Wednesday, 20 July 2016

TEORI AKUNTANSI : PRINSIP AKUNTANSI




PRINSIP AKUNTANSI
1.      PENGERTIAN DAN SUMBER PRINSIP AKUNTANSI
Prinsip Akuntansi merupakan masalah penting dalam profesi dan semua pihak memiliki kepentingan terhadapnya.Oleh karena itu mekanisme penyusunan Prinsip Akuntansi harus diatur sedemikian rupa sehingga dapat memberikan kepuasaan kepada semua pihak yang berkepentingan terhadap laporan keuangan. Prinsip Akuntansi  ini akan terus-menerus berubah dan berkembang sesuai perkembangan dan tuntutan masyarakat. Belkaoui (1985) mengemukakan alasan pentingnya Prinsip Akuntansi yang baku sebagai berikut:
1.      Dapat menyajikan informasi tentang posisi keuangan, prestasi, dan kegiatan perusahaan.
2.      Memberikan pedoman dan peraturan bekerja bagi akuntan publik agar mereka dapat melaksanakan tugas dengan hati-hati, independent dan dapat mengabdikan keahliannya dan kejujurannya melalui penyusunan laporan akuntan setelah melalui pemeriksaan akuntan.
3.      Memberikan “data base” kepada pemerintah tentang berbagai informasi yang dianggap penting dalam perhitungan pajak, peraturan tentang perusahaan, perencanaan dan pengaturan ekonomi, dan peningkatan efisiensi ekonomi dan tujuan-tujuan makro lainnya.
4.      Dapat menarik perhatian para ahli dan praktisi di bidang teori dan Prinsip Akuntansi
Dalam penyusunan Prinsip Akuntansi ini ada 3 kemungkinan:
1.      Diserahkan sepenuhnya kepada kekuatan pasar.
2.      Diserahkan kepada swasta/profesi atau
3.      Diserahkan kepada pemerintah.
Selengkapnya Stevin Rubin (1984) menjelaskan sumber GAAP dalam bentuk rumah sebagai berikut:
1.      Dasar
Yang mendasar GAAP disebutkan: going concern, substance oferform, neutrality, accrual basis, conservative, materiality.
2.      Lantai I
a.       FASB Statement
b.      FASB Interpretations
c.       APB Opinions
d.      ARS Bulletins yang dikeluarkan AICPA.
3.      Lantai II
a.       AICPA Industry Audit Guides
b.      AICPA Industry Accounting Guides
c.       AICPA Statements of Position
4.      Lantai III
a.       FASB Technical Bulletins
b.      AICPA Accounting Interpretation
c.       Praktek industri yang lazim.
5.      Lantai IV
a.       APB Statement
b.      Makalh yang dikeluarkan AICPA
c.       Pendapat-pendapat organisasi profesi
d.      FASB Concepts Statement
e.       Buku-buku teks
f.       Artikel-artikel tentang Akuntansi.

2.      HUBUNGAN PRINSIP AKUNTANSI DENGAN PERANGKAT PERATURAN LAINNYA
Profesi akuntan mempunyai kaitan yang erat dengan FASB atau SFAS ini karena diatur dalam kode etik maupun GAAP. Dalam kode etik AICPA disebutkan:
a.       Rule 203
“Setiap akuntan tidak dibenarkan mengeluarkan pendapat bahwa laporan keuangan adalah wajar sesuai dengan GAAP jika laporan tersebut tidak sesuai dengan FASB Statement
b.      Rule 204
Akuntan harus menjelaskan alasan untuk tidak menggunakan pedoman FASB yang berkaitan dengan pengungkapan informasi di luar laporan keuangan yang dipublisir.
                        Prinsip Akuntansi (GAAP) diperlukan untuk lembaga sebagai berikut:
1.      GAAP untuk lembaga pemerintah
2.      BAAP untuk organisasi sosial yang tidak bertujuan mencari laba (NIRLABA)
3.      GAAP untuk perusahaan komersil.
GAAP ini adalah wewenang dari Financial Accounting Foundation (FAF) yang dua buah dewan sebagai berikut:
1.      Governmental Accountig Standards Board (GASB) yang didirikan tahun 1984 sebagai lanjutan dari National Councel on Governmental Accounting.
2.      Financial Accounting Standards Boards (FASB) yang didirikan tahun 1973 yang merupakan kelanjutan dari Accounting Principle Board.

