BAB I
PENDAHULUAN
A.
Pendahuluan
Tujuan
perusahaan dalam suatu perekonomian yang bersaing adalah untuk memperoleh laba
yang sebesar-besarnya sesuai dengan pertumbuhan perusahaan dalam jangka
panjang. Dalam pengertian yang lebih luas, suatu organisasi perusahaan adalah
suatu institusi ekonomi. Organisasi perusahaan diciptakan terutama untuk
menyediakan kepada masyarakat umum barang-barang atau jasa-jasa yang diperlukan
atau yang diinginkan dan yang sejalan dengan sikap sosial dari masyarakat
tersebut. Dari sudut pandang para pelanggan, maka perusahaan tidak beralasan
untuk hidup kecuali karena jasa yang dapat disediakannya. Jika tujuan jasa ini
tidak tercapai, maka perusahaan tersebut akan bertambah lemah dan pada akhirnya
akan lenyap. Biasanya terdapat tujuan-tujuan tambahan yang mempunyai
implikasi-implikasi sosial. Seperti, menyediakan kondisi-kondisi kerja atau
jaminan kerja yang sebaik mungkin, sejalan dengan kesejahteraan perusahaan
jangka panjang.
Jika
tujuan perusahaan telah diketahui, timbulah pertanyaan mengenai fungsi
manajemen apakah yang diharapkan untuk dilaksanakan dalam mencapai tujuan.
Tugas pimpinan untuk menentukan kebutuhan dan keinginan-keinginan para
pelanggan akan barang-barang dan jasa-jasa, mengumpulkan dan mengorganisasi
sarana produksi dan distribusi untuk memenuhi keinginan-keinginan tersebut
serta mengarahkan dan mengkoordinasikan sarana tersebut secara efisien.
Tugas
pimpinan perusahaan termasuk menetapkan prinsip-prinsip manajemen yang sehat,
yang harus dilaksanakan oleh tenaga-tenaga yang kompeten dan berpengalaman.
Dapat dikemukakan bahwa prinsip-prinsip manajemen yang sehat meliputi tindakan
seperti penerapan rencana, baik jangka pendek maupun jangka panjang, perumusan
tujuan perusahaan yang lebih spesifik, pengembangan kebijaksanaan pokok,
pembangunan suatu struktur organisasi yang sehat, penetapan norma-norma
pelaksanaan, penciptaan dan pemeliharaan metode dan saluran komunikasi yang
baik di dalam perusahaan, pengukuran pelaksanaan dan pemeliharaan hubungan yang
baik dengan para pegawai, pemegang saham, masyarakat umum serta para pelanggan.
Sebagai
suatu alat pembantu bagi pimpinan, suatu sistem akuntansi yang baik harus
mengenai elemen-elemen dan proses manajemen agar dapat membantu dalam
komunikasi yang efektif.
Pekerjaan
dari seorang manajer yang profesional dapat dipisahkan menjadi empat fungsi
atau golongan kegiatan tersendiri sebagai berikut:
a. Perencanaan
b. Pengorganisasian
c. Pengarahan
d. Pengawasan
Tentu
saja dalam kenyataanya operasi-operasi ini saling berhubungan dan tidak perlu
terpisah sepenuhnya dalam urutan waktu. Keempat elemen itu merupakan bagian
dari seluruh proses pengelolaan, dan dalam suatu lingkungan kerja yang praktis
tidak dapat dipisahkan dengan jelas satu sama lainnya.
Terdapat banyak definisi yang luas mengenai fungsi
controllership yang telah berkembang dari tahun ke tahun. Suatu tinjauan
terhadap berbagai definisi itu menunjukkan, bahwa tanggungjawab dan kegiatan
fungsional pada dasarnya dapat di kategorikan sebagai berikut:
1. Perencanaan
(planning). Menetapkan dan memelihara suatu rencana operasi yang terintegrasi
sejalan dengan sasaran dan tujuan perusahaan, baik jangka pendek maupun jangka
panjang, menganalisa, merevisi (bila perlu), mengkomunikasikan kepada semua
tingkat manajemen serta menggunakan sistem-sistem dan prosedur-prosedur yang
cocok.
