Wednesday, 30 December 2015
Thursday, 9 July 2015
pengawasan karyawan dalam meningkatkan efisiensi kerja karyawan pada pt antam tbk.pdf - 143 KB
Posted by Bisnis Pulsa On 00:48
PELAKSANAAN DISIPLIN KERJA DALAM MENUNJANG KINERJA PEGAWAI
Posted by Bisnis Pulsa On 00:13
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Semakin dihadapkannya pembangunan nasional dewasa
ini dengan tugas dan tantangan yang senantiasa meningkat seiring dengan
tuntutan perubahan baik secara nasional maupun secara global. Untuk itu
diperlukan aparat yang profesional dan berdisiplen tinggi demi suksesnya
pembangunan.
Profisionalisme dan disiplin aparat disadari
merupakan asset termahal dan terpenting pada suatu organisasi adalah tenaga
kerja manusia. Peranannya sebagai pemikir dalam mengelola segenap kegiatan
organisasi, manusialah pada akhirnya memanfaatkan dan mengerjakan sumber daya
lainnya seperti dana, materil dan sarana kerja. Oleh karena itu, usaha
pengembangan dan pembinaan sumber daya manusia yang memungkinkan segenap
tugas-tugas pembangunan dan pemerintahan dapat terlaksana secara efisien dan
efektif.
Salah satu bentuk pembinaan yang dapat dilakukan
untuk meningkatkan efisiensi dan prestasi kerja pegawai dalam melaksanakan
tugas pokoknya maupun organisasinya adalah melalui penegakkan disiplin. Hal ini
maksudkan agar pegawai di dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari senantiasa
patuh dan taat kepada berbagai ketentuan yang berlaku. Dengan harapan melalui
kepatuhan tersebut, pegawai atau karyawan diharapkan menunjukan prestasi kerja
yang tinggi.
Untuk menciptakan dan meningkatkan disiplin yang
lebih luas dalam masyarakat, maka pada tahun 1995 pemerintah telah mencanangkan
suatu kebijakan yang disebut “Gerakan Disiplin Nasional’ kondisi disiplin
nasional yang diharapkan di lingkungan aparatur pemerintah adalah terwujudnya
aparatur yang bersih dan karakter sebagai hasil gerakan disiplin nasional
(GDN).
Keputusan para pegawai terhadap ketentuan yang
berlaku akan prestasi kerja. Hal ini dapat dipahami karena adanya disiplin maka
segala bentuk kesalahan, penyimpangan dan pemborosan dapat dicegah. Karena
itulah pemerintah mencanangkan gerakan disiplin nasional yang diarahkan pada
terciptanya budaya tertib dan budaya kerja dimana ditandai dengan sikap
disiplin merupakan persyaratan bagi tingkat prestasi kerja maksimal. Sinungan
(1992: 135) mengemukakan bahwa disiplin itu dapat dikembangkan melalui suatu
latihan antara lain dengan bekerja menghargai waktu, tenaga dan biaya.
Disiplin pegawai sebagai aparatur pemerintah begitu
dirasakan pentingnya pada struktur pemerintah baik ditingkat atas sampai pada
tingkat bawah yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat yang salah
satunya pemerintah kecamatan. Kinerja pegawai yang selenggarakan pada Sekretariat
Daerah Kabupaten Konawe Utara Kabupaten Konawe Utara secara umum masih kurang
baik, hal ini dapat dilihat pada pengamatan awal, dimana para pegawai memiliki
kinerja yang kurang memuaskan, hal ini disebabkan kurangya disilpin kerja
pegawai pada Sekretariat Daerah Kabupaten Konawe Utara Kabupaten Konawe Utara.
Lebih lanjut pengamatan awal pada Sekretariat Daerah
Kabupaten Konawe Utara Kabupaten Konawe Utara terdapat indikasi bahwa pelayanan
kepada masyarakat masih kurang memuaskan.
