Wednesday, 10 December 2014

manajemen operasional perusahaan


BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
Makalah  ini dilatar belakangi untuk memenuhi tugas mata kuliah Manajemen Operasional. Makalah ini berisikan tentang konsep-konsep yang perlu diperhatikan dalam memahami manajemen operasional. Untuk menetapkan mencapai tujuan perusahaan diperlukan gabungan dari berbagai pengetahuan dan disiplin ilmu. Berbagai kriteria yang ikut dipertimbangkan utamanuya pemahaman menganai manajemen operasional, mengingat manajemen operasional merupakan faktor utama yang  menjelaskan secara rasional mengenai pengaturan dan efisiensi operasional perusahaan dalam rangka pencapaian tujuan perusahaan tersebut.
Beberapa teori dalam makalah ini secara umum menggunakan pendekatan membahas mengenai pengertian, faktor-faktor yang mempengaruhi manajemen operasional dan strategi manajemen operasional. Berdasarkan beberapa teori tersebut, maka kebijakan terkait dengan konsep dalam menejemen operasional berpengaruh pada suatu kegiatan usaha diperlukan gabungan dari berbagai ilmu pengetahuan dan disiplin ilmu serta dilakukan kajian terlebih dahulu secara komperehensif.



B.  Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, adapun masalah dalam penulisan makalah ini dirumuskan sebagai berikut:
1.      Apa yang dimaksud dengan manajemen operaasional?
2.      Faktor-faktor apa yang mempengaruhi manajemen operasional?
3.      Keputusan apa yang menyangkut dengan manajemen operasional?
4.      Apa strategi manajemen operasional?

C.  Tujuan
Berdasarkan masalah yang telah dirumuskan diatas, maka tujuan penulisan makalah ini dirumuskan sebagai berikut:
1.      Untuk mengetahui pengertian  manajemen operaasional
2.      Untuk mengetahui Faktor-faktor apa yang mempengaruhi manajemen operasional
3.      Untuk mengetahui apa keputusan manajemen operasional
4.      Untuk mengetahui strategi manajemen operasional

D.  Manfaat
Adapun manfaat dalam penulisan makalah ini diharapkan dapat menjadi tambahan ilmu bagi pemakalah den sebagai reverence pemakalah selanjutnya yang relevan dengan makalah ini.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A.  Pengertian Manajemen Operasional
Yang dimaksud Operasi adalah suatu aktivitas dalam mentransformasikan input – input menjadi output – output yang dapat menambah nilai pada barang atau jasa.
Menurut Anoraga(2009) Manajemen operasional adalah seluruh aktivitas untuk mengatur dan mengkoordinir faktor – faktor produksi secara efektif dan efisien untuk dapat menciptakan dan menambah nilai dan benefit dari produk (barang atau jasa) yang dihasilkan oleh sebuah organisasi.

Render dan Heizer (2005 : 2)mendefinisikan Manajemen Operasional adalah Serangkaian kegiatan yang membuat barang dan jasa melalui perubahan dari masukan dan keluaran.

Russel and Taylor (2002) dalam Murdifin Haming (2003 : 17)mendefinisikan Manajemen Operasional adalah Fungsi atau sistem yang melakukan kegiatan proses pengolahan masukan keluaran dengan nilai tambah yang besar.

Menurut Eddy Herjanto (2007) Manajemen operasi adalah suatu kegiatan yang berhubungan dengan pembuatan barang, jasa, dan kombinasinya, melalui proses transformasi dari sumber daya produksi menjadi keluaran yang diinginkan.

Suryadi Prawirosentono (2001) mendefinisikan Manajemen produksi (operasi) adalah perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan dari urutan berbagai kegiatan untuk membuat barang (produk) yang berasal dari bahan baku dan bahan penolong lain.

Agus Ahyari mengartikan Manajemen operasi merupakan proses kegiatan untuk mengadakan perencanaan,
pengorganisasian,pengarahan,pengkoordinasian dari produksi dan proses produksi.

Aquilano (2001) Mendefinisikan Manajemen Operasional sebagai suatu proses perancangan, pengoperasian dan pengembangan dari sistem yang menghasilkan produk atau jasa utama perusahaan.








jika digambarkan maka proses manajemen Operasional sb:

Menurut (Anoraga, 2009) proses transformasi dapat dijabarkan sebagai berikut :
1.      Alter (mengubah)
2.      Transport
3.      Store (penyimpangan)
4.      Inspect (memeriksa)
Dalam melakukan keempat proses transformasi di atas tentunya dibutuhkan peran dari manajer operasi yang dapat mengarahkan berbagai masukan (input) agar dapat memproduksi berbagai keluaran (output) dengan jumlah yang sesuai dengan permintaan konsumen, selain itu juga memperhatikan dan menanggapi kekuatan-kekuatan dari lingkungan eksternal yang terus menerus berkembang.

