Wednesday, 20 July 2016

TEORI AKUNTANSI : PERUMUSAN TEORI AKUNTANSI



BAB 4
PERUMUSAN TEORI AKUNTANSI
1.     TEORI DAN PEMBUAT KEBIJAKAN
     
          Sebelum kita menjelaskan bagaimana tahap penyusunan teori akuntansi berikut ini akan kita jelaskan pengertian teori.
          Teori adalah susunan konsep, definisi, dan dalam menyajikannya pandangan yang sistematis, fenomena dengan menunjukan hubungan antara variabel yang satu dengan variabel yang lain dengan maksud untuk menjelaskan dan meramalkan fenomena.
          Webster’s third New International Dictionary mendefinisikan teori sebagai suatu susunan yang saling berkaitan tentang hipotesa, konsep, dan prinsip pragmatis yang membentuk kerangka acuan untuk bidang yang dipertanyakan.
          McDonald memberikan tiga elemen teori:
1.    Membuat kode sebagai symbol fenomena.
2.    Mengkombinasikan sesuai dengan peraturan
3.    Menerjemahkan ke dalam fenomena yang sebenarnya terjadi.

Dari beberapa definisi ini dapat disimpulkan bahwa akuntansi memiliki teori akuntansi.
Teori ini merupakan kristalisasi dari fenomena empiris yang terjadi yang digambarkan dalam bentuk dalil-dalil yang disimpulkan dari fenomena dan disajikan dalam bentuk kalimat-kalimat pendek yang akan berlaku secara umum. Teori biasanya diambil dari berbagai riset demi riset sehingga sampai pada suatu kesimpulan yang dapat berlaku untuk semua, universal, logis, konsisten, dan dapat diramalkan, serta objektif. Objek penelitian adalah fenomena social dan ekonomi. Fenomena yang dikaji, diteliti dan lahirlah satu kesimpulan atau tesa dari riset dan kesimpulan lain ditemukan anti tesa dan lahirlah sintesa sehingga mengkristal menjadi teori yang selanjutnya akan diuji berulang kali. Sepanjang suatu teori dapat mempertahankan diri dari kritikan dan verifikasi maka dia tetap dinilai teori yang confirm dan masih berlaku.
Kalau berbicara mengenai teori akuntansi maka yang dimaksudkan adalah kristalisasi fenomena yang dituangkan dalam bentuk kalimat-kalimat (preposition) yang disimpulkan dari fenomena interaksi bisnis entities dan pemakai laporan keuangan.
Berdasarkan pernyataan ini maka mestinya teori itu harus melihat dan menyesuaikan diri dengan perkembangan dan evolusi dari interaksi pemakai laporan keuangan dan situasi bisnis. Pemakai laporan keuangan menetukan tujuan laporan keuangan. Mereka inilah yang diminta pendapatnya untuk apa mereka menggunakan laporan keuangan. Dari pendapat ini para ahli merumuskan postulat, konsep, prinsip dasar, dan akhirnya dijabarkan teknik pencatatan akuntansi. Unsur-unsur inilah yang menjadi struktur teori akuntansi yang di bahas secara khusus.
Hubungan antara pemakai laporan keuangan, fenomena social, prinsip akuntansi, serta teori akuntansi ini dapat dilihat pada gambar di bawah ini:






 








                                                                                                         