3.      PENYUSUNAN GAAP DI USA

1.      Kantor Akuntan Big eight (Big 8)

Adapun nama-nama 8 kantor akuntan besar tersebut secara alfabetis adalah:
1.      Arthur Andersen dan Co
2.      Artuhur young dan Co
3.      Coopers and Lybrand
4.      Emst and whinnney
5.      Price waterhouse dan Co
6.      Deloitte, haskins and sells
7.      Peat Marwick, Mitchell dan Co
8.      Touche ross dan Co

2.      Financial accounting standard board (FASB)

FASB dibandingkan dengan APB mempunyai perbedaan sebagai berikut:
1.      Anggota berjumlah 7 orang sedangkan dulu 18 sampai dengan 21 orang.
2.      Status anggota adalah full time
3.      Posisinya lebih otonom
4.      Kedudukannya lebih independen
5.      Badan ini diwakili lebih luas dari kelompok profesi dan bisnis.
FASB ini berkantor pusat distanford conneeticutt.Masing-masing anggota FASB ini memiliki staf masing-masing dan anggaran tahunan melebihi 6 juta dollar.
Pronouncement (pengumuman hasil kerja) yang dikeluarkan FASB mencangkup prinsip dan konsep akuntansi yang dikeluarkan berupa:
1.    Standard dan interpretion
2.    Financial accounting concept
3.    Technical bulletins
Sebelum dikeluarkan FASB mengeluarkan statement ini biasanya ditempuh produser sebagai berikut:
1.      Merumuskan “masalah” dan dimuat dalam agenda?
2.      Membentuk “task force” yang beranggotakan para ahli dan praktisi yang akan mempelajari literature dan selanjutnya disusun rumusan dalam bentuk “Discussion memorandum” yang menjelaskan prinsip yang berkaitan dengan masalah  akuntansi yang dirumuskan.
3.      Memorandum ini dibagikan kepada umum untuk dibahas selama 60 hari.
4.      Memorandum ini dibagikan kepada para ahli yang diundang untuk mendiskusikannya baik lisan atau tertulis dalam bentuk “hearing terbuka”.
5.      Berdasarkan hasil diskusi ini dan tanggapan-tanggapan dari penangap maka FASB mengeluarkan apa yang disebut “exsposure draft” dari FASB statement termaksut saran-saran untuk akuntansi keuangan dan pelaporan.
6.      Exposure draft dibagikan kepada umum khususnya profesi akuntansi dan bisnis untuk dibahas selama 30 hari.
Setelah input ditrima dan analisis dan dibuka “public hearing” kedua untuk membahas exposure draft, maka dikeluarkan sikap FASB yang mungkin berupa:
a.       Menerima draft tadi sebagai prinsip akuntansi yang berlaku “statement of financial Accounting standards (SFAS).
b.      Menyerahkan revisi atas draft dan seterusnya prosedur tadi diulangi lagi.
c.       Menunda menerbitkan prinsip akuntansi dan permasalahan tersebut tetap dalam agenda.
d.      Tidak mengeluarkan prinsip akuntansi dan menghapus permasalahan tersebut dari agenda.