B.  Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Manajemen Operasional
Menurut Higgins (1994)Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Manajemen Operasional adalah:
1.    Manajer/Pimpinan
Pada dasarnya setiap tindakan yang diambil oleh manajer atau pimpinan mempengaruhi dalam beberapa hal, seperti aturan-aturan, kebijakan-kebijakan, dan prosedur-prosedur organisasi terutama masalah-masalah yang berhubungan dengan masalah personalia, distribusi imbalan, gaya komunikasi, cara-cara yang digunakan untuk memotivasi, teknik-teknik dan tindakan pendisiplinan, interaksi antara manajemen dan kelompok, interaksi antar kelompok, perhatian pada permasalahan yang dimiliki karyawan dari waktu ke waktu, serta kebutuhan akan kepuasan dan kesejahteraan karyawan.
2.    Tingkah laku karyawan
Tingkah laku karyawan mempengaruhi melalui kepribadian mereka, terutama kebutuhan mereka dan tindakan-tindakan yang mereka lakukan untuk memuaskan kebutuhan tersebut. Komunikasi karyawan memainkan bagian penting, karena cara seseorang berkomunikasi menentukan tingkat sukses atau gagalnya hubungan antar manusia.
3.    Tingkah laku kelompok kerja
Terdapat kebutuhan tertentu pada kebanyakan orang dalam hal hubungan persahabatan, suatu kebutuhan yang seringkali dipuaskan oleh kelompok dalam organisasi. Kelompok-kelompok berkembang dalam organisasi dengan dua cara, yaitu secara formal, utamanya pada kelompok kerja; dan informal, sebagai kelompok persahabatan atau kesamaan minat.
4.    Faktor eksternal organisasi
Sejumlah faktor eksternal organisasi mempengaruhi pada organisasi tersebut. Keadaan ekonomi merupakan faktor utama yang mempengaruhi organisasi. Keadaan ekonomi adalah faktor utama. Di lain pihak, ledakan ekonomi dapat mendorong penjualan dan memungkinkan setiap orang mendapatkan pekerjaan dan peningkatan keuntungan yang besar, sehingga hasilnya menjadi lebih positif.
C.  Sepuluh Keputusan Manajemen Operasional
Menurut Jay Heizer dan Barry Render (2009:56-57), diferensiasi, biaya rendah dan respons yang cepat dapat dicapai saat manajer membuat keputusan efektif dalam sepuluh wilayah manajemen operasional. Keputusan ini dikenal sebagai keputusan operasi (operations decisions). Berikut sepuluh keputusan manajemen operasional yang mendukung misi dan menerapkan strategi:
a.       Perancangan barang dan jasa. Perancangan barang dan jasa menetapkan sebagian besar proses transformasi yang akan dilakukan. Keputusan biaya, kualitas dan sumber daya manusia bergantung pada keputusan perancangan.
b.      Kualitas. Ekspektasi pelanggan terhadap kualitas harus ditetapkan, peraturan dan prosedur dibakukan untuk mengidentifikasi serta mencapai standar kualitas tersebut.
c.       Perancangan proses dan kapasitas. Keputusan proses yang diambil membuat manajemen mengambil komitmen dalam hal teknologi, kualitas, penggunaan sumber daya manusia dan pemeliharaan yang spesifik. Komitmen pengeluaran dan modal ini akan menentukan struktur biaya dasar suatu perusahaan.
d.      Pemilihan lokasi. Keputusan lokasi organisasi manufaktur dan jasa menentukan kesuksesan perusahaan.
e.       Perancangan tata letak. Aliran bahan baku, kapasitas yang dibutuhkan, tingkat karyawan, keputusan teknologi dan kebutuhan persediaan mempengaruhi tata letak.
f.       Sumber daya manusia dan rancangan pekerjaan. Manusia merupakan bagian yang integral dan mahal dari keseluruhan rancang sistem. Karenanya, kualitas lingkungan kerja diberikan, bakat dan keahlian yang dibutuhan, dan upah yang harus ditentukan dengan jelas.
g.      Manajemen rantai pasokan. Keputusan ini menjelaskan apa yang harus dibuat dan apa yang harus dibeli.
h.      Persediaan. Keputusan persediaan dapat dioptimalkan hanya jika kepuasan pelanggan, pemasok, perencanaan produksi dan sumber daya manusia dipertimbangkan.
i.        Penjadwalan. Jadwal produksi yang dapat dikerjakan dan efisien harus dikembangkan.
j.        Pemeliharaan. Keputusan harus dibuat pada tingkat kehandalan dan stabilitas yang diinginkan.
D.  Strategi Manajemen Operasional
Menurut Jay Heizer dan Barry Render (2009:51), perusahaan mencapai misi mereka melalui tiga cara yakni:
a.       Bersaing dalam diferensiasi.
Diferensiasi berhubungan dengan penyajian sesuatu keunikan. Diferensiasi harus diartikan melampaui ciri fisik dan atribut jasa yang mencakup segala sesuatu mengenai produk atau jasa yang mempengaruhi nilai dimana konsumen dapatkan darinya.
b.      Bersaing dalam biaya.
Kepemimpinan biaya rendah berarti mencapai nilai maksimum sebagaimana
yang diinginkan pelanggan. Hal ini membutuhkan pengujian sepuluh keputusan manajemen operasi dengan usaha yang keras untuk menurunkan biaya dan tetap memenuhi nilai harapan pelanggan. Strategi biaya rendah tidak berarti nilai atau kualitas barang menjadi rendah.
c.       Bersaing dalam respons.
Keseluruhan nilai yang terkait dengan pengembangan dan pengantaran barang yang tepat waktu, penjadwalan yang dapat diandalkan dan kinerja yang fleksibel. Respons yang fleksibel dapat dianggap sebagai kemampuan memenuhi perubahan yang terjadi di pasar dimana terjadi pembaruan rancangan dan fluktuasi volume.
Tiga strategi yang ada masing-masing memberikan peluang bagi para manajer operasi untuk meraih keunggulan bersaing. Keunggulan bersaing berarti menciptakan sistem yang mempunyai keunggulan unik atas pesaing lain. Idenya adalah menciptakan nilai pelanggan (customer value) dengan cara efisien dan efektif.










BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
A.      Kesimpulan
Berdasarkan Tinjauan konsep maka dalam penulisan makalah ini dapa disimpulkan sebagai berikut:
1.      Manajemen operasional adalah suatu aktivitas untuk mengatur sebuah pelaksanaan aktivitas perusahaan maupun instansi pemerintah agar dapat berjalan denga efektif dan efisien dan berlangsung secara sistem matis.
2.      Faktor-faktor yang mempengaruhi manajemen terdiri atas Manajer/Pimpinan, Tingkah laku karyawan, Tingkah laku kelompok kerja dan Faktor eksternal organisasi yang lebih rincinya sebagaimana tertuang dalam babdua sebelumnya
3.      Keputusan manajemen operasional adalah langkah strategis mengenai upaya pencapaian tujuan yang telah digariskan perusahaan melalui langkah-langkah yang telah dirumuskan dan diwujudkan dalam bentuk keputusan.
4.       Selanjutnya untuk mencapai tujuan manajemen operasional melakukan strategi bersaing yaitu Bersaing dalam diferensiasi., Bersaing dalam biaya., dan Bersaing dalam respons.

B.       Saran
Berdasarkan kesimpulan diatas maka adapun saran yang dapat direkomendasikan dalam penulisan makalah ini yaitu pemahaman mengenai konsep yang menyangkut manajemen operasional sangat penting dipahami secara lebih mendalam demi tercapainya efektivitas dan efisiensi perusahaan guna mencapai tujuan tersebut.
















controlership


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Pendahuluan
Tujuan perusahaan dalam suatu perekonomian yang bersaing adalah untuk memperoleh laba yang sebesar-besarnya sesuai dengan pertumbuhan perusahaan dalam jangka panjang. Dalam pengertian yang lebih luas, suatu organisasi perusahaan adalah suatu institusi ekonomi. Organisasi perusahaan diciptakan terutama untuk menyediakan kepada masyarakat umum barang-barang atau jasa-jasa yang diperlukan atau yang diinginkan dan yang sejalan dengan sikap sosial dari masyarakat tersebut. Dari sudut pandang para pelanggan, maka perusahaan tidak beralasan untuk hidup kecuali karena jasa yang dapat disediakannya. Jika tujuan jasa ini tidak tercapai, maka perusahaan tersebut akan bertambah lemah dan pada akhirnya akan lenyap. Biasanya terdapat tujuan-tujuan tambahan yang mempunyai implikasi-implikasi sosial. Seperti, menyediakan kondisi-kondisi kerja atau jaminan kerja yang sebaik mungkin, sejalan dengan kesejahteraan perusahaan jangka panjang.
Jika tujuan perusahaan telah diketahui, timbulah pertanyaan mengenai fungsi manajemen apakah yang diharapkan untuk dilaksanakan dalam mencapai tujuan. Tugas pimpinan untuk menentukan kebutuhan dan keinginan-keinginan para pelanggan akan barang-barang dan jasa-jasa, mengumpulkan dan mengorganisasi sarana produksi dan distribusi untuk memenuhi keinginan-keinginan tersebut serta mengarahkan dan mengkoordinasikan sarana tersebut secara efisien.
Tugas pimpinan perusahaan termasuk menetapkan prinsip-prinsip manajemen yang sehat, yang harus dilaksanakan oleh tenaga-tenaga yang kompeten dan berpengalaman. Dapat dikemukakan bahwa prinsip-prinsip manajemen yang sehat meliputi tindakan seperti penerapan rencana, baik jangka pendek maupun jangka panjang, perumusan tujuan perusahaan yang lebih spesifik, pengembangan kebijaksanaan pokok, pembangunan suatu struktur organisasi yang sehat, penetapan norma-norma pelaksanaan, penciptaan dan pemeliharaan metode dan saluran komunikasi yang baik di dalam perusahaan, pengukuran pelaksanaan dan pemeliharaan hubungan yang baik dengan para pegawai, pemegang saham, masyarakat umum serta para pelanggan.