2. Pengendalian
(control). Mengembangkan dan merevisi norma-norma (standards) yang memuaskan
sebagai ukuran pelaksanaan, dan menyediakan pedoman serta bantuan kepada para
anggota manajemen yang lain dalam menjamin adanya penyesuaian hasil pelaksanaan
yang sebenarnya terhadap norma standard.
3. Pelaporan
(reporting). Menyusun, menganalisa dan menginterpretasikan hasil-hasil keuangan
untuk digunakan oleh menajemen dalam proses pengambilan keputusan, mengvaluasi
data dalam hubungannya dengan tujuan perusahaan dan tujuan satuan
organisasinya, menyiapkan dan menyampaikan berkas-berkas laporan ekstren yang
diperlukan untuk memenuhi permintaan instansi pemerintah, para pemegang saham,
institusi keuangan, para pelanggan dan masyarakat umum.
4. Akuntansi
(accounting). Mendisain, menetapkan dan memlihara sistem akuntansi keuangan dan
biaya pada semua jenjang perusahaan, termasuk untuk perusahaan secara
menyeluruh, perdivisi, per pabrik, dan per satuan, untuk dapat mencatat secara
wajar semua transaksi keuangan dalam pembukuan agar sesuai dengan
prinsip-prinsip akuntansi yang sehat, disertai dengan pengendalian intern
(internal control) yang memadai.
5. Tanggungjawab
Utama Lainnya. Mengelola dan mengawasi fungsi-fungsi misalnya fungsi
perpajakan, termasuk saling berhadapan dengan inspeksi pajak, memelihara
hubungan yang sesuai dengan auditor intern dan ekstern, mengadakan dan menata
program-program asuransi, mengembangkan dan memelihara sistem dan prosedur,
mengembangkan program penyimpanan catatan, mengawasi fungsi kebendaharaan yang
telah dilimpahkan, membentuk program mengenai hubungan dengan para investor dan
dengan masyarakat umum, serta mengarahkan fungsi-fungsi lain yang telah
dilimpahkan.
Jelaslah bahwa apabila keadaan memerlukan, bisa saja
terjadi penyimpangan dari fungsi-fungsi dasar sebagaimana yang diuraikan
diatas. Perlu ditekankan, bahwa controller tidak boleh dilimpahi dengan
fungsi-fungsi yang bersifat operasional, sehingga dapat melemahkan dan
mengurangi efektivitas usahanya dalam bidang perencanaan dan pengendalian
finansial.
Oleh karena itu dalam penulisan makalah ini berfokus
pada Pentingnya Peran Controllership
Bagai Perusahaan.
B.
Rumusan
masalah
Berdasarkan latar belakang diatas maka yang menjadi
masalah pada penulisan makalah ini adalah sebagai beerikut:
1.
Apa yang dimaksud dengan
controllership?
2.
Apa saja fungsi dari
controllership?
3.
Bagaimana peran controllership bagi
perusahaan?
C.
Tujuan
Berdasarkan
rumusan masalah diatas adapun yang menjadi tujuan pada penulisan makalah ini
adalah
1. Untuk
mengetahui pengertian controllership
2. Untuk
mengetahui apasajakah fungsi controllership
3. Untuk
mengetahui bagaimana peran controllership bagi perusahaan
D.
Manfaat
Dalam
penulisan makalah ini diharapkan dapat menjadi reverensi bagi pemakalah
selanjutnya, kemudian dengan adanya makalah ini dapat menjadi bahan bacaan dan
memberikan sumbangan pikiran dalah dunia pendidikan.
BAB
II
PEMBAHASAN
B.
Konsep
Dasar Kontrolership
1.