          Lambat atau cepat struktur akuntansi mestinya mengikuti evolusi perkembangan masyarakat. Perkembangan itu tentu akan mempengaruhi konsep, postulat akuntansi, prinsip dasar akuntansi dan akhirnya teknik (metode pencatatan akuntansi). Biasanya postulat, konsep dan prinsip dasar akuntansi lebih bersifat jangka panjang di bandingkan dengan teknik pencatatannya.
          Jika kita llihat struktur ini maka wilayah teori akuntansi itu mencakup perumusan postulat, konsep, prinsip dasar, dan teknik akuntansi.
         Kenyataan ini telah di gambarkan dalam APB statement no.4 sbb:
“prinsip akuntansi yang berlaku sekarang adalah merupakan hasil proses evolusi yang di perkirakan akan terus berlaku seterusnya. perubahan bisa saja terjadi pada tingkat metode pencatatan (GAAP).GAAP ini berubah sebagai respon terhadap perubahan ekonomi dan kondisi social, teknologi dan ilmu pengetahuan baru, permintaan para pemakai laporan keuangan yang mengharapkan informasi yang lebih bermanfaat. Sifat dinamis akuntansi keuangan ini dalam merespon perubahan keadaan menambah kegunaan informasi yang disajikannya”.
          Perubahan ini tentu tidak bisa di laksanakan begitu saja. Perubahan harus di lakukan berdasarkan prinsip dan dalam kerangka teori akuntansi dan disiplinnya sendiri. disinilah hubungan antara teori akuntansi dan prinsip akuntansi(GAAP). Teori ini harus debatable, reputable, arguable, justifiable, terhap kritik dan argument baru yang di ungkapkan masyarakat. Proses ini disebut proses veryfication Theory. Teori yang tidak memiliki sifat itu maka rumusan prinsip yang di lahirkannya akan rapuh.
         Teori akuntansi oleh karenanya harus lahir dari proses konstruksi teori dan sekaligus verifikasi teori. Jika suatu teori tidak dapat bertahan pada proses verifikasi maka teori harus diganti dengan teori yang lebih baik yang ukurannya pada akhirnya kembali pada respons yang di berikan masyarakat pada output akuntansi itu. Committe on Accounting Theory and verification mengungkapkan pendapatnya dalam konteks ini sbb:
teori ilmiah memberikan kepastian pengharapan atau ramalan tertentu tentang fenomena. Jika fenomena yang di perkirakan ini tejadi maka teori di sebut”confirm”. Sebaliknya jika fenomena itu tidak terjadi maka di sebut “anomalies”, yang berarti harus di cari teori baru atau modifikasi terhadap teori lama. Tujuan penyusunan teori baru dan modifikasi teori lama adalah upaya mengubah anomalies menjadi confirm atau anggapan fenomena yang terjadi sesuai dengan kejadiannya”.
          Teori akuntansi akan dapat bermanfaat apabila rumusan teori itu dapat di jadikan sebagai alat untuk meramalkan apa yang akan di harapkan mungkin terjadi di masa yang akan datang. Kalau demikian halnya maka mestinya setiap Negara harus memiliki dan merumuskan teori akuntansinya sendiri yang disimpulkan dari kondisi dan fenomena ekonomi social yang di milikinya. Bukan mengambil alih sepenuhnya dari susunan teori akuntansi Negara lain.

2.     SIFAT TEORI AKUNTANSI
          Dari penjelasan di atas maka teori akuntansi dapat di rumuskan sbb:
“ teori akuntansi adalah susunan konsep, definisi, dalil yang menyajikan secara sistematis gambaran fenomena akuntansi yang menjelaskan hubungan antara variabel dengan variabel lainnya dalam struktur akuntansi dengan maksud dapat menjelaskan dan meramalkan fenomena yang mungkin akan muncul”.
          Hendricksen mendefinisikan teori akuntansi sebagai satu susunan prinsip umum yang:
1.     Memberikan kerangka acuan yang umum dari mana praktek    akuntansi dinilai.
2.     Teori akuntansi yang dirumuskan tidak akan mampu mengikuti perkembangan ekonomi, social, teknologi, dan ilmu pengetahuan yang demikian cepat.
        Oleh karena itu tepatlah kesimpulan Ahmed belkaoui yang menyatakan bahwa tidak ada teori akuntansi yang lengkap pada setiap kurun waktu. Oleh karena itu teori akuntansi harus juga mencakup semua literatur akuntansi yang memberikan pendekatan yang berbeda beda satu sama lain. Senada dengan kesimpulan ini American accounting association’s committe on concepts and standard for external reports yang menyebutan bahwa:
1.     Tidak ada teori akuntansi keuangan yang lengkap yang mencakup dan memenuhi keinginan semua keadaan dan waktu dengan efektif, oleh karenanya.
2.      Di dalam literature akuntansi keuangan yang ada bukan teori akuntansi tetapi kumpulan teori yang dapat di rumuskan mengatasi perbedaan-perbedaan persyaratan yang di inginkan para pemakai laporan keuangan.
        Untuk perumusan teori akuntansi memang tidak dapat hanya mengandalkan teori akuntansi ansich, harus menggunakan literatur akuntansi dan disiplin ilmu lain yang relevan. Namun teori akuntansi merupakan instrumen yang sangat penting dalam menyusun dan memverifikasi prinsip akuntansi yang di gunakan dalam penyusunan laporan keuangan untuk disajikan pada para pemakainnya.