Data kehadiran selama 4 bulan terakhir mulai dari April
2014 sampai dengan September 2014 tampak adanya perbedaan yang menyolok. Daftar
hadir sebagai catatan administrasi dapat dikatakan tanpa alfa ataupun
meninggalkan tugas. Tetapi dalam kenyataannya hanya sedikit pegawai yang hadir
secara nyata memberikan pelayanan kepada masyarakat, rendahnya disiplin pegawai
tentu berdampak pada menurunya kerja pegawai antara lain dalam bentuk tunggakan
kerja setiap bulan, pemborosan dan berbagai bentuk penyimpangan lainnya.
Pembinaan pegawai antara lain diperhatikan adanya peraturan disiplin yang memuat
pokok-pokok kewajiban, larangan dan sanksi apabila larangan tersebut tidak
ditaati. Dengan demikian pegawai sebagai aktor pembangunan dapat dibina,
diarahkan didayagunakan dengan baik sehingga pelaksanaan tugasnya dapat
berjalan dengan lancar, efisiensi dan efektif.
B.
Rumusan
Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah dan pemikiran
tersebut di atas maka permasalahan penelitian ini adalah sebagai berikut:
- Bagaimana pelaksanaan disiplin pada Sekretariat Daerah Kabupaten Konawe Utara Kabupaten Konawe Utara.
- Bagaimana kinerja pegawai Sekretariat Daerah Kabupaten Konawe Utara Kabupaten Konawe Utara.
C.
Tujuan
Penelitian
Adapun tujuan penelitian sebagai berikut:
- Untuk mengetahui disiplin pegawai Sekretariat Daerah Kabupaten Konawe Utara Kabupaten Konawe Utara.
- Untuk mengetahui kinerja pegawai Sekretariat Daerah Kabupaten Konawe Utara Kabupaten Konawe Utara.
D.
Manfaat
Penelitian
Adapun manfaat penelitia ini adalah sebagai berikut:
1.
Sebagai bahan informasi kepada segenap
unsur pimpinan maupun pegawai di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Konawe
Utara Kabupaten Konawe Utara bahkan semua pihak yang memerlukan dalam upaya
peningkatan prestasi kerja.
2.
Sebagai bahan rujukan (referensi) kepada
yang berminat untuk mengadakan penelitian yang lebih luas dan mendalam terhadap
masalah yang serupa di masa yang akan datang.
untuk mendapatkan SKRIPSI lengkap hubungi :
Emile : rian_april1992@yahoo.co.id atau 081322912171
u
Pengelolaan Administrasi Keuangan Desa dalam Menunjang Pelaksanaan Program Pembangunan pada Desa Wakontu Kecamatan Wadaga Kabupaten Muna Barat
Posted by Bisnis Pulsa On 00:06
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Di era otonomi daerah, setiap daerah mempunyai
wewenang untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas
otonomi daerah dan tugas pembantuan. Desa ataupun dengan sebutan lainnya
sebagai salah satu bagian dari pemerintahan daerah, juga mempunyai otonomi.
Otonomi desa ini telah diakui dalam Undang-Undang Pemerintahan Daerah. Dalam UU
No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah disebutkan bahwa Desa atau yang
disebut dengan nama lain, selanjutnya disebut desa adalah kesatuan hukum yang
memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus
kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal-usul dan adat istiadat
setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintahan Negara Kesatuan
Republik Indonesia.
Pengelolaan Administrasu keuangan desa harus dilakukan secara efektif.
Efektif pemerintahan desa yang dimaksud adalah keseluruhan kemampuan perangkat
desa dalam mengelola keuangan desa dalam membiayai kegiatan-kegiatan bidang
pemerintahan, pembangunan, pelayanan publik, dan kegiatan sosial serta
kemasyarakatan lainnya yang didalamnya terpeliharanya hubungan, sehingga dalam
aplikasinya organisasi tersebut mampu mencapai tujuan dan berbagai sasaran yang
telah ditetapkan dengan pengorbanan operasional yang secara rasio lebih kecil
dibanding dengan hasil yang dicapai.