Pengertian
Controlership
Dalam periode ini telah lahir dan terjadi
pengembangan fungsi controllership yang terpisah. Yang paling jelas, kegiatan
finansial yang makin bertambah telah memaksa adanya pendelegasian wewenang dan
tanggungjawab yang lebih luas dalam banyak perusahaan. Selain itu, bertambah
besarnya perusahaan telah menuntut pengecekan dan pengimbangan yang lebih
banyak serta pengendalian intern yang lebih baik dalam perusahaan.
Orang yang bertanggung jawab dalam merancang dan
mengoperasikan sistem pengendalian manajemen disebut sebagai seorang kontroler.
Sebenarnya, di banyak organisasi jabatan orang ini adalah Chief Financial
Officer (CFO).
Meskipun
seorang kontroler biasanya bertanggung jawab untuk merancang maupun
mengoperasikan sistem yang mengumpulkan dan melaporkan informasi, pemanfaatan
informasi ini adalah tanggung jawab jajaran manajemen. Seorang pengendali
barangkali bertanggungjawab untuk mengembangkan dan menganalisis tolak ukur
yang digunakan untuk melakukan pengendalian serta merekomendasikan
tindakan-tindakan yang diperlukan ke pihak manajemen. Kemungkinan-kemungkinan
lainnya mencakup memonitor ketaatan pada batas-batas pengeluaran yang sudah
ditetapkan oleh kepala eksekutif, mengendalikan integritas sistem pencatatan
serta menjaga aktiva perusahaan dari pencurian dan penipuan.
Hal yang
penting untuk pemenuhan controllership secara wajar ialah adanya suatu sikap
pemikiran yang memberi semangat dan menghidupkan data finansialdenagn
menerapkannya terhadap kegiatan perusahaan dimasa mendatang. Ini merupakan
suatu konsep yang memandang ke depan, yaitu suatu cara pendekatan analitis yang
terarah yang membawakan keseimbangan bagi sistem perencanaan dan pengendalian
manajemen. Pandangan controller seharusnya sama dengan pandangan pimpinan,
yaitu sesuatu yang dapat menuntun pemikiran pimpinan pada kombinasi
operasi-operasi yang paling menguntungkan.
2.
Berbagai
Sebutan Untuk Jabatan Controller
Banyak sebutan dipergunakan untuk jabatan kepala
akuntansi; akan tetapi, sebutan yang paling umum dan refresentatif ialah
controller. Tugas-tugas controller kadang-kadang dipikul oleh seorang kepala
akuntansi, manajer kantor, controller, bendaharawan, asisten bendaharawan, atau
sekretaris. Sementar itu terdapat indikasi, bahwa penggunaan sebutan controller
tidak tepat, karena orang tersebut tidak mengendalikan perusahaan.
3.
Prinsip-Prinsip
Controllership Berlaku Terhadap Semua Jenis Perusahaan
Salah
satu rintangan terhadap perkembangan fungsi controllership adalah perasaan pada
sebagian pimpinan, bahwa perusahaannya berbeda dan tidak memerlukan metode
pengendalian yang modern. Pada dasarnya masalah-masalah manajemen tidak jauh
berbeda di antara berbagai jenis industry dan perusahaan. Kekhusuan dalam
operasi-operasi kecil atau mendetail dari berbagai jenis perusahaan terhadap
pembatasan ekonomis dan politis yang mengelilingi mereka. Perusahaan listrik,
telepon, dan air (public utility), perusahaan asuransi, perantara, hotel,
perusahaan rekreasi, institusi keuangan, dan toko serba ada menunjukkan
contoh-contoh dari kekhusuan dalam organisasi dan prosedur, tetapi dapat
ditegaskan kembali bahwa masalah pokoknya adalah serupa. Controller yang
memahami secara seksama masalah pokok dari pengendalian akuntansi (accounting
control), dapat dengan mudah menerapkannya pada industry dan perusahaanny
sendiri.
4.