Sebagai suatu alat pembantu bagi pimpinan, suatu sistem akuntansi yang baik harus mengenai elemen-elemen dan proses manajemen agar dapat membantu dalam komunikasi yang efektif.
Pekerjaan dari seorang manajer yang profesional dapat dipisahkan menjadi empat fungsi atau golongan kegiatan tersendiri sebagai berikut:
a.       Perencanaan
b.      Pengorganisasian
c.       Pengarahan
d.      Pengawasan


Tentu saja dalam kenyataanya operasi-operasi ini saling berhubungan dan tidak perlu terpisah sepenuhnya dalam urutan waktu. Keempat elemen itu merupakan bagian dari seluruh proses pengelolaan, dan dalam suatu lingkungan kerja yang praktis tidak dapat dipisahkan dengan jelas satu sama lainnya.
Terdapat banyak definisi yang luas mengenai fungsi controllership yang telah berkembang dari tahun ke tahun. Suatu tinjauan terhadap berbagai definisi itu menunjukkan, bahwa tanggungjawab dan kegiatan fungsional pada dasarnya dapat di kategorikan sebagai berikut:
1.      Perencanaan (planning). Menetapkan dan memelihara suatu rencana operasi yang terintegrasi sejalan dengan sasaran dan tujuan perusahaan, baik jangka pendek maupun jangka panjang, menganalisa, merevisi (bila perlu), mengkomunikasikan kepada semua tingkat manajemen serta menggunakan sistem-sistem dan prosedur-prosedur yang cocok.
2.      Pengendalian (control). Mengembangkan dan merevisi norma-norma (standards) yang memuaskan sebagai ukuran pelaksanaan, dan menyediakan pedoman serta bantuan kepada para anggota manajemen yang lain dalam menjamin adanya penyesuaian hasil pelaksanaan yang sebenarnya terhadap norma standard.
3.      Pelaporan (reporting). Menyusun, menganalisa dan menginterpretasikan hasil-hasil keuangan untuk digunakan oleh menajemen dalam proses pengambilan keputusan, mengvaluasi data dalam hubungannya dengan tujuan perusahaan dan tujuan satuan organisasinya, menyiapkan dan menyampaikan berkas-berkas laporan ekstren yang diperlukan untuk memenuhi permintaan instansi pemerintah, para pemegang saham, institusi keuangan, para pelanggan dan masyarakat umum.
4.      Akuntansi (accounting). Mendisain, menetapkan dan memlihara sistem akuntansi keuangan dan biaya pada semua jenjang perusahaan, termasuk untuk perusahaan secara menyeluruh, perdivisi, per pabrik, dan per satuan, untuk dapat mencatat secara wajar semua transaksi keuangan dalam pembukuan agar sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang sehat, disertai dengan pengendalian intern (internal control) yang memadai.
5.      Tanggungjawab Utama Lainnya. Mengelola dan mengawasi fungsi-fungsi misalnya fungsi perpajakan, termasuk saling berhadapan dengan inspeksi pajak, memelihara hubungan yang sesuai dengan auditor intern dan ekstern, mengadakan dan menata program-program asuransi, mengembangkan dan memelihara sistem dan prosedur, mengembangkan program penyimpanan catatan, mengawasi fungsi kebendaharaan yang telah dilimpahkan, membentuk program mengenai hubungan dengan para investor dan dengan masyarakat umum, serta mengarahkan fungsi-fungsi lain yang telah dilimpahkan.
Jelaslah bahwa apabila keadaan memerlukan, bisa saja terjadi penyimpangan dari fungsi-fungsi dasar sebagaimana yang diuraikan diatas. Perlu ditekankan, bahwa controller tidak boleh dilimpahi dengan fungsi-fungsi yang bersifat operasional, sehingga dapat melemahkan dan mengurangi efektivitas usahanya dalam bidang perencanaan dan pengendalian finansial.
Oleh karena itu dalam penulisan makalah ini berfokus pada Pentingnya Peran Controllership Bagai Perusahaan.
B.     Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang diatas maka yang menjadi masalah pada penulisan makalah ini adalah sebagai beerikut:
1.      Apa yang dimaksud dengan controllership?
2.      Apa saja fungsi dari controllership?
3.      Bagaimana peran controllership bagi perusahaan?
C.    Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah diatas adapun yang menjadi tujuan pada penulisan makalah ini adalah
1.      Untuk mengetahui pengertian controllership
2.      Untuk mengetahui apasajakah fungsi controllership
3.      Untuk mengetahui bagaimana peran controllership bagi perusahaan
D.    Manfaat
Dalam penulisan makalah ini diharapkan dapat menjadi reverensi bagi pemakalah selanjutnya, kemudian dengan adanya makalah ini dapat menjadi bahan bacaan dan memberikan sumbangan pikiran dalah dunia pendidikan.