Untuk mengharapkan agar terdapat peningkatan, baik
dalam penyelenggaraan administrasi keuangan Pemerintahan Desa dan pelayanan
masyarakat maka dibutuhkan pengelolaan data yang baik diperlukan adanya suatu komunikasi. Salah satu bentuk komunikasi adalah dengan
menggunakan surat atau
dokumen-dokumen penting lainnya. Untuk itu penanganan administrasi keuangan desa masalah surat-surat dan dokumen seperti
kwitansi dalam suatu organisasi perlu ditata dengan baik agar apabila suatu waktu dibutuhkan untuk dipergunakan kembali
dapat dengan mudah diketemukan kembali.
Kegiatan menghimpun dan mengelola surat
dokumen-dokumen atau warkat penting
lainnya dikenal dengan sebutan “kearsipan” utamanya dalam pengelolaan
administrasi keuangan desa. Kearsipan sangat berperan penting dalam mengelola administrasi keuangan desa sebagai
pusat ingatan dan sumber informasi pengeluaran
dan pemasukan keuangan dalam rangka melaksanakan kegiatan perencanaan, menganalisis perumusan kebijakan,
pengambilan keputusan, pertanggung jawaban
serta evaluasi. Oleh sebab itu untuk dapat memberikan pelayanan informasi yang lengkap, cepat dan benar
haruslah ada Sistim dan prosedur kerja yang
baik dalam pengelolaan administrasi keuangan desa.
Pengelolaan admninistrasi keuangan desa sesuai dengan fungsi dan peranannya sebagai
sumber fakta dan data atau informasi keuangan terhadap kebutuhan pemecahan setiap persoalan yang
dihadapi manusia baik di kantor maupun di rumah dalam hal ini
pelaksanaan program pembangunan,
maka perhatian terhadap upaya-upaya pembenahan dan penataan pengelolaan
administrasi keuangan desa yang
dilakukan di seluruh level dan jenjang birokrasi perkantoran mutlak diperlukan
guna menunjang pelaksanaan program pembangunan desa. Selain itu pengelolaan administrasi keuangan desa juga merupakan salah satu
bahan untuk usaha-usaha penelitian ilmiah dalam mempelajari persoalan-persoalan tertentu akan lebih mudah bilamana bahan-bahan
kearsipan terkumpul, tersimpan
baik dan teratur. Upaya-upaya perubahan dan penyempurnaan Sistim tersebut tidak saja semata-mata diarahkan kepada semua instansi birokrasi pemerintahan pada
tingkat pusat akan tetapi juga
instansi pada jajaran pemerintah di tingkat daerah, baik instansi vertikal
maupun dinas-dinas otonom.
Namun
apabila kita melihat kondisi pengelolaan administrasi keuangan desa kita sekarang ini sangat memprihatinkan,
tidak saja dari segi pemeliharaan dan keamanan arsip-arsrip maupun bukti pengeluaran dan pemasukan
keuangan, tetapi juga sistem penyimpanannya, sehingga
mengakibatkan arsip-arsip sulit ditemukan kembali apabila sewaktu-waktu
diperlukan. Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan arsip
belum mendapat perhatian sebagaimana mestinya.
Sehubungan
dengan hal tersebut di atas, maka pemerintah Indonesia sejak sebelum maupun
sesudah berlakunya Undang-undang Nomor 7 Tahun 1971, Tentang Pokok-Pokok
Kearsipan Nasional telah mengambil berbagai langkah kebijaksanaan guna
membenahi, membina dan meningkatkan kualitas pengelolaan administrasi
keuangan desa yaitu dangan
memperbaharui dan menyempurnakan Sistim kearsipan klasik warisan kolonial
Belanda yang dinilai sudah tidak dapat lagi mengimbangi kemajuan ilmu
pengetahuan dan teknologi serta kompleksitas permasalahan administrasi
manajemen yang semakin berkembang akhir-akhir ini.