Fungsi-Fungsi
Dasar Controllership
Tanggungjawab
dan kegiatan fungsional pada dasarnya dapat dikategorikan sebagai berikut:
a) Perencanaan
(planning). Menetapkan dan memelihara suatu rencana operasi yang terintegrasi
sejalan dengan sasaran dan tujuan perusahaan, baik jangka pendek maupun jangka
panjang, menganalisa, merevisi (bila perlu), mengkomunikasikan kepada semua
tingkat manajemen serta menggunakan sistem-sistem dan prosedur-prosedur yang
cocok.
b) Pengendalian
(control). Mengembangkan dan merevisi norma-norma (standars) yang memuaskan
sebagai ukuran pelaksanaan dan menyediakan pedoman serta bantuan kepada para
anggota manajemen yang lain dalam menjamin adanya penyesuaian hasil pelaksanaan
yang sebenarnya terhadap norma standar.
c) Pelaporan
(reporting). Menyusun, menganalisa dan menginterprestasikan hasil-hasil
keuangan untuk digunakan oleh manajemen dalam proses pengembalian keputusan,
mengevaluasi data dalam hubungannya dengan tujuan perusahaan dan tujuan satuan
organisasinya.
d) Akuntansi
(accounting). Mendisiplin, menetapkan dan memelihara sistem akuntansi keuangan
dan biaya pada semua jenjang perusahaan termasuk untuk perusahaan secara
menyeluruh, per divisi, per pabrik, dan per satuan untuk dapat mencatat secara
wajar semua transaksi keuangan dalam pembukuan agar sesuai dengan
prinsip-prinsip akuntansi yang sehat disertai dengan pengendalian intern
(internal control) yang memadai.
e) Tanggungjawab
utama lainnya. Mengelola dan mengawasi fungsi-fungsi misalnya fungsi perpajakan
termasuk saling berhadapan dengan inspeksi pajak; memelihara hubungan yang
sesuai dengan auditor intern dan ekstern; mengadakan dan menata program-program
asuransi; mengembangkan dan memeliharan sistem dan prosedur; mengembangkan
program penyimpanan catatan; mengawasi fungsi kebendaharaan ang telah
dilimpahkan; membentuk program mengenai hubungan dengan para investor dan
dengan masyarakat umum; serta mengarahkan fungsi-fungsi lain yang telah dilimpahkan.
5.
Status
Organisatoris
Controller yang sangat cakap tidak akan
mempunyai kesulitan untuk memelihara hubungan yang wajar dengan para pimpinan
lain, dan sesungguhnya dia dapat menduduki suatu posisi yang nomor dua
pentingnya setelah pimpinan tertinggi. Dewan komisaris dari FEI telah menerima
kodifikasi sebagai berikut:
a. Controller
harus merupakan seorang pimpinan eksekutif pada tingkat pengambilan
kebijaksanaan yang bertanggungjawab langsung kepada pimpinan tertinggi dari
perusahaan. Pengangkatan atau pemindahannya harus mendapat perssetujuan
terlebih dahulu dari dewan komisaris.
b. Controller
perlu diharuskan oleh dewan direksi untuk menyajikan secara langsung laporan
periodic yang mencakup hasil-hasil operasi dan kondisi-kondisi keuangan dari
perusahaan, bersama-sama dengan informasi lain yang mungkin diminta oleh dewan
tersebut.
c. Controller
sebaiknya menjadi seorang anggota dari dewan direksi dan dari semua kelompok
pembuat kebijaksanaan tertinggi lainnya.
6.
Sumber
Kewenangan Controller
Definisi
yang jelas mengenai tugas, kewenangan dan tanggungjawab biasanya dipandang
sebagai syarat mutlak bagi adanya pelaksanaan yang baik. Yang pasti pada
perusahaan-perusahaan besar, dan mungkin juga pada perusahaan-perusahaan kecil,
luasnya kewenangan dan tanggungjawab controller dapat ditetapkan menurut salah
satu dari ketiga cara berikut; (1) sesuai dengan ketetntuan dalam anggaran
rumah tangga, (2) menurut resolusi dari komisi eksekutif, atau (3) menurut
perintah umum dari presiden direktur.
