Wednesday, 10 December 2014

manajemen operasional perusahaan


BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
Makalah  ini dilatar belakangi untuk memenuhi tugas mata kuliah Manajemen Operasional. Makalah ini berisikan tentang konsep-konsep yang perlu diperhatikan dalam memahami manajemen operasional. Untuk menetapkan mencapai tujuan perusahaan diperlukan gabungan dari berbagai pengetahuan dan disiplin ilmu. Berbagai kriteria yang ikut dipertimbangkan utamanuya pemahaman menganai manajemen operasional, mengingat manajemen operasional merupakan faktor utama yang  menjelaskan secara rasional mengenai pengaturan dan efisiensi operasional perusahaan dalam rangka pencapaian tujuan perusahaan tersebut.
Beberapa teori dalam makalah ini secara umum menggunakan pendekatan membahas mengenai pengertian, faktor-faktor yang mempengaruhi manajemen operasional dan strategi manajemen operasional. Berdasarkan beberapa teori tersebut, maka kebijakan terkait dengan konsep dalam menejemen operasional berpengaruh pada suatu kegiatan usaha diperlukan gabungan dari berbagai ilmu pengetahuan dan disiplin ilmu serta dilakukan kajian terlebih dahulu secara komperehensif.



B.  Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, adapun masalah dalam penulisan makalah ini dirumuskan sebagai berikut:
1.      Apa yang dimaksud dengan manajemen operaasional?
2.      Faktor-faktor apa yang mempengaruhi manajemen operasional?
3.      Keputusan apa yang menyangkut dengan manajemen operasional?
4.      Apa strategi manajemen operasional?

C.  Tujuan
Berdasarkan masalah yang telah dirumuskan diatas, maka tujuan penulisan makalah ini dirumuskan sebagai berikut:
1.      Untuk mengetahui pengertian  manajemen operaasional
2.      Untuk mengetahui Faktor-faktor apa yang mempengaruhi manajemen operasional
3.      Untuk mengetahui apa keputusan manajemen operasional
4.      Untuk mengetahui strategi manajemen operasional

D.  Manfaat
Adapun manfaat dalam penulisan makalah ini diharapkan dapat menjadi tambahan ilmu bagi pemakalah den sebagai reverence pemakalah selanjutnya yang relevan dengan makalah ini.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A.  Pengertian Manajemen Operasional
Yang dimaksud Operasi adalah suatu aktivitas dalam mentransformasikan input – input menjadi output – output yang dapat menambah nilai pada barang atau jasa.
Menurut Anoraga(2009) Manajemen operasional adalah seluruh aktivitas untuk mengatur dan mengkoordinir faktor – faktor produksi secara efektif dan efisien untuk dapat menciptakan dan menambah nilai dan benefit dari produk (barang atau jasa) yang dihasilkan oleh sebuah organisasi.

Render dan Heizer (2005 : 2)mendefinisikan Manajemen Operasional adalah Serangkaian kegiatan yang membuat barang dan jasa melalui perubahan dari masukan dan keluaran.

Russel and Taylor (2002) dalam Murdifin Haming (2003 : 17)mendefinisikan Manajemen Operasional adalah Fungsi atau sistem yang melakukan kegiatan proses pengolahan masukan keluaran dengan nilai tambah yang besar.

Menurut Eddy Herjanto (2007) Manajemen operasi adalah suatu kegiatan yang berhubungan dengan pembuatan barang, jasa, dan kombinasinya, melalui proses transformasi dari sumber daya produksi menjadi keluaran yang diinginkan.

Suryadi Prawirosentono (2001) mendefinisikan Manajemen produksi (operasi) adalah perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan dari urutan berbagai kegiatan untuk membuat barang (produk) yang berasal dari bahan baku dan bahan penolong lain.

Agus Ahyari mengartikan Manajemen operasi merupakan proses kegiatan untuk mengadakan perencanaan,
pengorganisasian,pengarahan,pengkoordinasian dari produksi dan proses produksi.

