Wednesday, 20 July 2016

TEORI AKUNTANS I: SEJARAH PERKEMBANGAN AKUNTANSI



SEJARAH PERKEMBANGAN AKUNTANSI

1.      Akuntansi dan Double Entry
Penelitian terhadap sejarah akuntansi sudah semarak dan publikasi yang khusus menganalisa dan mempelajari sejarah akuntansi ini dimuat melalui berbagai publikasi akuntansi umumnya dan dalam The Accounting Historian Journal khususnya yang merupakan bagian dari The Academy of Accounting Historian.
Untuk mempelajari sejarah akuntansi kita harus dapat membedakan antara praktek akuntansi itu sendiri sebagai pencatatan transaksi dengan sistem pembukuan yang sekarang dikenal dengan double entry accounting sistem. Pada hakikatnya para ahli akan sepakat apabila dikatakan bahwa praktek pencatatan akuntansi dalam arti pencatatan kejadian yang berhubungan dengan bisnis sudah dimulai lama sejak adanya kejadian transaksi dimaksud. Hal ini terbukti dari berbagai penemuan-penemuan seperti dikemukakan Ernest Stevenlinck dalam artikelnya yang berjudul Accounting in Ancient Times (The Accounting Historians Journal Volume 12 No 1 (1985) sebagai berikut:
Mesir memiliki sejarah akuntansi yang panjang. Ribuan bukti catatan akuntansi dalam kulit kayu (papyri) yang ditemukan lebih lima belas abad yang lalu dan menjelaskan bahwa akuntansi itu telah ada lebih daripada 3.000 tahun yang lalu dengan beberapa tingkat kejelasannya”.
Dalam artikel itu dijelaskan pada awal kerajaan Mesir itu seorang manajer yang bernama My mencatat transaksi bahannya dalam calamos reed (sejenis kulit). My yang memiliki asisten telah bekerja efisien dan dengan sistem yang dibuatnya ia mampu mengamati kapalnya yang mengangkut barang-barang dari tokonya melalui sungai Nil.
Pada tahun 3200 sebelum masehi telah dikenal dua macam teknik akuntansi secara simultan. Yang pertama koin dengan bentuk tertentu disimpan dan ditandai kemudian dimasukkan dalam amplop. Jenis lainnya token disimpan dalam bentuk yang lebih besar dengan berbagai variasi yang lebih kompleks. Pemisahan ini menggambarkan perbedaan transaksi cash (utang, piutanng, dan lain-lain) dengan transaksi non cash (persediaan, peralatan, tanah, dan lain-lain) (Mattessich, 1987 hlm. 79).
Dari kisah penemuan ini jelas kita lihat bahwa pada masa itu telah dikenal keberadaan fungsi akuntansi. Bahkan hal yang sama dalam bentuk lain ditemukan dalam kerajaan Babylonia 2500 tahun yang lalu, pada tahun 1893 ditemukan lagi oleh seorang yang melakukan ekspedisi ke Amerika di Nuppur sejenis batuan dalam bentuk tablet yang dibuat 455 tahun sebelum masehi (Stevenlinck, 1985). Bahan arkeologi ini dapat ditemukan di museum Archeologi Museum of Constantionopel, Museum University of Pennsylvania, University of Jena. Dan penulis yakin hal yang sama akan juga ditemukan dalam kebudayaan lain yang telah pernah maju menguasai dunia seperti kebudayaan China, India, Mesopotamia, dan Persi.
Pendapat ini diperkuat lagi oleh Richard Manessich (1987) dalam artikelnya yang berjudul Prehissuric Accounting and The Problem of Representation: On recent archeological evidence of the middle east from 8000 BC to 3000 BC. Abstrak dari artikel ini dikemukakan sebagai berikut:
“Penelitian arkeologi akhir-akhir ini menghasilakan pandangan revolusionisme tentang penemuan perhitungan, gambaran dan idliografi tulisan. Penemuan ini adalah sistem pemprosesan data dalam “clay tokens” (sejenis koin yang terbuat dari bahan plastic) yang sederhana dan kompleks dari berbagai bentuk telah terkumpul dalam sebuah amplop plastic (clay envelops) untuk mengungkapkan secara simbolis nilai asset dan transaksi ekonomis. Nominal dari koin ini ditemukan oleh arkeolog sepanjang Fertle Crescent dengan berlapis-lapis yang merupakan benda yang dikeluarkan antara tahun 8000 – 3100 sebelum Masehi. Setelah itu baru ditemukan tablet plastic”.