Ketentuan-
ketentuan dalam anggaran rumah tangga dapat berbeda-beda isinya yang menyangkut
fungsi controllership. Akan tetapi, pada pokoknya kebanyakan menyatakan bahwa
“controller dapat menjadi pejabat utama yang diserahi tugas menyelenggarakan
catatan pembukuan perusahaan. “ selanjutnya sebagian besar ketentuan juga
mencakup pernyataan bahwa “dia dapat memiliki wewenang dan tugas-tugas lain
yang mungkin dilimpahkan padanya oleh dewan direksi, atau oleh komisi
eksekutif, atau oleh presiden direktur.
B. PENTINGNYA CONTROLLER BAGI
PERUSAHAAN
1.
Ciri-Ciri Tugas Controllership
Tugas
controllership bukanlah suatu fungsi yang mudah dilaksanakan, terdapat beberapa
karakteristik dan persyaratan tertentu yang harus diketahui oleh controller
pada setiap saat. Yang terpenting dari itu disebutkan di bawah ini.
2.
Fungsi
Controllership
a) Controller
terutama merupakan seorang eksekutif stap, yang fungsi utamanya adalah
mengembangkan suatu organisasi dan sistem perkiraan, kebijakan, catatan dan
prosedur yang akan menyediakan data yang dapat dianalisa dan diinterprestasikan
oleh para pimpinan funfsional lain dalam pengambilan keputusan untuk mencapai
sasaran dan tujuan perusahaan.
b) Meskipun
tanggungjawab untuk mengarahkan operasi dilimpahkan pada para pimpinan
fungsional yang lain, tetapi controller harus sanggup memahami dan menjalin
hubungan dan masalah-masalah mereka, agar dia efektif dan dapat membantu untuk
memecahkan masalahnya.
c) Agar
dapat berguna, fakta-fakta, informasi dan data harus dikomunikasikan sedemakian
rupa sehingga mudah dimengerti oleh mereka yang membutuhkannya.
d) Controller
hars memiliki kesanggupan untuk menerjemahkan fakta dan data statistik ke dalam
bentuk trends (arah) dan hubungan-hubungannya.
e) Controller
harus cermat dalam temuan (findings) dan pelaporannya;akan tetapi,dia juga
harus memiliki kesanggupan untuk melihat ke depan dan sanggup member penilaian
terhadap masa yang akan datang.
f) Pada
umumnya perusahaan mempunyai kemampuan untuk mengisolasi masalah pokoknya; akan
tetapi, perusahaan yang sukses selalu mengambil tindakan positif tepat pada
waktunya. Oleh karena itu, controller harus dapat mengembangkan dan menyediakan
informasi secepatnya.
g) Controller
harus mengadakan tindak-lanjut (follow-up) terhadap penelitian dan
interprestasinya.
h) Controller
harus dapat diandalkan oleh para pimpinan dengan menyediakan informasi yang
cermat, dan segera, disertai suatu sikap ingin membantu.tanda berhasilnya
seorang controller ialah, apabila para pimpinan lain mengharapkan darinya
pedoman dan konsultansi.
i)
Controller harus jujur dan tidak
memihak.
j)
Controller harus sanggup memasarkan atau
menjual ide kemampuan anlitis dan fungsi totalnya.
k) Meskipun
menyadari tujuan penuh dari rugasnya, controller harus juga menyadari
keterbatasannya.
3.