3.     METODOLOGI PERUMUSAN
        Merumuskan teori akuntansi mesti memiliki metodologi. Dari berbagai pendapat dan praktek, Belkaoui menyebutkan dalam literature di kenal dua metode:
A.    Metode deskriptif yaitu teori akuntansi mencoba menjawab pertanyaan ”APA”. Dalam metode ini akuntansi di anggap sebagai seni yang tidak dapat di rumuskan dan karenanya metode perumusan teori akuntansi harus bersifat menjelaskan atau descriptive. Metode ini di sebut juga descriptive accounting atau descriptive teory of accounting.
B.      Metode normatif yaitu teori akuntansi mencoba menjawab pertanyaan ”APA YANG SEMESTINYA”. Di sini akuntansi di anggap sebagai norma peraturan yang harus di ikuti. Metode ini di sebut juga normative accounting atau normative theory of accounting.

4.     PENDEKATAN DALAM PERUMUSAN TEORI
      Dalam literature di kenal beberapa pendekatan dalam merumuskan teori akuntansi. Masing-masing penulis memberikan metode yang di ikutinya. Pendekatan-pendekatan dalam perumusan teori tersebut antara lain:
A.   Pendekatan informal yang di bagi dalam :
Ø Pragmatis, praktis, non teoritis
Ø Otoriter.
B.   Pendekatan teoritis yang di bagi dalam:
Ø Deduktif
Ø Induktif
Ø Etik
Ø Sosiologis
Ø Ekonomi
Ø Ekleptif