Meskipun
pemerintah telah mengambil berbagai langkah kebijaksanaan guna membenahi,
membina dan meningkatkan kualitas pengelolaan atau penataan administrasi
keuangan nasional, namun menurut
Wursanto (1999:28) mengatakan bahwa kondisi kearsipan pada kantor-kantor
penyelenggara pemerintahan baik ditingkat pusat maupun pada tingkat daerah pada
umumnya masih sangat memprihatinkan, artinya pada kantor-kantor pemerintahan,
maupun swasta sampai saat ini belum sepenuhnya memperhatikan secara serius
system pembinaan dan penataan kearsipan dalam lingkungan organisasinya
masing-masing sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Salah satu kendala yang dihadapi oleh desa yaitu
masih lemahnya kemampuan pemerintah desa baik dari segi pendidikan,
pengetahuan, pandangan, dan wawasan dalam mendorong dan mengarahkan masyarakat
sehingga kurang efektif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Keberadaan pemerintah desa sebagai organ pemerintahan paling bawah yang
mengetahui kondisi secara pasti kondisi dan permasalahan yang ada di
wilayahnya. Peran pemerintah desa sangat penting dalam masyarakat desa. Oleh
sebab itu Pemerintah Desa di tuntut untuk memiliki kemampuan yang tinggi dalam
melaksanakan tugas dan fungsinya terhadap uta,anya dalam mengelola administrasi
keuangan desa dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Menurut pengamatan awal penulis pengelolaan
administrasi keuangan desa, pada desa Wakontu Kecamatan Wadaga Kabupaten Muna
Barat belum berjalan dengan baik. Hal ini dikarenakan perangkat desa yang dalam
kegiatan sehari-hari tampak tidak menekuni pekerjaan yang berhubungan tugas dan
fungsinya, masih kurang mampu mengelola arsip-arsip desa seperti bukti-bukti
pengeluaran dan pemasukan keuangan desa yang memiliki peran penting dalam
penyelenggaraan pemerintahanya tidak terlelola dengan baik karena bukti-bukti
tersebut langsung dibuang. Kenyataan menunjukkan bahwa pemerintah desa masih lemah dalam peranannya
sebagai birokrasi desa utamanya dalam menangani dan mengelola administrasi
keuangan desa, di mana dalam pelayanan masyarakat perangkat desa sering kali
masih bergantung kepada kepala desa, sehingga masyarakat terkadang mengeluh.
Ketidak mampuan perangkat desa dalam menjalankan tugas dan wewenangnya dalam
mengelola arsip dan dokumentasi desa hal ini kemungkinan besar sangat
dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan dan pengalaman perangkat desa dalam
mengelola administrasi keuangan desa. Sehingga hal ini menyebabkan kepala desa
sering kali dinilai tidak mampu untuk menjalankan sendiri roda pemerintahan
dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya. Mengenai rendahnya pengelolaan administrasi
keuangan desa juga diakui sekertaris desa Wakontu, hal ini terungkap saat
wawancara peneliti dengan beliau mengungkapkan sebagai berikut:
“memang saya
akui kalau pengelolaan administrasi utamanya pengalolaan administrasi keuangan
desa itu masi sangat kurang transparan atau bias dibilang kurang baik, karena memang
dalam pengeluaran maupun penerimaan keuangan desa itu tidak ada catatan yang
menerangkan itu, tidak ada bukti sehingga terkesan ada penyimpangan. Jadi
walaupun sebenarnya tidak ada penyimpangan tapi klu tidak ada arsip atau bukti
yang menerangkan atau menguatkan pengeluaran maupun pemasukan keuangan desa ini
lita lemah dan sangat sulit nanti klu mau pertanggung jawaban kita.”
(Wawancara, Oktober 2014)
Uraian di atas, jelas bahwa ketidakmampuan pemerintah
desa dalam menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik utamanya dalam
pelaksanaan Pengelolaan administrasi keuangan desa. Melihat latar belakang
tersebut sehingga penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengelolaan
Administrasi Keuangan Desa dalam Menunjang
Pelaksanaan Program Pembangunan pada Desa Wakontu Kecamatan Wadaga Kabupaten Muna
Barat”.
B.
Rumusan
Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang tersebut,
penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.
Bagaiman Pengelolaan Administrasi
Keuangan Desa Wakontu Kecamatan Wadaga
Kabupaten Muna Barat?
- Bagaimana pelaksanaan Program Pembangunan pada Desa Wakontu Kecamatan Wadaga Kabupaten Muna Barat?
C.
Tujuan
Penelitian
Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.