BAB II
PEMBAHASAN
B.     Konsep Dasar Kontrolership
1.      Pengertian  Controlership
Dalam periode ini telah lahir dan terjadi pengembangan fungsi controllership yang terpisah. Yang paling jelas, kegiatan finansial yang makin bertambah telah memaksa adanya pendelegasian wewenang dan tanggungjawab yang lebih luas dalam banyak perusahaan. Selain itu, bertambah besarnya perusahaan telah menuntut pengecekan dan pengimbangan yang lebih banyak serta pengendalian intern yang lebih baik dalam perusahaan.
Orang yang bertanggung jawab dalam merancang dan mengoperasikan sistem pengendalian manajemen disebut sebagai seorang kontroler. Sebenarnya, di banyak organisasi jabatan orang ini adalah Chief Financial Officer (CFO).
Meskipun seorang kontroler biasanya bertanggung jawab untuk merancang maupun mengoperasikan sistem yang mengumpulkan dan melaporkan informasi, pemanfaatan informasi ini adalah tanggung jawab jajaran manajemen. Seorang pengendali barangkali bertanggungjawab untuk mengembangkan dan menganalisis tolak ukur yang digunakan untuk melakukan pengendalian serta merekomendasikan tindakan-tindakan yang diperlukan ke pihak manajemen. Kemungkinan-kemungkinan lainnya mencakup memonitor ketaatan pada batas-batas pengeluaran yang sudah ditetapkan oleh kepala eksekutif, mengendalikan integritas sistem pencatatan serta menjaga aktiva perusahaan dari pencurian dan penipuan.
Hal yang penting untuk pemenuhan controllership secara wajar ialah adanya suatu sikap pemikiran yang memberi semangat dan menghidupkan data finansialdenagn menerapkannya terhadap kegiatan perusahaan dimasa mendatang. Ini merupakan suatu konsep yang memandang ke depan, yaitu suatu cara pendekatan analitis yang terarah yang membawakan keseimbangan bagi sistem perencanaan dan pengendalian manajemen. Pandangan controller seharusnya sama dengan pandangan pimpinan, yaitu sesuatu yang dapat menuntun pemikiran pimpinan pada kombinasi operasi-operasi yang paling menguntungkan.
2.      Berbagai Sebutan Untuk Jabatan Controller
Banyak sebutan dipergunakan untuk jabatan kepala akuntansi; akan tetapi, sebutan yang paling umum dan refresentatif ialah controller. Tugas-tugas controller kadang-kadang dipikul oleh seorang kepala akuntansi, manajer kantor, controller, bendaharawan, asisten bendaharawan, atau sekretaris. Sementar itu terdapat indikasi, bahwa penggunaan sebutan controller tidak tepat, karena orang tersebut tidak mengendalikan perusahaan.
3.      Prinsip-Prinsip Controllership Berlaku Terhadap Semua Jenis Perusahaan
Salah satu rintangan terhadap perkembangan fungsi controllership adalah perasaan pada sebagian pimpinan, bahwa perusahaannya berbeda dan tidak memerlukan metode pengendalian yang modern. Pada dasarnya masalah-masalah manajemen tidak jauh berbeda di antara berbagai jenis industry dan perusahaan. Kekhusuan dalam operasi-operasi kecil atau mendetail dari berbagai jenis perusahaan terhadap pembatasan ekonomis dan politis yang mengelilingi mereka. Perusahaan listrik, telepon, dan air (public utility), perusahaan asuransi, perantara, hotel, perusahaan rekreasi, institusi keuangan, dan toko serba ada menunjukkan contoh-contoh dari kekhusuan dalam organisasi dan prosedur, tetapi dapat ditegaskan kembali bahwa masalah pokoknya adalah serupa. Controller yang memahami secara seksama masalah pokok dari pengendalian akuntansi (accounting control), dapat dengan mudah menerapkannya pada industry dan perusahaanny sendiri.
4.      Fungsi-Fungsi Dasar Controllership
Tanggungjawab dan kegiatan fungsional pada dasarnya dapat dikategorikan sebagai berikut:
a)      Perencanaan (planning). Menetapkan dan memelihara suatu rencana operasi yang terintegrasi sejalan dengan sasaran dan tujuan perusahaan, baik jangka pendek maupun jangka panjang, menganalisa, merevisi (bila perlu), mengkomunikasikan kepada semua tingkat manajemen serta menggunakan sistem-sistem dan prosedur-prosedur yang cocok.
b)      Pengendalian (control). Mengembangkan dan merevisi norma-norma (standars) yang memuaskan sebagai ukuran pelaksanaan dan menyediakan pedoman serta bantuan kepada para anggota manajemen yang lain dalam menjamin adanya penyesuaian hasil pelaksanaan yang sebenarnya terhadap norma standar.
c)      Pelaporan (reporting). Menyusun, menganalisa dan menginterprestasikan hasil-hasil keuangan untuk digunakan oleh manajemen dalam proses pengembalian keputusan, mengevaluasi data dalam hubungannya dengan tujuan perusahaan dan tujuan satuan organisasinya.
d)     Akuntansi (accounting). Mendisiplin, menetapkan dan memelihara sistem akuntansi keuangan dan biaya pada semua jenjang perusahaan termasuk untuk perusahaan secara menyeluruh, per divisi, per pabrik, dan per satuan untuk dapat mencatat secara wajar semua transaksi keuangan dalam pembukuan agar sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang sehat disertai dengan pengendalian intern (internal control) yang memadai.
e)      Tanggungjawab utama lainnya. Mengelola dan mengawasi fungsi-fungsi misalnya fungsi perpajakan termasuk saling berhadapan dengan inspeksi pajak; memelihara hubungan yang sesuai dengan auditor intern dan ekstern; mengadakan dan menata program-program asuransi; mengembangkan dan memeliharan sistem dan prosedur; mengembangkan program penyimpanan catatan; mengawasi fungsi kebendaharaan ang telah dilimpahkan; membentuk program mengenai hubungan dengan para investor dan dengan masyarakat umum; serta mengarahkan fungsi-fungsi lain yang telah dilimpahkan.
5.      Status Organisatoris