3.      Securities and Exchange Commission (SEC)

SEC sebagai lembaga yang mengatur mengenai pasar modal di USA dibentuk tahun 1934. Lembaga ini bertanggung jawab untuk mengatur dan menyusun undang-undang tentang bursa efek dan menjamin bahwa laporan keuangan yang dibuat oleh perusahaan yang “go public” disajikan secara layak dan “full disclosure”.
Beberapa ciri dan peraturan SEC yang agak berbeda dengan yang lazim adalah:
1.    Regulation S – X:
Peraturan ini mengatur tentang bentuk dan isi laporan keuangan yang akan diserahkan kepada SEC. yang paling dominan dari laporan dimaksud adalah:
-            10 K - laporan tahunan diserahkan maksimal 90 hari setelah akhir tahun            buku.
-            10 Q - laporan triwulan diserahkan maksimal 45 hari setelah akhir kuartal
-            8 K  laporan isidentil, yang timbul karena factor tertentu seperti perubahan struktur modal, dan lain-lain.
2.    Accounting series release (ASR)
ASR adalah merupakan wahana SEC dalam mengatur perusahaan yang go public tentang masalah akuntansinya.
3.      SEC Decision dan reports
Keputusan dan laporan SEC
4.      The SEC annual report
Laporan tahunan SEC
5.      Pidato, makalah, pimpinan, dan staf SEC:
Tidak semua prinsip akuntansi yang berlaku sesuai dengan ketentuan SEC.


4.      The American Accounting association (AAA)

The adalah organisasi akuntansi yang berpihak dibidang akademik seperti prefesor, dosen, peniliti, staf, pengajar, atau arang yang mempunyai perhatian terhadap pengembanganteori dan praktek akuntansi. AAA memiliki jurnal triwulan yang diberi nama “Accounting Review” yang merupakan majalah paling bergensi di banding akuntansi.
Beberapa upaya AAA dalam pengembangan prinsip akuntansi maupun kerangka teoritasnya adalah sebagai berikut:
1.      Pada tahun 1936 AAA menerbitkan hasil penelitian tentang A Tentative statement of Accounting principles underlying corporate financial statement. Penerbitan ini telah direvensi pada tahun 1941, 1948, 1950, 1954, 1957, dan 1964.
2.      Pada tahun 1940 melalui buah karya wa paton dan ACLittleteon yang berkerja dibawah naungan AAA telah menerbitkan :An Introducing tocoporate Accounting standards.
3.      Pada tahun 1964 melalui buah karya Louis Golberg AAA menerbitkan An inquiry into the nature af accounting.
4.      Pada tahun 1966 AAA menerbitkan A statement of basic Accounting theory.
5.      Pada tahun 19977 AAA  menerbitkan A statement on accounting theory and theory Acceptance (ASOATTA).

5.      Organisasi / badan lain :

Sebenarnya kalau kita kaji banyak lagi badan atau organisasi yang mempunyai peranan langsung atau tidak langsung terhadap perumusan prinsip akuntansi.
1.         “The National Assocition of  accountant” sekarang sudah berganti nama menjadi the institute of management Accountant (IMA) merupakan organisasi profesi yang menggabungkan para akuntan manajemen di USA.
2.         The cost Accounting standard board (CASB).
3.         The financial Excutife institute (FEI).
4.         Internasional accounting standard Commite (IASC)
5.        Badan-badan / organisasi luar negeri lainnya.
6.                   Pemakai laporan keuangan ;

Laporan keuangan yang disusun menurut prinsip akuntansi dibaca dan dipergunakan oleh pihak-pihak yang menggunakannya.
1.         Pemakai langsung yang termaksud dalam kelompok ini adalah:
a.         Pemilik perusahaan
b.        Kreditur.
c.         Pemasok (supplier)
d.        Manajemen
e.         Fiskus (pajak)
f.         Pegawai / perusahaan kariawan
g.        Langganan
2.         Pegawai tadak langsung yang termaksud kelompok ini:
a.     Konsultan dan analisis laporan keuangan
b.    Bursa efek
c.     Penasehat hokum
d.    Badan penderita terkait
e.     Penerbitan-penerbitan / majalah/ bulletin/ jurnal/ keuangan.
f.     Perusahaan konsultan / pusat-pusat data bisnis
g.    Assosiasi pengusaha/ kadin
h.    Serikat pekerja
i.      Para pesaing
j.      Masyarakat umum
Untuk menghasilkan suatu laporan keuangan yang dapat memuaskan semua pihak tentu tidak mungkin, karena masing-masing pemakai mempunyai masing-masing kepentingan yang berbeda .ada 3 jenis laporan keuangan :
1.      Laporan keuangan general purpose yaitu laporan keuangan yang disajikan untuk kepentingan umum, tanpa membedakan satu pihak dengan pihak lain.
2.      Laporan keuangan specific purpose yaitu laporan keuangan yang disajikan untuk kepentingan pihak tertentu pula.
3.      Different disclosure artinya angka-angka laporan keuangan itu disajikan untuk pihak-pihak tertentu, angka ini untuk pihak ini, jadi untuk pihak tertentu disajikan laporan tertentu.
4.      PERKEMBANGAN PIHAK YANG MENYUSUN PRINSIP AKUNTANSI


