yang kan dibagikan kepada pemilik dan yang kan ditahan dalam perusahaan.
3.    Sebagai pedoman dalam menentukan kebijaksanaan investasi dan pengambilan keputusan.
4.    Menjadi dasar dalam peramalan laba maupun kejadian ekonomi perusahaan lainnya di masa yang akan datang.
5.    Sebagai dasar dalam perhitungan dan penilaian efisiensi.
6.    Untuk menilai prestasi atau kinerja perusahaan/segmen perusahaan divisi.

Dalam akuntansi yang memiliki konsep perhitungan laba juga dikenal perbedaan pandangan dalam menghitung laba (income). Dibawah ini ada empat pendapat, yaitu :
1. Pemikiran klasik yang berpedoman pada postulat unit of measure dan prinsip historical cost yang sering disebut historical cost accounting atau conventional accounting sebagaimana yang kita anut saat ini. Konsep ini dinamakan konsep laba accounting income.
2. Pemikiran neo klasik yang mengubah postulat unit of measure dengan menerapkan perhitungan perubahan tingkat harga unum (general price level) dan tetap mempertahankan prinsip historical cost. Konsep ini dikenal dengan istilah general price level adjusted historical cost accounting (GPLA Historical Accounting). Dan perhitungan labanya disebut GPLA Accounting Income.
3. Pemikiran radikal, yang memilih harga sekarang (current value) sebagai dasar penilaian bukan historical cost lagi. Konsep ini dikenal dengan current value accounting sedang perhitungan labanya disebut current income.
4. Pemikiran neo radikal, yang menggunakan current value tetapi disesuaikan dengan perubahan tingkat harga umum. Konsep ini disebut GPLA Current Value Accounting sedangkan perhitungan labanya disebut Adjusted Current Income.
2.    Laba Menurut Konsep Akuntansi (Accounting Income)
Menurut akuntansi yang dimaksud dengan laba akuntansi adalah perbedaan antara revenue yang direalisasi yang timbul dari transaksi pada periode tertentu dihadapkan dengan biaya-biaya yang dikleuarkan pada periode tersebut. Menurut Belkaoui definisi tentang laba itu mengandung lima sifat yaitu :
1.   Laba akuntansi didasarkan pada transaksi yang benar-benar terjadi yaitu timbulnya hasil dan biaya untuk mendapatkan hasil tersebut.
2.   Laba akuntansi didasarkan pada postulat “periodik”laba itu, artinya merupakan prestasi perusahaan pada periode tertentu.
3.   Laba akuntansi didasarkan pada prinsip revenue yang memerlukan batasan tersendiri tentang pa yang termasuk hasil.
4.   Laba akuntansi memerlukan perhitungan terhadap biaya dalam bentuk biaya historis yang dikeluarkan perusahaan untuk mendapatkan hasil tertentu.
5.   Laba akuntansi didasarkan pada prinsip matching, artinya hasil dikurangi biaya yang diterima/dikeluarkan dalam periode yang sama.
Most menambahkan ciri-ciri laba akuntansi sebagai berikut :
1. Laba akuntansi menggunakan konsep periodik.
2. Laba akuntansi diperluas bukan hanya transaksi dan termasuk seluruh nilai fenomena dan periode yang dapat diukur.
3. Laba akuntansi mengizinkan agregasi kedalam kategori berupa input dan output.
4. Sehingga perbandingan input dengan output akan menghasilkan sisa.
5.  Sehingga mayoritas mereka yang berkepentingan terhadap angka itu dapat menggunakannya untuk berbagai tujuan.
Beberapa kebaikan dari kondisi laba akuntansi adalah :
·    Dapat terus menerus ditelusuri dan diuji.
·    Karena perhitungannya didasarkan pada kenyataan yang terjadi (fakta) dan dilaporkan secara objektif, perhitungan laba ini dapat diperiksa (verifiability).
·    Memenuhi prinsip conservatisme, karena yang diakui hanya laba yang direalisasi dan tidak memperhatikan perubahan nilai.
·    Dapat dijadikan sebagai alat kontrol oleh manajemen dalam melaksanakan fungsi-fungsi manajemen.
Disamping adanya keistimewaan,konsep laba juga mempunyai kelemahan yang terkandung didalamnya adalah :
a.   Tidak dapat menunjukkan laba yang belum direalisasi yang timbul dari kenaikan nilai.
b.   Sulit mengakui kebenaran jika dilakukan perbandingan. Hal ini timbul karena adanya perbedaan dalam metode menghitung cost, perbedaan waktu antara realisasi hasil dan biaya.
c.   Penerapan prinsip realisasi, historical cost, dan conservatisme dapat menimbulkan salah pengertian terhadap data yang disajikan.
Hendriksen (1992) dan Most (1982) memberikan kelemahan laba akuntansi sebagai berikut :
1.   Konsep laba akuntansi belum dirumuskan secara jelas dalam teori aluntansi.
2.   Standar akuntansi yang diterima umum masih mengandung berbagai cara yang berbeda-beda dan mengandung ketidakkonsistenan baik antar perusahaan maupun dalam suatu periode tertentu.
3.   Perubahan tingkat harga telah mengubah arti laba yang diukur berdasarkan nilai historis, sehingga perubahan nilai uang atau tingkat inflasi belum diperhitungkan dalam laporan keuangan.
4.   Kurang bermanfaat untuk keputusan jangka pendek.
5. Informasi lainnya diluar data historis dinilai lebih bermanfaat bagi investor dalam pengambilan keputusan.
6.   Kurangnya informasi fisik dan perilaku yang membuat informasi laba semakin bermanfaat.
3.    Laba Ekonomi (Economic Income)