Penemuan penting ini menimblkan dampak filosofi ekonomi yang penting yaitu (Mattessich, 1987):
1.      Penemuan ini menyimpulkan bahwa akuntansi mendahului perhitungan dan penulisan.
2.      Konsep penyajian laporan keuangan ternyata berkembang secara perlahan.
3.      Perhitungan angka muncul setelah melalui berbagai tahapan.’
4.      Dikenalnya eksistensi abstract input output principle 10000 tahun yang lalu dan doeble entry 5000 tahun yang lalu.
5.      Memperkenalkan validitas “Correspondence theory”. Dalam teori ini dibahan bagaimana bahasa menggambarkan realitas, kombinasi apa yang digunakan untuk menggambarkan realitas, bagaimana menyusun suatu kalimat untuk menggambarkan ini dan seterusnya.
Menurut pendapat Mattessich di atas sistem double entry sudah ada 5000 tahun yang lalu. Sedangkan selama ini dikenal bahwa penemu sistem double entry ini adalah Lucas Pacioli, bagaimana kita memahami persoalan ini? Untuk menjawab ini maka dapat dikemukakan sebagai berikut. Sistem double entry accounting telah disepakati para ahli mula-mula “diterbitkan” oleh Lucas Paciolli dalam bukunya yang berisi 36 bab yang terbit pada tahun 1494 di Florence, Italia dengan judul: Summa d Arithmetica, Geometria, Propertioni et Proportionalita.

GAMBAR Lucas Pacioli dalam Perangko
Sumber: Ernest Stevelick, the Accounting Historian Journal, Vol 13 No. 2,
Fall 1986, hlm. 18
Namun sebenarnya bahan-bahan mengenai sistem pembukuan ini telah ditemukan di Florence Italy pada tahun 1211, 283 tahun sebelum terbitnya buku Pacioli. Sejak tahun itu berkembanglah sistem pembukuan di Italy. Menurut Kiyoshi Inoue dari Saitama University (The Accounting Historian Journal, Spring 1987) menyebutkan:
“Orang yang pertama-tama “menulis” (bukan menerbitkan seperti Pacioli) tentang double entry bookkeeping sistem adalah Benedetto Cotrugli pada tahun 1458, 36 tahun tahun sebelum terbitnya buku Pacioli. Namun buku Benedetto Cotrugli ini baru terbit tahun 1573 atau 89 tahun setelah buku Pacioli terbit. Dengan penjelasan ini maka pertentangan sebenarnya tidak ada”.
Kalau kita kaji sejarah khususnya sejarah Islam sebenarnya pada awal pertumbuhannya mestinya sudah ada sistem akuntansi. Hal ini dapat kita Tanya dari adanya kegiatan kafilah atau pedagang. Menurut sejarahnya kegiatan perdagangan inipun sudah ada pemisahan antara pemilik dengan pedagang (manajer) seperti kisah Muhammad (sebagai pedagang) dengan Khadijah (sebagai pemilik). Kemudian keberadaan ini dapat juga dilihat dari adanya perintah dalam Al-Quran yang terdapat dalam surat Al-Baqarah ayat 282 yang mewajibkan dibuatnya pencatatan untuk transaksi-transaksi yang belum tuntas seperti adanya utang piutang. Sayangnya literature belum banyak menganalisis bagaimana rupa eksistensi akuntansi pada zaman itu (lebih kurang 570 Masehi). Dalam literature akuntansi ternyata yang jadi asal mula akuntansi selalu disebut di Eropa, sebagaimana penjelasan di bawah ini.