1.      Fase Peranan Manajemen

Dalam fase ini manajemen dianggap memiliki peranan yang besar dalam merumuskan prinsip akuntansi.Peranan ini muncul sebagai akibat dari bertambahnya investor (pemilik perusahaan) dan peranan yang besar dalam perkembangan perusahaan setelah tahun 1900.Pemisahan fungsi antara pemilik dan manajemen menimbulkan kekuasaan besar ditangan manajemen dalam mengontrol perusahaan sekaligus mengajikan laporan keuangan sehingga prinsip-prinsip akuntansi yang muncul banyak berasal dari menajemen.
Situasi dimana menajemen mempengaruhi penyusunan prinsip akuntansi maka terjadi keadaan sebagai berikut;
1.           Banyak teknik/ prinsip akuntansi lemah dari segi teoritis, metode pemecahan masalah akuntansi adalah prakmatis bukan didasarkan pada teori.
2.           Focus perhatian menajemen adalah hanya keinginan untuk menentukan laba kena pajak dan punya mengurangi badan pajak.
3.           Teori akuntansi yang dianut selalu dilator belakangi oleh konsep “smooth earnings” (penetapan laba yang disesuaikan dengan keinginan kepentingan penyusun laporan keuangan).
4.           Masalah-masalah rumit selalu dihindari dan muncullah pemecahan masalah yang dimudahkan (Expediency).
5.           Beberapa perusahaan yang berbeda menerapkan teknik yang berlainan untuk satu masalah yang sama.

2.      Fase Peranan Profesi

Dominan profesi ini juga memberikan dampak sebagai berikut:
1.         Assosiasi dan organisasi-organisasi profesi belum yakin terhadap pada kerangka teori yang sudah ada.
2.      Kekuatan/ otoritasnya tidak jelas.
3.      Adanya beberapa alternative menimbulkan timbulnya flexibilitas dalam menerapkan prinsip akuntansi.
3.      Fase Polititasi

Kelemahan yang terdapat pada fase peranan manajemen dan fase profesi menimbulkan kecenderungan pada metode yang lebih condong deduktif dan polititasi (keikutsertaan pemerintah) dalam penyusunan prinsip akuntansi prinsip akuntasi diangap mempengaruhi masyarakat sehingga dapat dijadakan dasar untuk masuknya unsur politik dalam perumusan prinsip akuntansi.Pada fase ini FASB yang merupakan peleburan dari unsur praktisi, bisnis, akademi, dan lembaga formal.
Di USA sendiri masalah akuntansi sudah pernah menjadi agenda kongres yang dikenal dengan “metcalf  report” yang berjudul “the Accounting Establishment”. Laporan ini menuduh kantor akuntan yang bergabung dalam “big 8” melakukan monopoli terhadap audit perusahaan-perusahaan besar dan proses penyusunan prinsip akuntansi. Dalam laporan itu dapat dilihat kaitan antara big 8 dengan FASB.