Controller yang sangat cakap tidak akan mempunyai kesulitan untuk memelihara hubungan yang wajar dengan para pimpinan lain, dan sesungguhnya dia dapat menduduki suatu posisi yang nomor dua pentingnya setelah pimpinan tertinggi. Dewan komisaris dari FEI telah menerima kodifikasi sebagai berikut:
a.       Controller harus merupakan seorang pimpinan eksekutif pada tingkat pengambilan kebijaksanaan yang bertanggungjawab langsung kepada pimpinan tertinggi dari perusahaan. Pengangkatan atau pemindahannya harus mendapat perssetujuan terlebih dahulu dari dewan komisaris.
b.      Controller perlu diharuskan oleh dewan direksi untuk menyajikan secara langsung laporan periodic yang mencakup hasil-hasil operasi dan kondisi-kondisi keuangan dari perusahaan, bersama-sama dengan informasi lain yang mungkin diminta oleh dewan tersebut.
c.       Controller sebaiknya menjadi seorang anggota dari dewan direksi dan dari semua kelompok pembuat kebijaksanaan tertinggi lainnya.
6.      Sumber Kewenangan Controller
Definisi yang jelas mengenai tugas, kewenangan dan tanggungjawab biasanya dipandang sebagai syarat mutlak bagi adanya pelaksanaan yang baik. Yang pasti pada perusahaan-perusahaan besar, dan mungkin juga pada perusahaan-perusahaan kecil, luasnya kewenangan dan tanggungjawab controller dapat ditetapkan menurut salah satu dari ketiga cara berikut; (1) sesuai dengan ketetntuan dalam anggaran rumah tangga, (2) menurut resolusi dari komisi eksekutif, atau (3) menurut perintah umum dari presiden direktur.
Ketentuan- ketentuan dalam anggaran rumah tangga dapat berbeda-beda isinya yang menyangkut fungsi controllership. Akan tetapi, pada pokoknya kebanyakan menyatakan bahwa “controller dapat menjadi pejabat utama yang diserahi tugas menyelenggarakan catatan pembukuan perusahaan. “ selanjutnya sebagian besar ketentuan juga mencakup pernyataan bahwa “dia dapat memiliki wewenang dan tugas-tugas lain yang mungkin dilimpahkan padanya oleh dewan direksi, atau oleh komisi eksekutif, atau oleh presiden direktur.
B. PENTINGNYA CONTROLLER BAGI PERUSAHAAN
1. Ciri-Ciri Tugas Controllership
Tugas controllership bukanlah suatu fungsi yang mudah dilaksanakan, terdapat beberapa karakteristik dan persyaratan tertentu yang harus diketahui oleh controller pada setiap saat. Yang terpenting dari itu disebutkan di bawah ini.
2.      Fungsi Controllership
a)      Controller terutama merupakan seorang eksekutif stap, yang fungsi utamanya adalah mengembangkan suatu organisasi dan sistem perkiraan, kebijakan, catatan dan prosedur yang akan menyediakan data yang dapat dianalisa dan diinterprestasikan oleh para pimpinan funfsional lain dalam pengambilan keputusan untuk mencapai sasaran dan tujuan perusahaan.
b)      Meskipun tanggungjawab untuk mengarahkan operasi dilimpahkan pada para pimpinan fungsional yang lain, tetapi controller harus sanggup memahami dan menjalin hubungan dan masalah-masalah mereka, agar dia efektif dan dapat membantu untuk memecahkan masalahnya.
c)      Agar dapat berguna, fakta-fakta, informasi dan data harus dikomunikasikan sedemakian rupa sehingga mudah dimengerti oleh mereka yang membutuhkannya.
d)     Controller hars memiliki kesanggupan untuk menerjemahkan fakta dan data statistik ke dalam bentuk trends (arah) dan hubungan-hubungannya.
e)      Controller harus cermat dalam temuan (findings) dan pelaporannya;akan tetapi,dia juga harus memiliki kesanggupan untuk melihat ke depan dan sanggup member penilaian terhadap masa yang akan datang.
f)       Pada umumnya perusahaan mempunyai kemampuan untuk mengisolasi masalah pokoknya; akan tetapi, perusahaan yang sukses selalu mengambil tindakan positif tepat pada waktunya. Oleh karena itu, controller harus dapat mengembangkan dan menyediakan informasi secepatnya.
g)      Controller harus mengadakan tindak-lanjut (follow-up) terhadap penelitian dan interprestasinya.
h)      Controller harus dapat diandalkan oleh para pimpinan dengan menyediakan informasi yang cermat, dan segera, disertai suatu sikap ingin membantu.tanda berhasilnya seorang controller ialah, apabila para pimpinan lain mengharapkan darinya pedoman dan konsultansi.
i)        Controller harus jujur dan tidak memihak.
j)        Controller harus sanggup memasarkan atau menjual ide kemampuan anlitis dan fungsi totalnya.
k)      Meskipun menyadari tujuan penuh dari rugasnya, controller harus juga menyadari keterbatasannya.
3.      Kualafikasi Controller
Kualifikasi dara seorang controller yang efektif adalah sebagai berikut :
a)      Dasar teknis yang sangat baik dalam akuntansi biaya, disertai suatu pengertian dan pengetahuan yang menyeluruh mengenai prinsip-prinsip akuntansi.
b)      Pemahaman terhadap prinsip-prinsip perencanaan, pengorganisasian dan pengendalian.
c)      Pemehaman umum mengenai jenis industri dalam mana perusahaan tergolong, dan pemahamanterhadap kekuatan sosial, ekonomi dan politik yang terlibat.
d)     Pemahaman yang mendalam mengenai perusahaan, termasuk teknologi, produk, kebijaksanaan, tujuan, sejarah, organgisasi dan lingkungannya.
e)      Kemampuan untuk berkomunikasi dengan semua tingkat manajemen dan suatu pemahaman dasar terhadap masalah fungsional lainnya yang berhubungan dengan teknik, produksi, pembelian, hubungan masyarakat dan pemasaran.
f)       Kemampuan untuk menyatakan ide dengan jelas, secara tertulis ataupun dalam pernyajian yang informative.
g)      Kemampuan menggerakan orang-orang lain untuk mencapai tindakan dan hasil yang positif.