Untuk mengetahui Pengelolaan Administrasi Keuangan pada
Desa Wakontu Kecamatan Wadaga Kabupaten Muna Barat.
2.
Untuk mengetahui pelaksanaan Program Pembangunan di
Desa Wakontu Kecamatan Wadaga Kabupaten Muna Barat.
D.
Manfaat
Penelitian
Adapun manfaat penelitiam ini adalah :
1.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat
menjadi bahan masukan bagi Pemerintah Kabupaten Muna Barat khususnya di Desa
Wakontu Kecamatan Wadaga Kabupaten Muna Barat tentang pengelolaan administrasi
keuangan desa.
- Sebagai wahana pengembangan ilmu-ilmu sosial, khususnya ilmu Administrasi Negara.
- Menjadi bahan pembanding dan informasi bagi para peneliti lain dalam mengkaji secara lebih mendalam yang memiliki kesamaan dengan penelitian ini.
- Sebagai bahan pemikiran alternatif pemecahan masalah yang dituangkan dalam tulisan ini dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan pengambilan keputusan di masa yang akan datang.
emile : rian_april1992@yahoo.co.id atau 081322912171
Wednesday, 8 July 2015
Pengaawasan Karyawan Dalam Meningkatkan Efisiensi Kerja Pada PT. Antam Tbk Unit Bisnis Pertambangan Nikel Kabupaten Kolaka Provinsi Sulawesi Tenggara
Posted by Bisnis Pulsa On 22:12
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Di Era Modern sekarang ini setiap
perusahaan swasta maupun instansi pemerintah di tuntutut untuk dapat
beroperasional dengan efektif dan efisien. Hal ini merujuk pada tantangan yang
saat ini semakin besar ditambah lagi perusahaan
dibayang-bayang dengan adanya perdagangan bebas yang tentunya akan lebih
mengentalkan persaingan antar perusahaan. Untuk dapat bertahan dari persaingan
itu maka perusahaan harus melakukan pengawasan karyawanya guna menjamin
efisiensi kerja perusahaan.
Pengawasan merupakan salah satu
upaya untuk meningkatkan produktifitas perusahaan, dengan pelaksanaan
pengawasan akan menjamin terlaksanaan sebuah pekerjaan sesuai dengan apa yang
telah digariskan dan direncanakan oleh perusahaan selanjutnya dengan pengawasan
tersebut dapat meningkatkan efisiensi kerja perusahaan.
Hal menunjukan bahwa
perusahaan-perusahaan sekarang ini diperhadapkan dengan persaingan yang ketat
dan tengah berkompetisi untuk tetap menjaga eksistensinya hingga dimasa yang
akan datang dan salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan pengawasan
terhadap karyawanya untuk peningkatan efisiensi kerja organisasi maupun
perusahaan. Artinya bahwa jika perusahaan tidak melakukan pengawasan terhadap
pelaksanaan pekerjaan perusahaanya, maka
tidak akan mampu bertahan dalam ketatnya persaingan antar perusahaan demikian
halnya dengan efisiensi kerja, apabila perusahaan tidak dapat meningkatkan
efisiensi kerja karyawanya maka perusahaan tersebut akan tersingkir dari
persaingan bisnis.
Berdasarkan pengamatan yang penulis
lakukan pada PT. Antam Tbk Unit Bisnis
Pertambangan Nikel Kolaka, nampak bahwa belum adanya pengawasan yang berarti
terhadap kegiatan karyawan perusahaan kemudian sikap dan perilaku kerja karyawan
yang kurang menunjang bagi pencapaian tujuan perusahaan sehingga perlu adanya
peningkatan kinerja. Salah satu kenyataan penulis lihat adalah belum
terciptanya penggunaan waktu kerja oleh karyawan setiap hari kerja. Masih
sering terlihat ada karyawan yang meninggalkan ruangan kerja atau meja kerjanya
untuk mengurus keperluan-keperluan yang bersifat pribadi pada jam kerja.