Gambar Lucas Pacioli (Tengah)
Sumber: Ernest Stevenlick, the accounting historian journal, Vol 13, No 2,
Fall 1986, hlm 18
Mulanya akuntansi adalah merupakan catatan-catatan yang disimpan bagian dari sistem feudal pada abad pertengahan. Tuan-tuan tanah biasanya mengumpulkan pajak dari penduduk dan dana ini dipergunakan untuk kegiatan-kegiatan negerinya dan untuk kepentingan pribadi. Laporan tentang pengutipan pajak itu disusun oleh staf-staf tuan tanah tadi sebagai pedoman baginya atau sebagai bahan yang dapat diperiksa oleh penduduk. Catatan seperti ini juga diperlukan oleh para pedagangan  yang berniaga ke daerah/negeri lain. Catatan-catatan ini disimpan untuk satu trip dan setelah kembali dari perdagangan maka dihitunglah laba rugi dari kegiatan perdagangan itu. di samping itu cikal bakal akuntansi ini juga berasal dari lembaga awal perbankan yang mula-mula timbul pada abad ke 11 dan 12 di Italia. Lembaga ini juga sering memberikan pinjaman pada saudagar-saudagar yang berniaga ke negeri lain. Kegiatan bisnis ini tentu memerlukan catatan tentang kegiatan tersebut khususnya catatan tentang laba/rugi sebagai dasar nantinya dalam pembagian laba rugi di antara para partner.
Karena kegiatan ini berkembang di Eropa dan di sekitar laut tengah maka tidak jeran apabila seorang pendeta Italia yang bernama Luca Paciolo seorang ahli matematika berusaha menganalisis sistem pembukuan yang kini dikenal sebagai sistem double-entry accounting dan sekarang sudah berkembang dan dipakai di seluruh dunia. Sistem pembukuan tersebut ditulisnya dalam buku yang terbit tahun 1494 yang berjudul: Summa de Arithmetica Geometrica Proportioni et Proportioni et Proportionalita.
Akuntansi sejak saat it uterus berkembang sejalan dengan perkembangan ekonomi dan semakin timbulnya pemisajan antara pemilik perusahaan dengan manajemen.
Timbulnya revolusi industry pada tahun 1776 juga menimbulkan efek positif terhadap perkembangan akuntansi. Pada tahun 1845 undang-undang perusahaan yang pertama di Inggris dikeluarkan untuk mengatur tentang organisasi dan status perusahaan. Dalam undang-undang itu diatur tentang kemungkinan perusahaan meminjam uang, mengeluarkan saham, membayar uang, dan dapat bertindak sebagaimana halnya perorangan. Perusahaan dapat dibentuk oleh kumpulan beberapa orang yang bekerja bersama-sama dalam satu badan. Keadaan-keadaan inilah yang menimbulkan perlunya laporan baik sebagai informasi maupun sebagai pertanggungjawaban. Perkembangan ekonomi di Inggris ini juga menular ke USA termasuk juga mengenai bentuk perusahaannya.
GAMBAR Lukisan penghormatan pada Lucas Pacioli di kota Florence
Sumber: Ernest Stevenlick, The Accounting Historian Journal, Vol 13, No 2,
Fall 1986, hlm 18
Beberapa masalah yang menimbulkan diperlukannya akuntansi adalah: perkembangan ilmu yang berjalan sedemikian cepat, kegiatan ekonomi pun berkembang demikian cepat dan menimbulkan berbagai teknik dan penerapan sistem akuntansi di antara perusahaan-perusahaan sehingga masalah perbandingan dan kebenaran (kewajaran) laporan keuangan menjadi permasalah. Keadaan ini menimbulkan prasangka negarif bahwa manajemen dapat menyusun laporan keuangan sesuai dengan kehendak dan kepentingannya sehingga dia dapat memanipulasi laporan keuangan dan akibatnya laporan keuangan dianggap kurang bernilai dan sampai pada puncaknya tahun 1930 pada masa depresi berat di USA. Akibatnya USA membentuk SEC (Security Exchange Commission) sebagai salah satu lembaga yang banyak mendorong tercapainya suatu prinsip akuntansi yang baku. Dari lembaga ini dan dari lembaga lainnya muncullah konsep, teori dan perumusan-perumusan yang sistematis tentang teori akuntansi.