4.      Struktur Organisasi Untuk Controllership Yang Efektif
Struktur organisasi sebuah perusahaan harus memungkinkan adanya koordinasi usaha diantara semua satuan dan jenjang untuk mengambil tindakan yang dapat mencapai suatu tujuan umum. Terdapat banyak teori tentang strukrur organisasi; akan tetapi, dalam mengamati perusahaan-perusahaan yang terorganisasi dengan baik, akan dapat ditemukan bahwa rancangan organisasi berfokuskan pada koordinasi usaha kelompok dan bukan pada usaha perorangan.
5.      Pembentukan Organisasi Untuk Pengendalian
Controllership merupakan suatu pokok yang semakin dikenal dan harus diorganisasikan denagan tepat, agra pengendalian akuntansi dapat berfungsi dan data statistic dapat dipergunakan secara efektif. Struktur organisasi yang khusus cocok ontuk controller harus mempertimbangkan orgenisasi perusahaan serara menyeluruh, besarnya perusahaan, pertunbuhan yang diantisipasikan, sipat perusahaan, jenis oprasi, lokasi, tingkat desentralisasi, luasnya intergrasi vertikal, rencana-rencana jangka panjang, dan model manajemen atau karekteristik-karakteristik pribadi dari kelompok pimpinan sebagai suatu kesatuan.
6.      Masalah-Masalah Organisasi Yang Khas Bagi Controller
Sementara perusahaan tumbuh atau berekspansi dan lingkungan berubah, controller akan dihadapkan dengan masalah-masalah dan keputusan yang berhubungan dengan struktur organisasi, yaitu:
a)      struktur organisasi harus ditinjau secara berkesinambungan dengan mempertimbangkan teknologi yang berubah-ubah kebutuhan-kebutuhan baru, tanggungjawab yang berbeda dan keseluruhan yang lingkungan dalam mana perusahaan beroperasi.
b)      sentralisasi atau desentralisasi perusahaan dan masalah yang berhubungan dengan fungsi akuntansi yang dapat dilaksanakan secara lebih efektif pada kantor pusat, kantor divisi, pabrik atau kantor pabrik, kantor cabang, kantor penjualan, dan lain-lain.
c)      hubungan controller perusahaan dengan setiap controller divisi atau pabrik, apakah atas suatu hubungan garis langsung atau melalui kepala satuan operasi yang bersangkutan, atau atas suatu dasar ganda.
d)     evaluasi terhadap fungsi yang dilaksanakan pada kantor pusat, dan pada tingkat divisi atau pabrik dan pendelegasian kembali tanggungjawab apabila memang sesuai.
e)      pemisahan tugas-tugas secara tepat dalam departemen controller.
f)       evaluasi terhadap pendelegasian kewenangan dan tanggungjawab yang berhubungan.
7.      Struktur Organisasi Yang Khas Bagi Departemen Controller
Tidak ada suatu struktur organisasi yang dapat memenuhi semua kebutuhan, tidak satupun rencana paling ideal. Beberapa penggolongan menurut fungsi ternyata praktis dan dapat dikerjakan. Masalah pokoknya adalah memutuskan bagaimana fungsi-fungsi dapat digolongkan untuk memperoleh hasil yang paling efektif dalam lingkungan khusus. Beberapa komentar yang berhubungan dengan struktur yang sedemikian dapat ditunjukan sebagai berikut:
a)      Kelompok akuntansi umum (general accounting) dan akuntansi biaya (cost accounting) terutama berhubungan dengan pencatatan transaksi-transaksi dan pelaporan hasil historis.
b)      Fungsi-fungsi perencanaan dan pengendalian keuangan dipisahkan dari kegiatan pencatatan.
c)      Dalam perusahaan yang lebih besar terdapat kebutuhan akan tenaga yang sanggup melakukan penelitian khusus yang berhubungan dengan masalah tertentu, mengatur kembali lokasi pabrik, menganbil keputusan-keputusan untuk membeli atau membuat sendiri, serta melakukan analisa ekonomi dan keuangan mengenai kemungkinan membeli/mengambil alih perusahaan lain.
d)     Suatu departemen tersendiri harus dibentuk agar memiliki sumber-sumber yang cukup tersedia untuk merencanakan sistem akuntansi, mengembangkan prosedur pelaksanaan, dan berkoordinasi dengan para staf pusat computer (bagi sistem yang menggunakan computer).
e)      Pada sebagian perusahaan, urusan pajak dan asuransi merupakan tanggungjawab controller.
f)       Bergantung pada besarnya perusahaan, suatu departemen tersendiri dapat dibentuk untuk pemeriksaan intern (internal auditing) yang melapor controller.
g)      Pada perusahaan-perusahaan yang berukuran kecil atau sedang, fungsi jenis-manajemen perkantoran, seperti komunikasi, jasa-jasa kantor,pegiriman per pos, pengarsipan jasa-jasa reproduksi berada di bawah controller.