Kualafikasi
Controller
Kualifikasi dara
seorang controller yang efektif adalah sebagai berikut :
a) Dasar
teknis yang sangat baik dalam akuntansi biaya, disertai suatu pengertian dan
pengetahuan yang menyeluruh mengenai prinsip-prinsip akuntansi.
b) Pemahaman
terhadap prinsip-prinsip perencanaan, pengorganisasian dan pengendalian.
c) Pemehaman
umum mengenai jenis industri dalam mana perusahaan tergolong, dan
pemahamanterhadap kekuatan sosial, ekonomi dan politik yang terlibat.
d) Pemahaman
yang mendalam mengenai perusahaan, termasuk teknologi, produk, kebijaksanaan,
tujuan, sejarah, organgisasi dan lingkungannya.
e) Kemampuan
untuk berkomunikasi dengan semua tingkat manajemen dan suatu pemahaman dasar
terhadap masalah fungsional lainnya yang berhubungan dengan teknik, produksi,
pembelian, hubungan masyarakat dan pemasaran.
f) Kemampuan
untuk menyatakan ide dengan jelas, secara tertulis ataupun dalam pernyajian
yang informative.
g) Kemampuan
menggerakan orang-orang lain untuk mencapai tindakan dan hasil yang positif.
4.
Struktur
Organisasi Untuk Controllership Yang Efektif
Struktur
organisasi sebuah perusahaan harus memungkinkan adanya koordinasi usaha
diantara semua satuan dan jenjang untuk mengambil tindakan yang dapat mencapai
suatu tujuan umum. Terdapat banyak teori tentang strukrur organisasi; akan
tetapi, dalam mengamati perusahaan-perusahaan yang terorganisasi dengan baik,
akan dapat ditemukan bahwa rancangan organisasi berfokuskan pada koordinasi
usaha kelompok dan bukan pada usaha perorangan.
5.
Pembentukan
Organisasi Untuk Pengendalian
Controllership
merupakan suatu pokok yang semakin dikenal dan harus diorganisasikan denagan
tepat, agra pengendalian akuntansi dapat berfungsi dan data statistic dapat
dipergunakan secara efektif. Struktur organisasi yang khusus cocok ontuk
controller harus mempertimbangkan orgenisasi perusahaan serara menyeluruh,
besarnya perusahaan, pertunbuhan yang diantisipasikan, sipat perusahaan, jenis
oprasi, lokasi, tingkat desentralisasi, luasnya intergrasi vertikal,
rencana-rencana jangka panjang, dan model manajemen atau karekteristik-karakteristik
pribadi dari kelompok pimpinan sebagai suatu kesatuan.
6.
Masalah-Masalah
Organisasi Yang Khas Bagi Controller
Sementara perusahaan
tumbuh atau berekspansi dan lingkungan berubah, controller akan dihadapkan
dengan masalah-masalah dan keputusan yang berhubungan dengan struktur
organisasi, yaitu:
a) struktur
organisasi harus ditinjau secara berkesinambungan dengan mempertimbangkan
teknologi yang berubah-ubah kebutuhan-kebutuhan baru, tanggungjawab yang
berbeda dan keseluruhan yang lingkungan dalam mana perusahaan beroperasi.
b) sentralisasi
atau desentralisasi perusahaan dan masalah yang berhubungan dengan fungsi
akuntansi yang dapat dilaksanakan secara lebih efektif pada kantor pusat,
kantor divisi, pabrik atau kantor pabrik, kantor cabang, kantor penjualan, dan
lain-lain.
c) hubungan
controller perusahaan dengan setiap controller divisi atau pabrik, apakah atas
suatu hubungan garis langsung atau melalui kepala satuan operasi yang
bersangkutan, atau atas suatu dasar ganda.
d) evaluasi
terhadap fungsi yang dilaksanakan pada kantor pusat, dan pada tingkat divisi
atau pabrik dan pendelegasian kembali tanggungjawab apabila memang sesuai.
e) pemisahan
tugas-tugas secara tepat dalam departemen controller.
f) evaluasi
terhadap pendelegasian kewenangan dan tanggungjawab yang berhubungan.