Hal tersebut juga digambarkan pada target dan pencapaian
penjualan Nikel selama 4 tahun terakhir. Berikut ini merupakan data target dan
hasil penjualan yang dicapai PT. Antam Tbk Unit Bisnis Pertambangan Nikel
Kolaka mengalami kenaikan dan penurunan
dalam pencapaian target dan hasil setiap tahunya.
Tabel
1.1.
Target
dan Hasil Penjualan
PT.
Antam Tbk Unit Bisnis Pertambangan Nikel Kabupaten Kolaka
Tahun
2010 Sampai Dengan Tahun 2013
No.
|
Tahun
|
Total
Target Penjualan
Per Tahun (Rp)
|
Total
Penjualan Pertahun (Rp)
|
Persentase
(%)
|
1
|
2010
|
892.178.984.000
|
816.324.511.500
|
91,50
|
2
|
2011
|
1.358.581.697.000
|
1.293.650.532.000
|
95,22
|
3
|
2012
|
1.500.855.308.000
|
1.616.397.129.000
|
107,70
|
4
|
2013
|
2.701.695.292.000
|
2.453.875.930.000
|
93,83
|
Sumber:
PT. Antam Tbk Unit Bisnis Pertambangan Nikel Kolaka
Berdasarkan Tabel diatas menunjukan
pencapaian target dan hasil penjualan dalam kurung 4 tahun mengalami kenaikan
dan penurunan persentasi (%) dari perbandingan antara total realisasi dengan
total target yang dicapai setiap tahunya. Pada tahun 2008 merupakan persentase
sebesar 107,70% dan persentasi
pencapaian target terendah terjadi pada
tahun 2010 yaitu sebesar 91,50%. Dan sisusul
pada tahun 2013 dan tahun 2011.
Dari tabel diatas menunjukan target
dan hasil penjualan mengalami kenaikan dan perubahan ini menunjukan efisiensi
kerja karyawan belum stabil. Penyimpangan atau penyelewengan harus dikembalikan
pada jalurnya, dengan melaksanakan pengawasan pada kinerja karyawan diharapkan
dapat mengetahui sejauh mana kegiatan yang dilakukan oleh karyawan dapat
mencapai sasaran dan tujuan yang ditetapkan sehingga benar-benar mampu menjamin
efeltivitas kerja karyawan dalam suatu organisasi.
Pandangan di atas menunjukan bahwa
pelaksanaan pengawasan kinerja karyawan bukanlah merupakan hal yang mudah.
Kurangnya
pelaksanaan pengawasan membawa dampak berupa menurunnya kinerja pegawai, antara
lain dalam bentuk tidak tercapainya sasaran tugas sesuai rencana, banyaknya
tunggakan kerja dan sering terjadi kesalahan, dan pemborosan dan berbagai
bentuk penyimpangan lainnya. Indikasi konkritnya dapat dilihat dari aspek
kehadiran karyawan yang relatif cukup rendah.
Pengawasa
yang dilakukan oleh perusahaan ini sangat membutuhkan laporan pencapaian target
dan realisasi perusahaan setiap tahunya pencapaian Pelaksanaan pengawasan
terhadap karyawan merupakan salah satu tugas pokok PT. Antam Tbk Unit Bisnis Pertambangan
Nikel Kolaka, dimana susunan organisasi pada PT. Antam Tbk Unit Bisnis
Pertambangan Nikel Kolaka, terdapat. Kinerja karyawan yang dilakukan oleh PT.
Antam Tbk Unit Bisnis Pertambangan Nikel Kolaka sangat ditentukan oleh
kemampuan aparat pelaksanaannya, serta sarana penunjang.
Kinerja karyawan yang dilakukan oleh pimpian
pada PT. Antam Tbk Unit Bisnis
Pertambangan Nikel Kolaka, secara umum masih kurang baik, hal ini dapat dilihat
pada pengamatan awal, dimana para karyawan masih sering keluar pada saat jam
kantor lebih dan terlmbat datang kemudian pulang lebih awal , hal ini
menunjukan perlunya ada pengawsan dan peningkatan kinerja karyawan pada PT.
Antam Tbk Unit Bisnis Pertambangan Nikel Kolaka.