Aquilano (2001) Mendefinisikan Manajemen Operasional sebagai suatu proses perancangan, pengoperasian dan pengembangan dari sistem yang menghasilkan produk atau jasa utama perusahaan.








jika digambarkan maka proses manajemen Operasional sb:

Menurut (Anoraga, 2009) proses transformasi dapat dijabarkan sebagai berikut :
1.      Alter (mengubah)
2.      Transport
3.      Store (penyimpangan)
4.      Inspect (memeriksa)
Dalam melakukan keempat proses transformasi di atas tentunya dibutuhkan peran dari manajer operasi yang dapat mengarahkan berbagai masukan (input) agar dapat memproduksi berbagai keluaran (output) dengan jumlah yang sesuai dengan permintaan konsumen, selain itu juga memperhatikan dan menanggapi kekuatan-kekuatan dari lingkungan eksternal yang terus menerus berkembang.

B.  Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Manajemen Operasional
Menurut Higgins (1994)Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Manajemen Operasional adalah:
1.    Manajer/Pimpinan
Pada dasarnya setiap tindakan yang diambil oleh manajer atau pimpinan mempengaruhi dalam beberapa hal, seperti aturan-aturan, kebijakan-kebijakan, dan prosedur-prosedur organisasi terutama masalah-masalah yang berhubungan dengan masalah personalia, distribusi imbalan, gaya komunikasi, cara-cara yang digunakan untuk memotivasi, teknik-teknik dan tindakan pendisiplinan, interaksi antara manajemen dan kelompok, interaksi antar kelompok, perhatian pada permasalahan yang dimiliki karyawan dari waktu ke waktu, serta kebutuhan akan kepuasan dan kesejahteraan karyawan.
2.    Tingkah laku karyawan
Tingkah laku karyawan mempengaruhi melalui kepribadian mereka, terutama kebutuhan mereka dan tindakan-tindakan yang mereka lakukan untuk memuaskan kebutuhan tersebut. Komunikasi karyawan memainkan bagian penting, karena cara seseorang berkomunikasi menentukan tingkat sukses atau gagalnya hubungan antar manusia.
3.    Tingkah laku kelompok kerja
Terdapat kebutuhan tertentu pada kebanyakan orang dalam hal hubungan persahabatan, suatu kebutuhan yang seringkali dipuaskan oleh kelompok dalam organisasi. Kelompok-kelompok berkembang dalam organisasi dengan dua cara, yaitu secara formal, utamanya pada kelompok kerja; dan informal, sebagai kelompok persahabatan atau kesamaan minat.
4.    Faktor eksternal organisasi
Sejumlah faktor eksternal organisasi mempengaruhi pada organisasi tersebut. Keadaan ekonomi merupakan faktor utama yang mempengaruhi organisasi. Keadaan ekonomi adalah faktor utama. Di lain pihak, ledakan ekonomi dapat mendorong penjualan dan memungkinkan setiap orang mendapatkan pekerjaan dan peningkatan keuntungan yang besar, sehingga hasilnya menjadi lebih positif.
C.  Sepuluh Keputusan Manajemen Operasional
Menurut Jay Heizer dan Barry Render (2009:56-57), diferensiasi, biaya rendah dan respons yang cepat dapat dicapai saat manajer membuat keputusan efektif dalam sepuluh wilayah manajemen operasional. Keputusan ini dikenal sebagai keputusan operasi (operations decisions). Berikut sepuluh keputusan manajemen operasional yang mendukung misi dan menerapkan strategi:
a.       Perancangan barang dan jasa. Perancangan barang dan jasa menetapkan sebagian besar proses transformasi yang akan dilakukan. Keputusan biaya, kualitas dan sumber daya manusia bergantung pada keputusan perancangan.
b.      Kualitas. Ekspektasi pelanggan terhadap kualitas harus ditetapkan, peraturan dan prosedur dibakukan untuk mengidentifikasi serta mencapai standar kualitas tersebut.
c.       Perancangan proses dan kapasitas. Keputusan proses yang diambil membuat manajemen mengambil komitmen dalam hal teknologi, kualitas, penggunaan sumber daya manusia dan pemeliharaan yang spesifik. Komitmen pengeluaran dan modal ini akan menentukan struktur biaya dasar suatu perusahaan.
d.      Pemilihan lokasi. Keputusan lokasi organisasi manufaktur dan jasa menentukan kesuksesan perusahaan.
e.       Perancangan tata letak. Aliran bahan baku, kapasitas yang dibutuhkan, tingkat karyawan, keputusan teknologi dan kebutuhan persediaan mempengaruhi tata letak.
f.       Sumber daya manusia dan rancangan pekerjaan. Manusia merupakan bagian yang integral dan mahal dari keseluruhan rancang sistem. Karenanya, kualitas lingkungan kerja diberikan, bakat dan keahlian yang dibutuhan, dan upah yang harus ditentukan dengan jelas.
g.      Manajemen rantai pasokan. Keputusan ini menjelaskan apa yang harus dibuat dan apa yang harus dibeli.
h.      Persediaan. Keputusan persediaan dapat dioptimalkan hanya jika kepuasan pelanggan, pemasok, perencanaan produksi dan sumber daya manusia dipertimbangkan.
i.        Penjadwalan. Jadwal produksi yang dapat dikerjakan dan efisien harus dikembangkan.
j.        Pemeliharaan. Keputusan harus dibuat pada tingkat kehandalan dan stabilitas yang diinginkan.
D.  Strategi Manajemen Operasional
Menurut Jay Heizer dan Barry Render (2009:51), perusahaan mencapai misi mereka melalui tiga cara yakni:
a.       Bersaing dalam diferensiasi.
Diferensiasi berhubungan dengan penyajian sesuatu keunikan. Diferensiasi harus diartikan melampaui ciri fisik dan atribut jasa yang mencakup segala sesuatu mengenai produk atau jasa yang mempengaruhi nilai dimana konsumen dapatkan darinya.
b.      Bersaing dalam biaya.
Kepemimpinan biaya rendah berarti mencapai nilai maksimum sebagaimana
yang diinginkan pelanggan. Hal ini membutuhkan pengujian sepuluh keputusan manajemen operasi dengan usaha yang keras untuk menurunkan biaya dan tetap memenuhi nilai harapan pelanggan. Strategi biaya rendah tidak berarti nilai atau kualitas barang menjadi rendah.
c.       Bersaing dalam respons.
Keseluruhan nilai yang terkait dengan pengembangan dan pengantaran barang yang tepat waktu, penjadwalan yang dapat diandalkan dan kinerja yang fleksibel. Respons yang fleksibel dapat dianggap sebagai kemampuan memenuhi perubahan yang terjadi di pasar dimana terjadi pembaruan rancangan dan fluktuasi volume.
Tiga strategi yang ada masing-masing memberikan peluang bagi para manajer operasi untuk meraih keunggulan bersaing. Keunggulan bersaing berarti menciptakan sistem yang mempunyai keunggulan unik atas pesaing lain. Idenya adalah menciptakan nilai pelanggan (customer value) dengan cara efisien dan efektif.










BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
A.      Kesimpulan
Berdasarkan Tinjauan konsep maka dalam penulisan makalah ini dapa disimpulkan sebagai berikut:
1.      Manajemen operasional adalah suatu aktivitas untuk mengatur sebuah pelaksanaan aktivitas perusahaan maupun instansi pemerintah agar dapat berjalan denga efektif dan efisien dan berlangsung secara sistem matis.
2.      Faktor-faktor yang mempengaruhi manajemen terdiri atas Manajer/Pimpinan, Tingkah laku karyawan, Tingkah laku kelompok kerja dan Faktor eksternal organisasi yang lebih rincinya sebagaimana tertuang dalam babdua sebelumnya
3.      Keputusan manajemen operasional adalah langkah strategis mengenai upaya pencapaian tujuan yang telah digariskan perusahaan melalui langkah-langkah yang telah dirumuskan dan diwujudkan dalam bentuk keputusan.
4.       Selanjutnya untuk mencapai tujuan manajemen operasional melakukan strategi bersaing yaitu Bersaing dalam diferensiasi., Bersaing dalam biaya., dan Bersaing dalam respons.

B.       Saran
Berdasarkan kesimpulan diatas maka adapun saran yang dapat direkomendasikan dalam penulisan makalah ini yaitu pemahaman mengenai konsep yang menyangkut manajemen operasional sangat penting dipahami secara lebih mendalam demi tercapainya efektivitas dan efisiensi perusahaan guna mencapai tujuan tersebut.
















0 comments:

Post a Comment