PRINSIP
AKUNTANSI
1.
PENGERTIAN
DAN SUMBER PRINSIP AKUNTANSI
Prinsip Akuntansi merupakan masalah
penting dalam profesi dan semua pihak memiliki kepentingan terhadapnya.Oleh
karena itu mekanisme penyusunan Prinsip Akuntansi harus diatur sedemikian rupa sehingga
dapat memberikan kepuasaan kepada semua pihak yang berkepentingan terhadap
laporan keuangan. Prinsip Akuntansi ini
akan terus-menerus berubah dan berkembang sesuai perkembangan dan tuntutan
masyarakat. Belkaoui (1985) mengemukakan alasan pentingnya Prinsip Akuntansi
yang baku sebagai berikut:
1. Dapat
menyajikan informasi tentang posisi keuangan, prestasi, dan kegiatan
perusahaan.
2. Memberikan
pedoman dan peraturan bekerja bagi akuntan publik agar mereka dapat
melaksanakan tugas dengan hati-hati, independent dan dapat mengabdikan
keahliannya dan kejujurannya melalui penyusunan laporan akuntan setelah melalui
pemeriksaan akuntan.
3. Memberikan
“data base” kepada pemerintah tentang berbagai informasi yang dianggap penting
dalam perhitungan pajak, peraturan tentang perusahaan, perencanaan dan
pengaturan ekonomi, dan peningkatan efisiensi ekonomi dan tujuan-tujuan makro
lainnya.
4. Dapat
menarik perhatian para ahli dan praktisi di bidang teori dan Prinsip Akuntansi
Dalam
penyusunan Prinsip Akuntansi ini ada 3 kemungkinan:
1. Diserahkan
sepenuhnya kepada kekuatan pasar.
2. Diserahkan
kepada swasta/profesi atau
3. Diserahkan
kepada pemerintah.
Selengkapnya Stevin Rubin (1984)
menjelaskan sumber GAAP dalam bentuk rumah sebagai berikut:
1. Dasar
Yang mendasar GAAP
disebutkan: going concern, substance
oferform, neutrality, accrual basis, conservative, materiality.
2. Lantai
I
a. FASB
Statement
b. FASB
Interpretations
c. APB
Opinions
d. ARS
Bulletins yang dikeluarkan AICPA.
3. Lantai
II
a. AICPA
Industry Audit Guides
b. AICPA
Industry Accounting Guides
c. AICPA
Statements of Position
4. Lantai
III
a. FASB
Technical Bulletins
b. AICPA
Accounting Interpretation
c. Praktek
industri yang lazim.
5. Lantai
IV
a. APB
Statement
b. Makalh
yang dikeluarkan AICPA
c. Pendapat-pendapat
organisasi profesi
d. FASB
Concepts Statement
e. Buku-buku
teks
f. Artikel-artikel
tentang Akuntansi.
2.
HUBUNGAN
PRINSIP AKUNTANSI DENGAN PERANGKAT PERATURAN LAINNYA
Profesi akuntan mempunyai kaitan yang
erat dengan FASB atau SFAS ini karena diatur dalam kode etik maupun GAAP. Dalam
kode etik AICPA disebutkan:
a. Rule
203
“Setiap akuntan tidak
dibenarkan mengeluarkan pendapat bahwa laporan keuangan adalah wajar sesuai
dengan GAAP jika laporan tersebut tidak sesuai dengan FASB Statement
b. Rule
204
Akuntan harus
menjelaskan alasan untuk tidak menggunakan pedoman FASB yang berkaitan dengan
pengungkapan informasi di luar laporan keuangan yang dipublisir.
Prinsip Akuntansi (GAAP)
diperlukan untuk lembaga sebagai berikut:
1. GAAP
untuk lembaga pemerintah
2. BAAP
untuk organisasi sosial yang tidak bertujuan mencari laba (NIRLABA)
3. GAAP
untuk perusahaan komersil.
GAAP ini adalah wewenang dari Financial
Accounting Foundation (FAF) yang dua buah dewan sebagai berikut:
1. Governmental
Accountig Standards Board (GASB) yang didirikan tahun 1984 sebagai lanjutan
dari National Councel on Governmental Accounting.
2. Financial
Accounting Standards Boards (FASB) yang didirikan tahun 1973 yang merupakan
kelanjutan dari Accounting Principle Board.
3.
PENYUSUNAN
GAAP DI USA
1.