Maka dengan demikian pelaksanaan pekerjaan
perusahaan dapat ditafsirkan sebagai tanggung jawab pihak perusahaan atas
kegiatan yang ditujukan untuk kepentingan perusahaan serta pemberian pelayanan
masyarakat yang mengandung adanya unsur-unsur perhatian dan kesediaan seta
kesiapan dari pelaksana kesiapan tersebut. Untuk itu karyawan tentunya lebih
mengkatkan keterampilan atau keahlian dan semangat yang tinggi sebagai unit
kerja, sehingga pelayanan dapat secara maksimal diterima dan memberikan
kepuasan bagi perusahaan dan masyarakat.
Belum terlaksananya pengawasan dan peningkatan
kinerja karyawan pada PT. Antam Tbk Unit Bisnis Pertambangan Nikel Kolaka
diperkuat dengan hasil wawancara penulis dengan salah seorang Staf yang ada
di kantor PT. Antam Tbk Unit Bisnis
Pertambangan Nikel Kolaka bapak Arief Bianto (34 Tahun), Dari hasil wawancara
tersebut terungkap sebagai berikut:
“memang kita akui, kalau pelaksanaan
pengawasan di tempat kerja kami belum terlaksana dengan optimal karena bisa
anda liat sendiri masi ada teman-teman yang datang terlambat duluan pulang lagi
inikan tidak sesuai dengan aturan minimal itu 8 jam waktu kita untuk
perusahaan. Dan ini juga berpengaruh pada efisiensi kerja kita, karena
rendahnya pengawasan ini juga namapak dari pencapaian target kita data dalam 4
tahun kita hanya berhasil menembus target itu pada tahun 2012 selebihnya kita
belum mencapai target”. (Wawancara, 28 Oktober 014)
Dari
hasil pengamatan awal penulis, data perbandingan target, realisasi dan
diperkuat dengan hasil wawancara penulis dengan salah seorang staf PT. Antam
Tbk Unit Bisnis Pertambangan Nikel Kolaka. Namapak bahwa masih ada karyawan
yang datang terlambat dan pulang lebih awal sebelum jam kantor berakhir hal ini
menunjukan belum optimalnya pengawasan, kemudian belum ada upaya pihak
perusahaan ataupun pimpinan untuk
meningkatkan kinerja karyawanya dan belum efisiensinya kinerja karyawan hal itu
tampak dari data yang disajikan diatas. Berdasarkan uraian diatas maka peneliti bermaksd untuk
mengangkat masalah ini kedalam sebuah penelitian ddengan judul ”Pengaawasan
Karyawan Dalam Meningkatkan Efisiensi Kerja Pada PT. Antam Tbk Unit Bisnis
Pertambangan Nikel Kabupaten Kolaka Provinsi Sulawesi Tenggara”.
B. Rumusan Masalah
Adapun permasalah yang diteliti
dirumuskan dalam bentuk pertanyaan sebagai berikut:
1. Bagaimanakah
pengawasan Karyawan pada PT. Antam Tbk Unit Bisnis Pertambangan Nikel Kolaka?
2. Bagaiman
Efisiensi Kerja pada PT. Antam Tbk Unit Bisnis Pertambangan Nikel Kolaka?
C. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dalam penelitian ini
adalah sebagai berikut:
1. Untuk
mengetahui pelaksanaan pengawasan karyawan pada
PT. Antam Tbk Unit Bisnis Pertambangan Nikel Kolaka.
2. Untuk
mengetahui efisiensi kerja pada PT. Antam Tbk Unit Bisnis Pertambangan Nikel
Kolaka.
D. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat dalam penelitian ini
adalah:
1. Dapat
menjadi masukan bagi PT. Antam Tbk Unit Bisnis Pertambangan Nikel Kolaka dalam
pelaksanaan pengawasan dan peningkatan kinerja
Karyawan.
2. Dapat
menjadi acuan ataupun bahan perbandingan bagi peneliti selanjutnya yan relevan.
UNTUK MENDAPATKAN FILE SKRIPSI LENGKAP HUBUNGI :
emile : rian_april1992@yahoo.co.id atau Telp: 081322912171
Subscribe to:
Posts (Atom)