2.      PERKEMBANGAN / PERTUMBUHAN ILMU AKUNTANSI
Seorang penulis Leo Herben dalam artikelnya di “The GAP Review” (Falll 1972, p 31) dengan judul Growth of Accountabilitu Knowledge 1775-1975 mejelaskan perkembangan akuntansi sebagai berikut:
Tahun 1775   :    Pada tahun ini mulai dikenal pembukuan baik yang “single entry” maupun yang “double entry”.
Tahun 1800   :    pada tahun ini sampai tahun 1875 masyarakat menjadikan neraca sebagai laporan yang terutama dipergunakan dalam menilai perusahaan.
Tahun 1825   :    Pada periode ini mulai dikenal pemeriksaan keuangan (Financial Auditing)
Tahun 1850   :    Pada tahun ini Laporan Laba Rugi menggantikan posisi neraca sebagai laporan yang dianggap lebih penting. Pada periode ini perkembangan ilmu Auditing semakin cepat dan audit dilakukan atas catatan pembukuan dan laporan.
Tahun 1990   :    Di USA mulai diperkenalkan sertifikasi profesi yang dilakukan melalui ujian yang dilaksanakan secara nasional. Kemudian dalam periode ini juga akuntansi sudah dianggap dapat memberikan laporan tentang pajak. Cost Accounting mulai dikenal termasuk laporan dan statistic biaya dan produksi.
Tahun 1925   :    Banyak perkembangan yang terjadi tahun ini antara lain:
1.      Mulai dikenal Akuntansi Pemerintahan serta pengawasan dana pemerintah
2.      Teknik-teknik analisis biaya juga mulai diperkenalkan
3.      Laporan keuangan mulai diseragamkan
4.      Norma pemeriksaan akuntan juga mulai dirumuskan
5.      Sistem akuntansi yang manual beralih ke sistem EDP dengan mulai dikenalnya “Punch Card Record”
6.      Akuntansi untuk perpajakan mulai diperkenalkan
Tahun 1950 s/d 1975:
Pada tahun ini banyak yang dapat dicatat dalam perkembangan akuntansi yaitu:
1.      Pada periode ini mulai akuntansi menggunakan computer untuk pengolahan data
2.      Perumusan Prinsip Akuntansi (GAAP) sudah dilakukan
3.      Analisis Cost Revenue semakin dikenal
4.      Jasa-jasa perpajakan seperti konsultan pajak dan Perencanaan Pajak mulai ditawarkan profesi Akuntan
5.      Management Acconting sebagai bidang akuntansi yang khusus untuk kepentingan manajemen mulai dikenal dan berkembang cepat.
6.      Muncul jasa-jasa manajemen seperti Sistem Perencanaan dan Pengawasan.
7.      Perencanaan manajemen mulai dikenal demikian juga Majagement Auditing
Tahun 1975   :    Mulai periode ini akuntan semakin berkembang dan meliputi bidang-bidang lainnya. Perkembangan itu antara lain:
1.      Timbulnya Management Science yang mencakup analisis proses manajemen dan usaha-usaha menemukan dan menyempurnakan kekurangan-kekurangannya.
2.      Sistem informasi semakin canggih yang mencakup perkembangan:
a.       Model-model organisasi
b.      Perencanaan organisasi
c.       Teori pengambilan keputusan
d.      Analisas cost benefit
3.      Metode permintaan yang menggunakan computer dan teori Cybernetics
4.      Total sistem Review yang merupakan metode pemeriksanaan efektif mulai dikenal
5.      Social Accounting menjadi issu yang membahan pencatatan setiap transaksi perusahaan yang mempengaruhi lingkungan masyarakat.
6.      Dalam periode ini muncul:
-          Perencanaan sistem menyeluruh
-          Penerapan metode inter disipliner
-          Human Behavior (perilaku manusia) menjadi bahan kajian
-          Nilai-nilai sumber daya manusia mejadi penting
-          Hubungan antar lembaga pemerintahan semakin penting

















Monday, 18 July 2016

PERDAGANGAN INTERNASIONAL SUB MATERI PEMBAYARAN INTERNASIONAL



PEMBAYARAN INTERNASIONAL
Dengan adanya perdagangan luar negeri, dimungkinkan adanya pertukaran mata uang suatu negara dengan mata uang negara lainnya. Seorang importir Indonesia membeli barang dari seorang eksportir Amerika, maka pembayarannya dilakukan menggunakan mata uang Amerika atau Dollar, padahal mata uang yang berlaku bagi seorang importir adalah Rupiah. Untuk itu seorang importir dalam melaksanakan pembayarannya harus membeli uang dollar terlebih dahulu pada suatu bank devisa dengan kurs yang berlaku, kemudian ditransfer kepada eksportir di Amerika.
Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pembayaran internasional di antaranya sebagai berikut.
1. Pembeli (importir) dan penjual (eksportir) terpisah oleh batas negara.
2. Adanya perbedaan mata uang pada masing-masing negara.
3. Komunikasi antarnegara dengan teknologi mutakhir begitu cepat, namun pengangkutan barang terutama yang berbobot berat, tinggi, dan berukuran besar masih menyita waktu.
1. Cara Pembayaran Internasional
a.       Pembayaran dengan Surat Wesel Dagang (Commercial Bill of Exchange atau Commercial draft atau Trade Bill)
Wesel adalah surat perintah pembayaran dari seseorang (penarik wesel) yang ditujukan kepada orang lain (yang kena tarik) untuk membayar sejumlah uang tertentu (nilai nominal wesel) kepada seseorang yang ditunjuk dalam surat wesel (pemegang wesel) pada tanggal yang sudah ditentukan (hari jatuh tempo).
b.      Kompensasi Pribadi (Private Compensation)
Kompensasi pribadi adalah cara pembayaran dengan mengalihkan penyelesaian utang piutang pada seorang penduduk dalam satu negara tempat penduduk tersebut tinggal. Cara ini dilakukan dengan cara mengkompensasikan antara eksportir dengan importir dalam satu Negara
c.       Pembayaran Tunai (Cash Payment) atau Pembayaran di Muka
Pembayaran tunai atau pembayaran di muka adalah pembayaran yang dilakukan dengan menggunakan uang tunai atau cek, yang dilakukan bersama-sama dengan surat pesanan atau menunggu diterimanya kabar bahwa barang yang telah dipesan dikapalkan oleh eksportir.
d.      Pembayaran dengan Letter of Credit (L/C)
Letter of credit atau commercial letter of credit adalah surat yang dikeluarkan oleh bank atas permintaan pembelian sejumlah barang di mana bank sendiri yang mengakseptir (menyetujui) dan membayar surat wesel yang ditarik oleh eksportir. letter of credit pada prinsipnya merupakan fasilitas atau jasa untuk memperlancar transaksi jual beli barang, terutama yang berkaitan dengan transaksi internasional. Bank, pemberi L/C memberikan jaminan untuk membayar sejumlah tertentu kepada pihak lain atas permintaan nasabahnya.


e.       Pembayaran dengan Konsinyasi (Consignment)
Pembayararan secara konsinyasi dilakukan setelah barang yang dikirim sudah terjual seluruhnya atau sebagian. Metode ini biasanya dilakukan kepada orang yang telah dikenal dengan baik. Jadi, barang yang akan dijual merupakan barang titipan untuk jangka waktu tertentu dan pembayaran dengan termin waktu. Untuk memperkecil risiko penjual, sebaiknya menggunakan jasa bank dalam pengiriman dokumen penagihan dan bonded warehouse untuk penitipan barangnya. Apabila barang sudah terjual, pembeli membayar kepada bank sejumlah uang atas nilai barang dan sebagai gantinya bank akan menyerahkan delivery instruction kepada bonded warehouse untuk mengeluarkan barangnya.
f.       Emas. Pembayaran dengan emas sama dengan pembayaran dengan menggunakan uang biasa.