Adam Smith menjelaskan bahwa Income adalah kenaikan dalam kekayaan. Pengertian ini diikuti oleh Marshall dkk dan dihubungkan dengan konsep praktik bisnis. Mereka membedakan modal tetap dengan modal kerja, modal fisik dan laba, dan menetapkan pada realisasi sebagai pengakuan laba. Fischer, Lindahl dan Hick menjelaskan sifat-sifat laba ekonomi yang mencakup tiga tahap sebagai berikut :
1.      Physical Income yaitu konsumen barang dan jasa pribadi yang sebenarnya memberikan kesenangan fisik dan pemenuhan kebutuhan. Laba jenis ini tidak dapat diukur.
  1. Real Income adalah ungkapan kejadian yang memberikan peningkatan terhadap kesenangan fisik. Ukuran yang dapat digunakan untuk Real Income ini adalah Biaya Hidup (Cost of Living).
  2. Money Income merupakan hasil uang yang diterima dan dimaksudkan untuk konsumsi dalam memenuhi kebutuhan hidup.
Menurut Fischer real income lebih dekat pada pengertian akuntansi tentang income. Lindahl menganggap kosep laba ekonomi sebagai “interest” yaitu merupakan yaitu merupakan penghargaan secara terus-menerus terhadap barang modal sepanjang waktu. Perbedaan antara interest dengan konsumsi yang diharapkan pada periode tertentu dianggap sebagai “saving” sehingga laba dianggap sebagai konsumsi ditambah saving. Hick mengembangkan teori Fischer dan Lindahl tentang economic income. Ia mendefinisikan personal income sebagai berikut :
Jumlah yang paling tinggi dapat dikonsumsikan seseorang selama seminggu dan dia masih mengharapkan seperti itu pada akhir minggu sebagaimana keadaannya pada awalnya
Definisi ini dapat disederhanakan menjadi :
Jumlah maksimum yang dapat dikonsumsikan pad periode tertentu dan dia masih tetap dapat mempertahankan modalnya tidak berkurang”.
Ø  Konsep Capital Maintenance
Menurut konsep ini laba baru disebut ada setelah modal yang dikeluarkan tetap masih ada (capital maintained atau return of capital) atau biaya yang dikeluarkan telah tertutupi (cost recovery) atau pengambilan modal return of capital.
Konsep ini dapat dinyatakan baik dalam ukuran uang (unit of money) yang disebut financial capital atau daam ukuran tenaga beli (general purchasing power) yang disebut physical capital.
Berdasarkan kedua konsep ini maka konsep capital maintenance menghasilkan empat konsep sebagai berikut :
Financial Capital
1.      Money Maintenance, yaitu Finacial Capital yang diukur menurut unit uang. Menurut konsep ini modal yang ditanamkan oleh pemilik tetap terpelihara. Laba menurut konsep ini adalah perubahan “net asset” dengan menyesuiakan transaksi modal yang dijabarkan dalam ukuran uang. Konsep ini sama dengan konsep yang dianut dalam Conventional Accounting.
2.      General Puchasing Power Money Maintenance, yaitu Financial Capital yang diukur menurut tenaga beli yang sama. Menurut konsep ini tenaga beli dari modal yang diinvestasikan pemilik tetap dipertahankan, sehingga menurut konsep ini laba adalah perubahan “net asset” setelah disesuaikan transaksi modal yang diukur dengan tenaga beli yang sama. Konsep ini sama dengan GAPLA Historical Cost Accounting.
3.      Produktive Capacity maintenance, yaitu Physical Capital yang diukur menurut unit uang. Menurut konsep ini kapasitas produksi perusahaan dipertahankan, kapasitas produksi dapat diartikan sebagai kapasitas fisik, kapasitas untuk berproduksi, (volume) barang dan jasa yang sama dan kapasitas produksi nilai barang dan jasa yang sama. Konsep ini sama dengan Current Value Accounting.
Current Value (nilai sekarang) dapat dihitung dengan 3 metode :
1.      Capitalization atau Present Value Method. Yaitu jumlah bersih dari arus kas (kas masuk-kas keluar) yang diharapkan diterima selama umur ekonominya yang didiskontokan pada saat sekarang. Untuk menghitung ini perlu diketahui :
a.       Arus kas yang diharapkan dari penggunaan/penjualan asset tersebut.
b.      Jangka waktu arus kas tersebut.
c.       Jumlah sisa umur aktiva tersebut.
d.      Diskount rate (tingkat diskonto).
2.      Current Entry Price, yaitu jumlah kas atau aktiva lainnya yang dibutuhkan untuk mendapatkan aktiva yang sejenis atau yang sama. Istilah yang sering adalah :
Replacement Cost Used adalah jumlah kas yang diperlukan untuk mendapatkan asset yang serupa yang memiliki umur pemakaian yang sama di pasaran barang bekas.
Reproduction Cost adalah jumlah kas atas aktiva yang diperlukan untuk mendapatkan asset yang sama persis dengtan aktiva yang ada sekarang (asset yang baru).
3.      Current Exit Price (Net Realizable Value)
Current Exit Prce adalah jumlah kas yang diterima atau utang yang dianggap lunas apabila asset tersebut dijual. Umumnya nilai ini bermakna :
a.       Harga penjualan yang ada dalam keadaan pasar bebas bukan harga yang timbul karena terpaksa.
b.      Harga jual pada saat berlngsungnya pengukuran/pencatatan.
4.      General Purchasing Power, Produktive Capacity Maintenance, yaitu Physical Capital yang diukur dengan unit tenaga beli yang sama. Menurut konsep ini kapasitas produksi fisik perusahaan yang diukur dalam unit tenaga beli yang sama dipertahankan. Konsep yang serupa dengan ini adalah GAPLA Current Value Accounting.