Jadi controller mamiliki peran yang sangat penting terhadap pencapain tujuan perusahaan dan kebijakan yang telah digariskan oleh pimpinan perusahaan. Selain itu juga, controller memiliki tanggungjawab untuk memberikan jaminan terlaksananya suatu fungsi pada setiap divisi yang ada dalam suatu organisasi atau perusahaan manapun.

















BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Berdasarakan pembahasan diatas maka dapat disimpulkan adalah sebagai berikut:
Kontrolership sangat dibutuhkan dalam sebuah perusahaan manapun karena peranya yang sangat strategis khususnya dalam pencapaian tujuan serta pelaksanaan kebijakan yang telah digariskan oleh pimpinan.
                  Dalam peranya kontrolership adalah instansi atau bidang yang bertugas untuk menjamin terselenggaranya suatu proses sebagai mana mestinya serta dijalankanya kebijakan yang telah digariskan oleh perusahaan.
B.     Saran
Dengan memperhatikan kesimpulan pada makalah ini, maka saran yang dapat penulis berikan adalah bahwa, dalam pelaksanaan dan penyelenggaraan perusahaan peran kontroler harus barjalan sebagai mana mestinya dan secara professional guna mencapai tujuan perusahaan.






Daftar Pustaka
Rony A. Rusly, 2000, Manajemen Pemasaran: Analisis, Perencanaan, Implemensil dan Control, Edisi Indonesia Jilid 1, PT. Prentelalindo, Jakarta.
Komaruddin, 1994, Ensiklopedia Manajemen, Edisi 1, Bumi Aksara, Jakarta.
Moh Nazir, Ph.D, 1999, Metode Penelitian, Cetakan Ke 4, Ghalia Indonesia, Jakarta.
James D. Wilson dan John B. Campbell, 1995, Controllership Tugas Akuntan Manajemen, Edisi ke 3, Erlangga, Jakarta.
Internet Gudang ilmu di 02.44 Label: Fungsi controller.