v Pendekatan non teoritis/pragmatis
Dalam metode ini perumusan teori akuntansi didasarkan pada keadaan praktek di lapangan. Disini yang menjadi pertimbangan adalah hal-hal yang berguna untuk menyelesaikan persoalan secara praktis. Menurut pendekatan ini prinsip akuntansi yang dipakai adalah didasarkan pada kegunaannya bagi para pemakai laporan keuangan yang relevansinya dengan proses pengambilan keputusan.
v Pendekatan Otoriter.
Dalam metode ini yang merumuskan teori akuntansi adalah organisasi profesi yang mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang mengatur praktek akuntansi. Biasanya organisasi profesipun tetap memperhatikan aspek praktis dan pragmatis. Oleh karena itu maka pendekatan otoriter ini digolongkan juga sebagai pragmatis.
v Deduktif.
Dalam metode ini perumusan teori dimulai dari perumusan dalil dasar akuntansi ( postulat dan prinsip akuntansi ) dan selanjutnya dari rumusan dasar ini diambil kesimpulan logis tentang teori akuntansi mengenai hal yang dipersoalkan. Jadi perumusan dimulai dari dalil umum kepada dalil khusus. Pendekatan ini dilakukan dalam penyusunan struktur akuntansi dimana dirumuskan dahulu tujuan laporan keuangan,rumusan postulat, kemudian prinsip,dan akhirnya lebih khusus menyusun teknik akuntansi. Dalam hal ini teori diuji dari posisinya dalam menampung keinginan praktek. Jika pemakai dalam praktek diterima maka dianggap teori itu diterima atau verified, sebaliknya jika tidak diterima disebut falsified.
v Induktif.
Dalam metode ini penyusunan teori akuntansi didasarkan pada beberapa observasi dan pengukuran khusus dan akhirnya dari berbagai sampel dirumuskan fenomena yang beragam atau berulang (informasi akuntansi) dan diambil kesimpulan umum (postulat dan prinsip akuntansi). Tahap yang dilalui adalah:
1.     Mengumpulkan semua observasi
2.      Analisi dan golongan obsrvasi berdasarkan hubungan yang berulang-ulang dan sejenis,seragam,dan mirip.
3.     Ditarik kesimpulan umum dan prinsip akuntansi yang menggambarkan hubungan yang berulang-ulang tadi.
4.     Kesimpulan umum diuji kebenarannya.
Tidak seperti pendekatan deduktif, dalam pendekatan induktif ini kebenaran dan kepalsuan dalil tidak tergantung pada dalil lainnya tetapi harus melalui pengujian empiris. Dalam pendekatan induktif kebenaran suatu dalil tergantung pada pengamatan terhadap contoh yang cukup dari hubungan kasus yang berulang-ulang dan seragam.
v Etik
Dalam pendekatan ini digunakan konsep kewajaran, keadilan, pemilikan, dan kebenaran. Pendektan ini diperkenalkan oleh D.R.Scott. menurut beliau criteria yang harus digunukan dalam perumusan teori akuntansi adalah keadilan dengan memperlakukan pihak yang berkaitean secara adil. Disajikan kebenaran dalam arti laporan keuangan yang benar dan akurat tanpa mengundang salah tafsir,dan kewajaran dalam arti penyajiannya wajar,tidak bias, dan tidak sebagian-sebagian.
v Sosiologis
Dalam pendekatan  ini yang menjadi perhatian utama dalam perrumusan teori akuntansi adalah dampak social dan teknik akuntansi. Pendekatan ini seolah merupakan perluasan dari konsep etik di mana yang menjadi focus perhatian adalah kesejahteraan seluruh masyarakat bukan hanya pemilik. Menurut konsep ini prinsip akuntansi di nilai dari penerimaan seluruh pihak terhadap laporan keuangan khususnya yang melaporkan tentang dampak perusahaan tehadap masyarakat. Akuntansi dalam model ini harus dapat memberikan pertimbangan dalam mengambil kesimpulan terhadap kesejahteraan masyarakat.
v Ekonomi
Pendekatan ekonomi dalam perumusan teori akuntansi menekankan control pada perilaku indicator makro ekonomi atau general economic wefare yang menghasilkan perumusan teknik akuntansi. Sehingga dalam pemilihan teknik akuntansi di dasarkan pada dampaknya pada ekonomi nasional. Misalnya teknik LIFO lebih menarik dari pada FIFO pada masa inflasi. Dari pendekatan ini maka dapat di simpulkan bahwa:
a)     Teknik dan kebijaksanaan akuntasi harus dapat menggambarkan realitas ekonomi.
b)    Pilihan terhadap teknik akuntansi harus tergantung pada konsekuensi ekonomi.
v Eklektif
Jika dalam perumusan teori akuntansi digunakan tidak hanya satu pendekatan tetapi berbagai kombinasi pendekatan maka disebut eklektif.

Dari litaratur lain kita mengenal pendekatan komunikatif dalam perumusan teori akuntansi.pendekatan ini dikembangkan oleh Bedford dan Baldouni yang menganggap bahwa akuntansi adalah sebagai suatu sistem yang terpadu dalam proses komunikasi. Di sini dirumuskan informasi apa yang perlu dandisajikan oleh perusahaan kepada para pembaca agar mereka dapat menggunakannya dalam proses pengambilan keputusan.


5.     PERUMUS TEORI AKUNTANSI
Sampai saat ini Indonesia masih belum berupaya untuk merumuskan teori akuntansinya sendiri. kita masih tetap menggunakan teori akuntansi amerika sebagai dasar dalam pengembangan akuntansi di tanah air. Upaya yang baru dilakukan oleh profesi akuntan adalah perumusan prinsip akuntansi Indonesia belum menyentuh teori akuntansinya. Dalam sebuah kuliahnya di sebuah Gedung Baja, Belkaoui menganjurkan agar setiap Negara memiliki teori akuntansi termasuk Indonesia. Menurut beliau, teori akuntansi lahir dari kondisi , lingkungan, dan situasi ekonomi dan social yang ada di suatu Negara yang tentu akan berbeda dengan Negara lainnya. Akibatnya kita tidak akan tepat jika menggunakan teori akuntansi yang dilahirkan dari Negara lain dengan situasi dan kondisi yang berbeda dengan

0 comments:

Post a Comment