4.      Laba Akuntansi dan Money Income
Money Income atau disebut juga Bussiness Income berbeda dengan Accounting Income. Accounting Income adalah perbedaan antara realisasi penghasilan yang berasal dari transaksi perusahaan pada periode tertentu dikurangi dengan biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan penghasilan tersebut.
Modal adalah aktiva bersih. Laba menaikkan modal atau aktiva bersih. Laba adalah arus kekayaan sedangkan modal adalah simpanan kekayaan. Sehingga penentuan laba, yaitu penentuan kenaikkan modal yang juga menyangkut masalah harga. Modal bisa berarti financial capital di mana tekanannya adalah nilai uang dari aktiva dikurangi dengan nilai kewajiban yang merupakan kontribusi uang pemilik.
Physical capital di sini difokuskan pada kemampuan fisik dari modal untuk memproduksikan barang dan jasa bukan pada nilai uangnya. Ukurannya adalah kapasitas produksi dari aktiva yang dimiliki.
Dalam konsep Replacement Cost Income dikenal dua komponen Income, yaitu :
1. Current Operating Profit yang dihitung dari pengurangan biaya pengganti (replacement cost) dari penghasilan.
2. Realized Holding Gain and Loss yang dihitung dari perbedaan antara replacement cost dari barang yang dijual dengan biaya historis dari barang yang sama. Laba rugi ini dibagi dua yaitu :
a. Yang direalisasi dan accrued selama periode tersebut.
b. Yang direalisasi pada periode itu tetapi accrued pada periode sebelumnya.
Dari pembagian ini mka, menurut Belkaoui Accounting Income ini dapat dirumuskan sebagai berikut :
Pa = X + Y + Z
 Pa       =          Accounting Income
X         =          Current Operating Profit
Y         =          Realisasi dan “Accrued” Holding Gain periode itu
Z         =          Realisasi holding gain pada periode itu tapi accrued pada periode sebelumnya.
Money Income berbeda dengan Accounting Income dalam hal :
1.      Money Income dihitung berdasarkan nilai replacement cost, sedangkan Accounting Income berdasarkan historical cost.
2.      Money Income hanya mengakui gain yang “accrued” pada periode itu.
Sehingga dapat diketahui bahwa money income dapat dihitung sebagai berikut :
Pm = Pa – Z + W
Pm       =          Money Income
Pa        =          Accounting Income
Z          =          Realisasi holding gain ang loss pada periode itu “accrued” pada periode sebelumnya.
W        =          Holding gain and loss yang belum direalisasi.