TEORI AKUNTANSI : PERUMUSAN TEORI AKUNTANSI



BAB 4
PERUMUSAN TEORI AKUNTANSI
1.     TEORI DAN PEMBUAT KEBIJAKAN
     
          Sebelum kita menjelaskan bagaimana tahap penyusunan teori akuntansi berikut ini akan kita jelaskan pengertian teori.
          Teori adalah susunan konsep, definisi, dan dalam menyajikannya pandangan yang sistematis, fenomena dengan menunjukan hubungan antara variabel yang satu dengan variabel yang lain dengan maksud untuk menjelaskan dan meramalkan fenomena.
          Webster’s third New International Dictionary mendefinisikan teori sebagai suatu susunan yang saling berkaitan tentang hipotesa, konsep, dan prinsip pragmatis yang membentuk kerangka acuan untuk bidang yang dipertanyakan.
          McDonald memberikan tiga elemen teori:
1.    Membuat kode sebagai symbol fenomena.
2.    Mengkombinasikan sesuai dengan peraturan
3.    Menerjemahkan ke dalam fenomena yang sebenarnya terjadi.

Dari beberapa definisi ini dapat disimpulkan bahwa akuntansi memiliki teori akuntansi.
Teori ini merupakan kristalisasi dari fenomena empiris yang terjadi yang digambarkan dalam bentuk dalil-dalil yang disimpulkan dari fenomena dan disajikan dalam bentuk kalimat-kalimat pendek yang akan berlaku secara umum. Teori biasanya diambil dari berbagai riset demi riset sehingga sampai pada suatu kesimpulan yang dapat berlaku untuk semua, universal, logis, konsisten, dan dapat diramalkan, serta objektif. Objek penelitian adalah fenomena social dan ekonomi. Fenomena yang dikaji, diteliti dan lahirlah satu kesimpulan atau tesa dari riset dan kesimpulan lain ditemukan anti tesa dan lahirlah sintesa sehingga mengkristal menjadi teori yang selanjutnya akan diuji berulang kali. Sepanjang suatu teori dapat mempertahankan diri dari kritikan dan verifikasi maka dia tetap dinilai teori yang confirm dan masih berlaku.
Kalau berbicara mengenai teori akuntansi maka yang dimaksudkan adalah kristalisasi fenomena yang dituangkan dalam bentuk kalimat-kalimat (preposition) yang disimpulkan dari fenomena interaksi bisnis entities dan pemakai laporan keuangan.
Berdasarkan pernyataan ini maka mestinya teori itu harus melihat dan menyesuaikan diri dengan perkembangan dan evolusi dari interaksi pemakai laporan keuangan dan situasi bisnis. Pemakai laporan keuangan menetukan tujuan laporan keuangan. Mereka inilah yang diminta pendapatnya untuk apa mereka menggunakan laporan keuangan. Dari pendapat ini para ahli merumuskan postulat, konsep, prinsip dasar, dan akhirnya dijabarkan teknik pencatatan akuntansi. Unsur-unsur inilah yang menjadi struktur teori akuntansi yang di bahas secara khusus.
Hubungan antara pemakai laporan keuangan, fenomena social, prinsip akuntansi, serta teori akuntansi ini dapat dilihat pada gambar di bawah ini:






 








                                                                                                         