2. Alat Pembayaran Internasional
Untuk melakukan pembayaran ke luar negeri karena adanya transaksi internasional diperlukan suatu alat pembayaran internasional atau alat pembayaran luar negeri, yang disebut dengan devisa. Sistem devisa yang pada umumnya dipakai oleh sebagian besar negara di dunia dalam lalu lintas keuangan intarnasional membentuk suatu sistem yang disebut system moneter internasional.Pembayaran yang dilakukan oleh suatu negara ke negara lain dalam bentuk mata uang, digunakan dengan membandingkan kurs valuta asing (exchange rate). Berdasarkan sumber perolehannya, valuta asing atau devisa dapat debedakan menjadi dua, yaitu devisa umum dan devisa khusus.
a. Devisa umum adalah devisa yang diperoleh dari hasil ekspor barang atau dari penjualan jasa dan transfer. Tingkat kurs devisa umum ditentukan oleh penawaran dan permintaan valuta asing di pasar valuta asing.
b. Devisa kredit adalah devisa yang berasal dari kredit atau pinjaman luar negeri. Tingkat kurs devisa kredit ditentukan oleh pemerintah, yang bertindak sebagai debitur, bukan oleh permintaan dan penawaran valuta asing di pasar valuta asing.
Permintaan akan valuta asing berasal dari:
·         importir, karena seorang importir dalam melakukan pembayaran atas suatu transaksinya dengan menggunakan mata uang asing,
·         pemerintah yang akan melakukan pembayaran ke luar negeri untuk barang-barang yang diimpor,
·         para investor dalam negeri yang memerlukan valuta asing untuk menyelesaikan kewajiban-kewajiban luar negeri yang timbul dari transaksi pembelian surat berharga penduduk negara lain atau transaksi pemberian pinjaman kepada penduduk negara lain,
·         wisatawan-wisatawan dalam negeri yang akan melawat ke luar negeri,
·         perusahaan-perusahaan asing yang harus membayar dividen yang dibagikan kepada para pemegang saham di luar negeri.
Penawaran atas valuta asing berasal dari:
v  eksportir, karena eksportir selalu menerima pembayaran atas transaksi perdagangan,
v  valuta asing dari kredit luar negeri yang disalurkan ke pasar valuta,
v  wisatawan-wisatawan mancanegara,
v  pemerintah yang menerima pinjaman dari luar negeri,
v  investor asing yang menanamkan modalnya di dalam negeri.

Pengertian kurs valuta asing
Kurs valuta asing adalah perbandingan nilai mata uang asing yang dinyatakan dengan nilai mata uang dalam negeri.
Macam-macam kurs
v  Kurs jual, adalah harga saat bank menjual valuta asing.
v  Kurs beli, adalah harga saat bank membeli valuta asing.
Untuk menghitung nilai tukar valuta asing, baik penggunaan kurs jual maupun kurs beli dipandang dari sisi bank atau dari sisi pedagang valuta asing.
Penentuan kurs valuta asing
a.       Kurs tetap
Dapat terjadi karena dua hal:
ü  kurs devisa tetap standar emas, yaitu dengan mengaitkan nilai suatu mata uang dengan emas.
ü   kurs devisa tetap standar kertas,pemerintah menetapkan nilai tukar mata uang suatu negara dengan mata uang negara lain dan berusaha mempertahankannya dengan berbagai macam kebijaksanaan.
b.      Kurs bebas
terjadi bila perbandingan nilai mata uang suatu negara dengan mata uang negara lain dibiarkan untuk ditentukan secara bebas oleh tarik menarik kekuatan pasar (permintaan dan penawaran). Sistem kurs bebas sering disebut sebagai kurs devisa mengambang.
c.       Kurs mengambang terkendali
Disebut juga dengan kurs distabilkan. Kurs bebas seperti yang telah disebutkan di atas sering menimbulkan ketidaktentuan kurs valuta asing, sehingga negara diharapkan dapat menerapkan pengendalian atau penstabilan kurs pada batas yang wajar. Pada dasarnya dalam sistem mengambang terkendali, nilai tukar ditentukan oleh kekuatan pasar, sehingga bebas bergerak naik maupun turun. Namun supaya tidak terjadi gejolak yang terlalu dahsyat, yang kriterianya ditentukan oleh Bank Sentral, pemerintah dapat campur tangan sampai batas-batas tertentu.
Beberapa faktor yang berpengaruh pada perubahan kurs valuta asing, yaitu:
1)      Permintaan dan penawaran valuta asing
2)      Perubahan harga barang ekspor
3)       Inflasi
4)      Perubahan peraturan pemerintah
5)        Perkembangan perekonomian
6)       Pergeseran selera masyarakat ke barang impor