Wednesday, 20 July 2016

TEORI AKUNTANSI : BAB 7 LAPORAN KEUANGAN



BAB 7
LAPORAN KEUANGAN

1.      PENGANTAR
Laporan keuangan adalah merupakan output dari hasil akhir dari proses akuntansi yang dipake sebagai informasi, sebagai laporan pertanggungjawaban, dan untuk menggambarkan indikatur  kesuksesan suatu perusahaan mencapai tujuannya.

2.      JENIS LAPORAN KEUANGAN
Laporan keuangan menurut PAI ada tiga :

1.      Daftar neraca yang meggambarkan posidi keuangan perusahaan pada suatu tanggal tertentu.
 Neraca juga disebut laporan kondisi keuangan yang harus selalu seimbang total aktiva yang diinventasikan perusahaan pada suatu waktu, menurut defenisi, tepat sama dengan kewajiban dan equitas pemilik yang mendukung aktiva tersebut.
   
Dalam neraca 3 kategori utama aktiva, atau penggunaan dana adalah:
1.      Aktiva lancer ( yaitu pos-pos yang berputar didalam kegiatan normal usaha untuk periode waktu yang relatif singkat seperti kas, surat berharga, piutang usaha, dan persediaan).
2.      Aktiva tetap ( seperti tanah, sumber daya mineral, bangunan, peralatan, mesin, dan kendaraan), semuanya digunakan dalam jangka panjang.
3.      Aktiva lain-lain, seperti deposit, paten, dan berbagai aktiva tak berwujud, seperti goodwill yang timbul dari akuisisi.
          
Dalam neraca sumber dana utama adalah :
1.      Kewajiban lancar, yaitu kewajiban kepada pemasok, instansi pajak, pekerja, dan pemberi pinjaman untuk hutang yang jatuh tempo dalam satu tahun.
2.      Kewajiban jangka panjang, yaitu berbagai instruman hutang yang harus dibayar setelah satu tahun, seperti hipotik dan obligasi.
3.      Ekuitas pemilik, yang menyajikan dana yang dikontribusikan oleh berbagai golongan pemilik perusahaan dan juga akumulasi laba ditahan dalam perusahaan.

PENYAJIAN DAN BENTUK NERACA
Neraca biasanya disajikan berdasarkan likuiditas perkiraannya. Biasanya perkiraan yang paling lancar dan paling dekat  dengan konversi ke kas dicatat paling atas. Kewajiban yang paling cepat harus dibayar, harus dicantumkan paling atas dalam kelompoknya. Modal yang harus ditunaikan terlebih dahulu harus ditempatkan diatas.

            BENTUK PENYAJIAN
Dalam menyajikan neraca dapat dibagi dalam tiga bentuk :
a.      Bentuk neraca staffel atau report storm
Neraca ini dilaporkan satu halaman vertical. Di sebelah atas dicantumkan total aktiva dan dibawahnya disajaikan pos kewajiban dan pos modal.
Contoh :
Bentuk neraca staffel atau report form