          Lambat atau cepat struktur akuntansi mestinya mengikuti evolusi perkembangan masyarakat. Perkembangan itu tentu akan mempengaruhi konsep, postulat akuntansi, prinsip dasar akuntansi dan akhirnya teknik (metode pencatatan akuntansi). Biasanya postulat, konsep dan prinsip dasar akuntansi lebih bersifat jangka panjang di bandingkan dengan teknik pencatatannya.
          Jika kita llihat struktur ini maka wilayah teori akuntansi itu mencakup perumusan postulat, konsep, prinsip dasar, dan teknik akuntansi.
         Kenyataan ini telah di gambarkan dalam APB statement no.4 sbb:
“prinsip akuntansi yang berlaku sekarang adalah merupakan hasil proses evolusi yang di perkirakan akan terus berlaku seterusnya. perubahan bisa saja terjadi pada tingkat metode pencatatan (GAAP).GAAP ini berubah sebagai respon terhadap perubahan ekonomi dan kondisi social, teknologi dan ilmu pengetahuan baru, permintaan para pemakai laporan keuangan yang mengharapkan informasi yang lebih bermanfaat. Sifat dinamis akuntansi keuangan ini dalam merespon perubahan keadaan menambah kegunaan informasi yang disajikannya”.
          Perubahan ini tentu tidak bisa di laksanakan begitu saja. Perubahan harus di lakukan berdasarkan prinsip dan dalam kerangka teori akuntansi dan disiplinnya sendiri. disinilah hubungan antara teori akuntansi dan prinsip akuntansi(GAAP). Teori ini harus debatable, reputable, arguable, justifiable, terhap kritik dan argument baru yang di ungkapkan masyarakat. Proses ini disebut proses veryfication Theory. Teori yang tidak memiliki sifat itu maka rumusan prinsip yang di lahirkannya akan rapuh.
         Teori akuntansi oleh karenanya harus lahir dari proses konstruksi teori dan sekaligus verifikasi teori. Jika suatu teori tidak dapat bertahan pada proses verifikasi maka teori harus diganti dengan teori yang lebih baik yang ukurannya pada akhirnya kembali pada respons yang di berikan masyarakat pada output akuntansi itu. Committe on Accounting Theory and verification mengungkapkan pendapatnya dalam konteks ini sbb:
teori ilmiah memberikan kepastian pengharapan atau ramalan tertentu tentang fenomena. Jika fenomena yang di perkirakan ini tejadi maka teori di sebut”confirm”. Sebaliknya jika fenomena itu tidak terjadi maka di sebut “anomalies”, yang berarti harus di cari teori baru atau modifikasi terhadap teori lama. Tujuan penyusunan teori baru dan modifikasi teori lama adalah upaya mengubah anomalies menjadi confirm atau anggapan fenomena yang terjadi sesuai dengan kejadiannya”.
          Teori akuntansi akan dapat bermanfaat apabila rumusan teori itu dapat di jadikan sebagai alat untuk meramalkan apa yang akan di harapkan mungkin terjadi di masa yang akan datang. Kalau demikian halnya maka mestinya setiap Negara harus memiliki dan merumuskan teori akuntansinya sendiri yang disimpulkan dari kondisi dan fenomena ekonomi social yang di milikinya. Bukan mengambil alih sepenuhnya dari susunan teori akuntansi Negara lain.

2.     SIFAT TEORI AKUNTANSI
          Dari penjelasan di atas maka teori akuntansi dapat di rumuskan sbb:
“ teori akuntansi adalah susunan konsep, definisi, dalil yang menyajikan secara sistematis gambaran fenomena akuntansi yang menjelaskan hubungan antara variabel dengan variabel lainnya dalam struktur akuntansi dengan maksud dapat menjelaskan dan meramalkan fenomena yang mungkin akan muncul”.
          Hendricksen mendefinisikan teori akuntansi sebagai satu susunan prinsip umum yang:
1.     Memberikan kerangka acuan yang umum dari mana praktek    akuntansi dinilai.
2.     Teori akuntansi yang dirumuskan tidak akan mampu mengikuti perkembangan ekonomi, social, teknologi, dan ilmu pengetahuan yang demikian cepat.
        Oleh karena itu tepatlah kesimpulan Ahmed belkaoui yang menyatakan bahwa tidak ada teori akuntansi yang lengkap pada setiap kurun waktu. Oleh karena itu teori akuntansi harus juga mencakup semua literatur akuntansi yang memberikan pendekatan yang berbeda beda satu sama lain. Senada dengan kesimpulan ini American accounting association’s committe on concepts and standard for external reports yang menyebutan bahwa:
1.     Tidak ada teori akuntansi keuangan yang lengkap yang mencakup dan memenuhi keinginan semua keadaan dan waktu dengan efektif, oleh karenanya.
2.      Di dalam literature akuntansi keuangan yang ada bukan teori akuntansi tetapi kumpulan teori yang dapat di rumuskan mengatasi perbedaan-perbedaan persyaratan yang di inginkan para pemakai laporan keuangan.
        Untuk perumusan teori akuntansi memang tidak dapat hanya mengandalkan teori akuntansi ansich, harus menggunakan literatur akuntansi dan disiplin ilmu lain yang relevan. Namun teori akuntansi merupakan instrumen yang sangat penting dalam menyusun dan memverifikasi prinsip akuntansi yang di gunakan dalam penyusunan laporan keuangan untuk disajikan pada para pemakainnya.