Kantor
Akuntan Big eight (Big 8)
Adapun nama-nama 8 kantor akuntan besar
tersebut secara alfabetis adalah:
1. Arthur
Andersen dan Co
2. Artuhur
young dan Co
3. Coopers
and Lybrand
4. Emst
and whinnney
5. Price
waterhouse dan Co
6. Deloitte,
haskins and sells
7. Peat
Marwick, Mitchell dan Co
8. Touche
ross dan Co
2.
Financial
accounting standard board (FASB)
FASB
dibandingkan dengan APB mempunyai perbedaan sebagai berikut:
1. Anggota
berjumlah 7 orang sedangkan dulu 18 sampai dengan 21 orang.
2. Status
anggota adalah full time
3. Posisinya
lebih otonom
4. Kedudukannya
lebih independen
5. Badan
ini diwakili lebih luas dari kelompok profesi dan bisnis.
FASB
ini berkantor pusat distanford conneeticutt.Masing-masing anggota FASB ini
memiliki staf masing-masing dan anggaran tahunan melebihi 6 juta dollar.
Pronouncement (pengumuman hasil kerja) yang
dikeluarkan FASB mencangkup prinsip dan konsep akuntansi yang dikeluarkan
berupa:
1. Standard
dan interpretion
2. Financial
accounting concept
3. Technical
bulletins
Sebelum dikeluarkan FASB mengeluarkan statement ini
biasanya ditempuh produser sebagai berikut:
1. Merumuskan
“masalah” dan dimuat dalam agenda?
2. Membentuk
“task force” yang beranggotakan para ahli dan praktisi yang akan mempelajari
literature dan selanjutnya disusun rumusan dalam bentuk “Discussion memorandum”
yang menjelaskan prinsip yang berkaitan dengan masalah akuntansi yang dirumuskan.
3. Memorandum
ini dibagikan kepada umum untuk dibahas selama 60 hari.
4. Memorandum
ini dibagikan kepada para ahli yang diundang untuk mendiskusikannya baik lisan
atau tertulis dalam bentuk “hearing terbuka”.
5. Berdasarkan
hasil diskusi ini dan tanggapan-tanggapan dari penangap maka FASB mengeluarkan
apa yang disebut “exsposure draft” dari FASB statement termaksut saran-saran
untuk akuntansi keuangan dan pelaporan.
6. Exposure
draft dibagikan kepada umum khususnya profesi akuntansi dan bisnis untuk
dibahas selama 30 hari.
Setelah input ditrima dan analisis dan
dibuka “public hearing” kedua untuk membahas exposure draft, maka dikeluarkan
sikap FASB yang mungkin berupa:
a. Menerima
draft tadi sebagai prinsip akuntansi yang berlaku “statement of financial Accounting
standards (SFAS).
b. Menyerahkan
revisi atas draft dan seterusnya prosedur tadi diulangi lagi.
c. Menunda
menerbitkan prinsip akuntansi dan permasalahan tersebut tetap dalam agenda.
d. Tidak
mengeluarkan prinsip akuntansi dan menghapus permasalahan tersebut dari agenda.
3.
Securities
and Exchange Commission (SEC)
SEC
sebagai lembaga yang mengatur mengenai pasar modal di USA dibentuk tahun 1934.
Lembaga ini bertanggung jawab untuk mengatur dan menyusun undang-undang tentang
bursa efek dan menjamin bahwa laporan keuangan yang dibuat oleh perusahaan yang
“go public” disajikan secara layak dan “full disclosure”.
Beberapa
ciri dan peraturan SEC yang agak berbeda dengan yang lazim adalah:
1. Regulation
S – X:
Peraturan ini mengatur
tentang bentuk dan isi laporan keuangan yang akan diserahkan kepada SEC. yang
paling dominan dari laporan dimaksud adalah:
-
10 K - laporan tahunan diserahkan
maksimal 90 hari setelah akhir tahun
buku.
-
10 Q - laporan triwulan diserahkan
maksimal 45 hari setelah akhir kuartal
-
8 K
laporan isidentil, yang timbul karena factor tertentu seperti perubahan
struktur modal, dan lain-lain.
2. Accounting
series release (ASR)
ASR adalah merupakan wahana SEC dalam
mengatur perusahaan yang go public tentang masalah akuntansinya.