SALON RATNA
NERACA
Periode 31 juli 2005
 

AKTIVA

AKTIVA LANCAR
-Kas                                                                                                                 Rp  585.000,-
-Piutang usaha                                                                                                Rp    25.000,-
-Perlengkapan                                                                                                 Rp  500.000,-
-Jumlah aktiva lancar                                                                                     Rp 1.110.000,-
AKTIVA TETAP
-Gedung                                                                    Rp 20.000.000,-
-Peralatan                                         Rp 7.000.000,-
-Akumulasi penyusutan peralatan (Rp     140.000’-)
          Rp  6.860.000,-
Jumlah aktiva tetap                                                                                              Rp.26.860.000,-TOTAL AKTIVA                                                                                                           Rp 27.970.000,-

PASSIVA
UTANG LANCAR
-Utang usaha                                                                                                   Rp  2.000.000,-

MODAL USAHA
Modal Ny.Ratna                                                                                               Rp 25.970.000,-
TOTAL PASSIVA                                                                                                Rp.27.970.000,-



b.      Bentuk kedua neraca skontro atau Account Form
Di sini aktiva disajikan disebelah kiri (di Inggris di kanan) dan kewajiban dan modal ditempatkan disebelah kanan sehingga penyajiannya sebelah menyebelah.





Contoh :

SALON RATNA
NERACA
Periode 31 juli 2005
AKTIVA                                                                                       PASSIVA
AKTIVA LANCAR                                                             UTANG LANCAR
-Kas                                                     Rp  585.000,-      -Utang usaha                      Rp 2.000.000,-
-Piutang usaha                                    Rp    25.000,-
-Perlengkapan                                    Rp  500.000,-
Jumlah aktiva lancar                           Rp.1.110.000,-   

AKTIVA TETAP                                                                 MODAL USAHA
-Gedung                      Rp 20.000.000,-                           - Modal Ny. Ratna              Rp 25.970.000,-
-Peralatan                   Rp   7.000.000,-
-Akum.peny.peralatan (Rp    140.000,-)                                            
Jumlah aktiva tetap                            Rp 26.860.000,-                      
TOTAL AKTIVA                                     Rp 27.970.000,-   TOTAL PASSIVA                 Rp 27.970.000,-





c.       Bentuk yang menyajikan posisi keuangan (Financial position form)


                    
2.      Perhitungan Laba Rugi yang menggambarkan jumlah hasil, biaya dan Laba/Rugi perusahaan pada periode tertentu.
            Laba atau rugi yang dihitung dalam laporan akan meningkatkan atau menurunkan ekuitas pemilik pada neraca. Jadi laporan laba rugi adalah tambahan yang penting bagi neraca dalam menjelaskan komponen utama yang mengubah modal pemilik dan juga menyediakan informasi penting penilaian kinerja.
             Laporan laba rugi memuat pendapatan untuk periode tertentu serta biaya dan beban yang diperlukan. Laporan ini menyajikan upaya terbaik akuntan perusahaan untuk menandingkan pos pendapatan yang relevan dengan pos beban (expense).

3.      Laporan dan penggunaan dana
              Di sini dimuat sumber dan pengeluaran perusahaan selama satu periode. Para ahli menjelaskan bahwa Neraca adalah laporan yang menggambarkan keadaan masa kini, Laba Rugi menggambarkan keadaan masa lalu dan Laporan Perubahan Dana menggambarkan keadaan masa yang akan datang.

             Yang sering menjadi masalah dalam laporan ini adalah mengenai pengertian dana.
              Dana dapat diartikan macam-macam :
1.      Dana adalah Kas
2.      Dana adalah Aktiva Cepat (Quick Assets)
3.      Dana adalah Monetery Assets 
4.      Dana adalah Aktiva Lancar
5.      Dana adalah Modal Kerja (Aktiva Lancar dikurangi Utang Lancar)
6.      Dana diartikan sebagai keseluruhan
       Orang sering memberikan jenis laporan keuangan lain seperti :
1.      Daftar laba ditahan (Retairned Earning Statement)
2.      Daftar Perubahan Modal (Capital Statement)
3.      Daftar perhitungan Perhitungan Harga Pokok (Cost of Good Manufactured  Statement)



3. ISI DAN  ELEMEN LAPORAN KEUANGAN
              Ada  tiga hal penting yang harus diingat dalam mempertimbangkan apakah suatu transaksi   dapat dianggap sebagai elemen laporan keuangan atau tidak :
1.      Konsep income dalam istilah tadi harus dianggap lebih luas daripada istilah income menurut akuntansi secara tradisional’
2.      Pengertian asset, liabilities, equity, menyangkut pada jumlah sumber kekayaan , klaim terhadap sumber- sumber tadi pada suatu waktu tertentu ( per tanggal tertentu ) sedangkan pengertian revenues , expense, gain, dan losses menyangkut pengaruh transaksi , kejadian selama priode tertentu ( dari satu tanggal ke tanggal yang lain )
3.      Nilai asset , liabilities, equity dianggap berubah akibat pengaruh revenue, expense, gains, loses. Dengan demikian laporan keuangan dianggap memiliki kaitan antara satu dengan yang lain.