3.     METODOLOGI PERUMUSAN
        Merumuskan teori akuntansi mesti memiliki metodologi. Dari berbagai pendapat dan praktek, Belkaoui menyebutkan dalam literature di kenal dua metode:
A.    Metode deskriptif yaitu teori akuntansi mencoba menjawab pertanyaan ”APA”. Dalam metode ini akuntansi di anggap sebagai seni yang tidak dapat di rumuskan dan karenanya metode perumusan teori akuntansi harus bersifat menjelaskan atau descriptive. Metode ini di sebut juga descriptive accounting atau descriptive teory of accounting.
B.      Metode normatif yaitu teori akuntansi mencoba menjawab pertanyaan ”APA YANG SEMESTINYA”. Di sini akuntansi di anggap sebagai norma peraturan yang harus di ikuti. Metode ini di sebut juga normative accounting atau normative theory of accounting.

4.     PENDEKATAN DALAM PERUMUSAN TEORI
      Dalam literature di kenal beberapa pendekatan dalam merumuskan teori akuntansi. Masing-masing penulis memberikan metode yang di ikutinya. Pendekatan-pendekatan dalam perumusan teori tersebut antara lain:
A.   Pendekatan informal yang di bagi dalam :
Ø Pragmatis, praktis, non teoritis
Ø Otoriter.
B.   Pendekatan teoritis yang di bagi dalam:
Ø Deduktif
Ø Induktif
Ø Etik
Ø Sosiologis
Ø Ekonomi
Ø Ekleptif