7. Struktur Organisasi Yang Khas Bagi
Departemen Controller
Tidak
ada suatu struktur organisasi yang dapat memenuhi semua kebutuhan, tidak
satupun rencana paling ideal. Beberapa penggolongan menurut fungsi ternyata
praktis dan dapat dikerjakan. Masalah pokoknya adalah memutuskan bagaimana
fungsi-fungsi dapat digolongkan untuk memperoleh hasil yang paling efektif
dalam lingkungan khusus. Beberapa komentar yang berhubungan dengan struktur
yang sedemikian dapat ditunjukan sebagai berikut:
a) Kelompok
akuntansi umum (general accounting) dan akuntansi biaya (cost accounting)
terutama berhubungan dengan pencatatan transaksi-transaksi dan pelaporan hasil
historis.
b) Fungsi-fungsi
perencanaan dan pengendalian keuangan dipisahkan dari kegiatan pencatatan.
c) Dalam
perusahaan yang lebih besar terdapat kebutuhan akan tenaga yang sanggup
melakukan penelitian khusus yang berhubungan dengan masalah tertentu, mengatur
kembali lokasi pabrik, menganbil keputusan-keputusan untuk membeli atau membuat
sendiri, serta melakukan analisa ekonomi dan keuangan mengenai kemungkinan
membeli/mengambil alih perusahaan lain.
d) Suatu
departemen tersendiri harus dibentuk agar memiliki sumber-sumber yang cukup
tersedia untuk merencanakan sistem akuntansi, mengembangkan prosedur
pelaksanaan, dan berkoordinasi dengan para staf pusat computer (bagi sistem
yang menggunakan computer).
e) Pada
sebagian perusahaan, urusan pajak dan asuransi merupakan tanggungjawab
controller.
f) Bergantung
pada besarnya perusahaan, suatu departemen tersendiri dapat dibentuk untuk
pemeriksaan intern (internal auditing) yang melapor controller.
g) Pada
perusahaan-perusahaan yang berukuran kecil atau sedang, fungsi jenis-manajemen
perkantoran, seperti komunikasi, jasa-jasa kantor,pegiriman per pos,
pengarsipan jasa-jasa reproduksi berada di bawah controller.
Jadi controller mamiliki peran yang sangat penting
terhadap pencapain tujuan perusahaan dan kebijakan yang telah digariskan oleh
pimpinan perusahaan. Selain itu juga, controller memiliki tanggungjawab untuk
memberikan jaminan terlaksananya suatu fungsi pada setiap divisi yang ada dalam
suatu organisasi atau perusahaan manapun.
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Berdasarakan pembahasan diatas maka dapat
disimpulkan adalah sebagai berikut:
Kontrolership sangat
dibutuhkan dalam sebuah perusahaan manapun karena peranya yang sangat strategis
khususnya dalam pencapaian tujuan serta pelaksanaan kebijakan yang telah
digariskan oleh pimpinan.
Dalam peranya kontrolership adalah instansi atau
bidang yang bertugas untuk menjamin terselenggaranya suatu proses sebagai mana
mestinya serta dijalankanya kebijakan yang telah digariskan oleh perusahaan.
B.
Saran
Dengan
memperhatikan kesimpulan pada makalah ini, maka saran yang dapat penulis
berikan adalah bahwa, dalam pelaksanaan dan penyelenggaraan perusahaan peran
kontroler harus barjalan sebagai mana mestinya dan secara professional guna
mencapai tujuan perusahaan.
Daftar Pustaka
Rony A. Rusly, 2000, Manajemen Pemasaran: Analisis,
Perencanaan, Implemensil dan Control, Edisi Indonesia Jilid 1, PT.
Prentelalindo, Jakarta.
Komaruddin,
1994, Ensiklopedia Manajemen, Edisi 1, Bumi Aksara, Jakarta.
Moh Nazir, Ph.D, 1999, Metode Penelitian, Cetakan Ke
4, Ghalia Indonesia, Jakarta.
James D. Wilson dan John B. Campbell, 1995,
Controllership Tugas Akuntan Manajemen, Edisi ke 3, Erlangga, Jakarta.






0 comments:
Post a Comment