Menurut statement orang financial accounting concepts (SFAC) no. 6 elemen akuntansi
Dalah assets, liabilities, owners, equity, revenues, gains, expenses, dan loses.
a.      Asset ( harta, aktiva)
FASB (1985) memberikan definisi sebagai berikut:
  Asset adalah kemungkinan keuntungan ekonomi yang diperoleh atau dikuasai di masa yang akan datang oleh lembaga yang tertentu sebagai akibat transaksi atau kejadian yang sudah berlalu”.

Pengakuan dan penilaian Aktiva dan Kewajiban
      Prinsip yang berlaku dalam pengakuan dan penilaian aktiva dan kewajiban sesuai yang digariskan APB adalah sebagai berikut:
“ pencatatan aktiva diadasarkan pada kejadian kapan perusahaan mendapatkan kekayaan atau aktiva itudari pihak lain sedangkan kewajiban kapan kewajiban muncul kepada pihak lain. Penilain keduanya didasarkan pada nilai tukar, nilai pengorbanan ( exchange atau market price) pada saat pengalihan terjadi. Nilai itu di sebut acquisition cost.

      Nilai yang sering dipakai dalam penilaian aktiva adalah:
1.      Book value adalah harga buku yang diperoleh dari nilai perolehan historis dikurangi akumulasi penyusutan yang telah dibebankan kepada pendapatan.
2.      Replacement cost adalah nilai barang dimaksud jika dig anti dengan barang lain yang sama.
3.      Selling price adalah harga penjualan.
4.      Net realizable value, harga jual dikurangi biaya penjualannya.
b.      Kewajiban / Utang ( liabilities)
Definisi kewajiban menurut FASB adalah sebagai berikut:
“ … kemungkinan pengorbanan kekayaan ekonomis dimasa yang akan datang yang timbul akibat kewajiban perusahaan sekarang untuk memberikan harta atau memberikan jasa kepada pihak lain dimasa yang akan datang sebagai akibat suatu transaksi atau kejadian yang sudah terjadi”.

            Pengakuan dan Penilaian kewajiban
                        Menurut APB Statement nomor 4 serta SFAC No 5 kewajiban dinilai sebesar kejadian dalam transaksi, biasanya jumlah yang akan dibayar dimasa yang akan datang biasanya didiskontokan (dinilai berdasarkan present value untuk jangka panjang), sejumlah nilai pertukaran, sejumlah nilai nominal.

c.       Modal Pemilik (Owner’s Equity)
Equity adalah “ suatu hak yang tersisah atas aktiva suatu lembaga ( entity ) setelah dikurangi kewajibannya “. Dalam perusahaan equity adalah modal pemilik ( propriety theory ).
Dalam perusahaan perseorangan nilai modal ini merupakan modal pemiliknya sendiri. Sedangkan dalam perusahaan perseorangan perlu dibedakan antara modal setor dengan modal karena pendapatan ( retained earnings ). Modal setor dibagi dalam : modal statuter (leagal capital) dan modal lainnya. Modal statute adalah jumlah batas kewajiban pemilik. Modal lainnya seperti agio saham, modal donasi, modal dari pengeluaran kembali treasury stock, stock option, dan sebagainya.
Laba ditahan terdiri dari laba tahunan, penyesuaian atau koreksi tahun sebelumnya dan besaran dividen.

              Pengakuan dan Penilaian Modal
                        Penilaian terhadap transaksi modal ini sama dengan penilaian pada harta dan kewajiban yaitu berdasarkan harga pasar pada saat terjadinya transaksi.

d.      Hasil ( revenue)
Revenue menurut devinisi FASB adalah :
            revenue sebagai arus masuk atau peningkatan nilai asset dari suatu entity atau penyelesaian kewajiban dari entity atau gabungan keduanya selama priode tertentu yang berasal dari penyerahan / produksi barang, pemberian jasa atas pelaksana kegiatan lainnya merupakan kegiatan utama perusahaan yang sedang berjalan “.