v Pendekatan non teoritis/pragmatis
Dalam metode ini perumusan teori akuntansi didasarkan pada keadaan praktek di lapangan. Disini yang menjadi pertimbangan adalah hal-hal yang berguna untuk menyelesaikan persoalan secara praktis. Menurut pendekatan ini prinsip akuntansi yang dipakai adalah didasarkan pada kegunaannya bagi para pemakai laporan keuangan yang relevansinya dengan proses pengambilan keputusan.
v Pendekatan Otoriter.
Dalam metode ini yang merumuskan teori akuntansi adalah organisasi profesi yang mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang mengatur praktek akuntansi. Biasanya organisasi profesipun tetap memperhatikan aspek praktis dan pragmatis. Oleh karena itu maka pendekatan otoriter ini digolongkan juga sebagai pragmatis.
v Deduktif.
Dalam metode ini perumusan teori dimulai dari perumusan dalil dasar akuntansi ( postulat dan prinsip akuntansi ) dan selanjutnya dari rumusan dasar ini diambil kesimpulan logis tentang teori akuntansi mengenai hal yang dipersoalkan. Jadi perumusan dimulai dari dalil umum kepada dalil khusus. Pendekatan ini dilakukan dalam penyusunan struktur akuntansi dimana dirumuskan dahulu tujuan laporan keuangan,rumusan postulat, kemudian prinsip,dan akhirnya lebih khusus menyusun teknik akuntansi. Dalam hal ini teori diuji dari posisinya dalam menampung keinginan praktek. Jika pemakai dalam praktek diterima maka dianggap teori itu diterima atau verified, sebaliknya jika tidak diterima disebut falsified.
v Induktif.
Dalam metode ini penyusunan teori akuntansi didasarkan pada beberapa observasi dan pengukuran khusus dan akhirnya dari berbagai sampel dirumuskan fenomena yang beragam atau berulang (informasi akuntansi) dan diambil kesimpulan umum (postulat dan prinsip akuntansi). Tahap yang dilalui adalah:
1.     Mengumpulkan semua observasi
2.      Analisi dan golongan obsrvasi berdasarkan hubungan yang berulang-ulang dan sejenis,seragam,dan mirip.
3.     Ditarik kesimpulan umum dan prinsip akuntansi yang menggambarkan hubungan yang berulang-ulang tadi.
4.     Kesimpulan umum diuji kebenarannya.
Tidak seperti pendekatan deduktif, dalam pendekatan induktif ini kebenaran dan kepalsuan dalil tidak tergantung pada dalil lainnya tetapi harus melalui pengujian empiris. Dalam pendekatan induktif kebenaran suatu dalil tergantung pada pengamatan terhadap contoh yang cukup dari hubungan kasus yang berulang-ulang dan seragam.
v Etik
Dalam pendekatan ini digunakan konsep kewajaran, keadilan, pemilikan, dan kebenaran. Pendektan ini diperkenalkan oleh D.R.Scott. menurut beliau criteria yang harus digunukan dalam perumusan teori akuntansi adalah keadilan dengan memperlakukan pihak yang berkaitean secara adil. Disajikan kebenaran dalam arti laporan keuangan yang benar dan akurat tanpa mengundang salah tafsir,dan kewajaran dalam arti penyajiannya wajar,tidak bias, dan tidak sebagian-sebagian.
v Sosiologis
Dalam pendekatan  ini yang menjadi perhatian utama dalam perrumusan teori akuntansi adalah dampak social dan teknik akuntansi. Pendekatan ini seolah merupakan perluasan dari konsep etik di mana yang menjadi focus perhatian adalah kesejahteraan seluruh masyarakat bukan hanya pemilik. Menurut konsep ini prinsip akuntansi di nilai dari penerimaan seluruh pihak terhadap laporan keuangan khususnya yang melaporkan tentang dampak perusahaan tehadap masyarakat. Akuntansi dalam model ini harus dapat memberikan pertimbangan dalam mengambil kesimpulan terhadap kesejahteraan masyarakat.
v Ekonomi
Pendekatan ekonomi dalam perumusan teori akuntansi menekankan control pada perilaku indicator makro ekonomi atau general economic wefare yang menghasilkan perumusan teknik akuntansi. Sehingga dalam pemilihan teknik akuntansi di dasarkan pada dampaknya pada ekonomi nasional. Misalnya teknik LIFO lebih menarik dari pada FIFO pada masa inflasi. Dari pendekatan ini maka dapat di simpulkan bahwa:
a)     Teknik dan kebijaksanaan akuntasi harus dapat menggambarkan realitas ekonomi.
b)    Pilihan terhadap teknik akuntansi harus tergantung pada konsekuensi ekonomi.
v Eklektif
Jika dalam perumusan teori akuntansi digunakan tidak hanya satu pendekatan tetapi berbagai kombinasi pendekatan maka disebut eklektif.

Dari litaratur lain kita mengenal pendekatan komunikatif dalam perumusan teori akuntansi.pendekatan ini dikembangkan oleh Bedford dan Baldouni yang menganggap bahwa akuntansi adalah sebagai suatu sistem yang terpadu dalam proses komunikasi. Di sini dirumuskan informasi apa yang perlu dandisajikan oleh perusahaan kepada para pembaca agar mereka dapat menggunakannya dalam proses pengambilan keputusan.


5.     PERUMUS TEORI AKUNTANSI
Sampai saat ini Indonesia masih belum berupaya untuk merumuskan teori akuntansinya sendiri. kita masih tetap menggunakan teori akuntansi amerika sebagai dasar dalam pengembangan akuntansi di tanah air. Upaya yang baru dilakukan oleh profesi akuntan adalah perumusan prinsip akuntansi Indonesia belum menyentuh teori akuntansinya. Dalam sebuah kuliahnya di sebuah Gedung Baja, Belkaoui menganjurkan agar setiap Negara memiliki teori akuntansi termasuk Indonesia. Menurut beliau, teori akuntansi lahir dari kondisi , lingkungan, dan situasi ekonomi dan social yang ada di suatu Negara yang tentu akan berbeda dengan Negara lainnya. Akibatnya kita tidak akan tepat jika menggunakan teori akuntansi yang dilahirkan dari Negara lain dengan situasi dan kondisi yang berbeda dengan