Pengakuan Penghasilan
     kapan revenue dianggap sebagai penghasilan. Secara teoritis pertanyaan ini dapat dianggap sebagai berikut:
“ Suatu penghasilan akan diakui sebagai penghasilan pada priode kapan kegiatan utama yang perlu untuk menciptakan dan menjual barang dan jasa itu telah selesai”.
Dalam hal waktu yang dimaksud disini ada empat alternatif :
1.      Selama produksi
2.      Pada saat proses produksi selesai
3.      Pada saat penjualan
4.      Pada saat penagihan kas


e.      Biaya ( expense )
Biaya menurut Committe on terminology adalah : “ Semua biaya yang telah dikenakan dan dapat dikurangkan pada penghasilan “.
Biaya biasanya dibagi dalam tiga golongan :
1.      Biaya yang dihubungkan dengan penghasilan pada priode itu.
2.      Biaya yang dihubungkan dengan priode tertentu yang tidak dikaitkan dengan penghasilan.
3.      Biaya yang karena alasan praktis tidak dapat dikaitkan dengan priode manapun.


f.        Gains ( Laba/Keuntungan dari transaksi tertentu yang sifatnya Insidentil )
Gains adalah naiknya nilai equity dari transaksi yang sifatnya insidentil dan bukan kegiatan utama entity dan dari transaksi / kejadian lainnya yang mempengaruhi entity selama satu priode tertentu kecuali yang berasal dari hasil atau investasi dari pemilik.


g.      Loses ( Rugi dari transaksi tertentu yang sifatnya insidentil )
Loses adalah turunya nilai equity dari transaksi yang sifatnya insidentil dan bukan kegiatan utama entity dan dari seluruh transaksi kejadian lainnya yang mempengaruhi entity selama priode tertentu kecuali yang berasal dari biaya atau pemberian kepada pemilik ( prive).



4. INCOME SMOOTHING
       Income smoothing adalah upaya menstabilkan laba. Income smoothig biasanya dilakukan dengan berbagai cara :
1.      Mengatur kejadian transaksi .
2.      Memilih prinsip atau metode alokasi.
3.      Mengatur penggolongan antara laba opersi normal dan laba yang bukan dari operasi normal.


5. KETERBATASAN LAPORAN KEUANGAN
            Menurut PAI sifat dan keterbatasan laporan keuangan adalah :
1.      Laporan keuangan bersifat historis, yaitu merupakan laporan atas kejadian yang telah lewat. Karenanya , laporan keuangan tidak dapat dianggap sebagai satu-satunya sumber informasi dalam proses pengambilan keputusan ekonomi.
2.      Laporan Keuangan bersifat umum dan bukan dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan pihak tertentu.
3.      Proses penyusunan laporan keuangan tidak luput dari penggunaan taksiran dan berbagai pertimbangan.
4.      Akuntansi hanya melaporkan informasi yang material. Demikian pula , penerapan prinsip akuntansi terhadap suatu fakta atau pos tertentu mungkin tidak dilaksanakan jika hal ini tidak menimbulkan pengaruh yang material terhadap kelayakan laporan keuangan.
5.      Laporan keuangan bersifat konserfatif dalam menghadapi ketidakpastian; bila terdapat beberapa kemungkinan kesimpulan yang tidak pasti mengenai penilaian suatu pos, maka lazimnya dipilih alternative yang menghasilkan laba bersih atau nilai aktiva yang paling kecil.
6.      Laporan keuangan lebih menekankan pada makna ekonomis suatu peristiwa/transaksi dari pada bentuk hukumnya (formalitas). ( substance over form ).
7.      Laporan Keuangan disusun dengan menggunakan istilah-istilah teknis, dan pemakai laporan diasumsikan memahami bahasa teknis akuntansi dan sifat dari informasi yang dilaporkan.
8.      Adanya berbagai alternatif metode akuntansi yang dapat digunakan menimbulkan variasi dalam pengukuran sumber-sumber ekonomis dan tingkat kesuksesan antar perusahaan.
9.      Informasi yang bersifat kualitatif dan fakta yang tidak dapat dikuantifikasikan umumnya diabaikan.