3. SEC
Decision dan reports
Keputusan dan laporan SEC
4. The
SEC annual report
Laporan tahunan SEC
5. Pidato,
makalah, pimpinan, dan staf SEC:
Tidak semua prinsip akuntansi yang
berlaku sesuai dengan ketentuan SEC.
4. The American Accounting association
(AAA)
The adalah organisasi akuntansi yang berpihak
dibidang akademik seperti prefesor, dosen, peniliti, staf, pengajar, atau arang
yang mempunyai perhatian terhadap pengembanganteori dan praktek akuntansi. AAA
memiliki jurnal triwulan yang diberi nama “Accounting Review” yang merupakan
majalah paling bergensi di banding akuntansi.
Beberapa upaya AAA dalam pengembangan prinsip
akuntansi maupun kerangka teoritasnya adalah sebagai berikut:
1. Pada
tahun 1936 AAA menerbitkan hasil penelitian tentang A Tentative statement of
Accounting principles underlying corporate financial statement. Penerbitan ini
telah direvensi pada tahun 1941, 1948, 1950, 1954, 1957, dan 1964.
2.
Pada tahun 1940 melalui buah karya
wa paton dan ACLittleteon yang berkerja dibawah naungan AAA telah menerbitkan :An Introducing tocoporate Accounting
standards.
3.
Pada tahun 1964 melalui buah karya
Louis Golberg AAA menerbitkan An inquiry into the nature af accounting.
4.
Pada tahun 1966 AAA menerbitkan A
statement of basic Accounting theory.
5.
Pada tahun 19977 AAA menerbitkan A statement on accounting theory and
theory Acceptance (ASOATTA).
5. Organisasi / badan lain :
Sebenarnya kalau kita kaji banyak lagi
badan atau organisasi yang mempunyai peranan langsung atau tidak langsung
terhadap perumusan prinsip akuntansi.
1.
“The National Assocition of accountant” sekarang sudah berganti nama
menjadi the institute of management Accountant (IMA) merupakan organisasi
profesi yang menggabungkan para akuntan manajemen di USA.
2.
The cost Accounting standard board
(CASB).
3.
The financial Excutife institute (FEI).
4.
Internasional accounting standard
Commite (IASC)
5.
Badan-badan / organisasi luar negeri
lainnya.
6.
Pemakai
laporan keuangan ;
Laporan
keuangan yang disusun menurut prinsip akuntansi dibaca dan dipergunakan oleh
pihak-pihak yang menggunakannya.
1.
Pemakai langsung yang termaksud dalam
kelompok ini adalah:
a.
Pemilik perusahaan
b.
Kreditur.
c.
Pemasok (supplier)
d.
Manajemen
e.
Fiskus (pajak)
f.
Pegawai / perusahaan kariawan
g.
Langganan
2.
Pegawai tadak langsung yang termaksud
kelompok ini:
a. Konsultan
dan analisis laporan keuangan
b. Bursa
efek
c. Penasehat
hokum
d. Badan
penderita terkait
e. Penerbitan-penerbitan
/ majalah/ bulletin/ jurnal/ keuangan.
f. Perusahaan
konsultan / pusat-pusat data bisnis
g. Assosiasi
pengusaha/ kadin
h. Serikat
pekerja
i. Para
pesaing
j. Masyarakat
umum
Untuk menghasilkan suatu laporan keuangan yang dapat
memuaskan semua pihak tentu tidak mungkin, karena masing-masing pemakai
mempunyai masing-masing kepentingan yang berbeda .ada 3 jenis laporan keuangan
:
1. Laporan
keuangan general purpose yaitu
laporan keuangan yang disajikan untuk kepentingan umum, tanpa membedakan satu
pihak dengan pihak lain.
2. Laporan
keuangan specific purpose yaitu
laporan keuangan yang disajikan untuk kepentingan pihak tertentu pula.
3. Different disclosure artinya
angka-angka laporan keuangan itu disajikan untuk pihak-pihak tertentu, angka
ini untuk pihak ini, jadi untuk pihak tertentu disajikan laporan tertentu.
4.
PERKEMBANGAN
PIHAK YANG MENYUSUN PRINSIP AKUNTANSI
1.
Fase
Peranan Manajemen
Dalam
fase ini manajemen dianggap memiliki peranan yang besar dalam merumuskan prinsip
akuntansi.Peranan ini muncul sebagai akibat dari bertambahnya investor (pemilik
perusahaan) dan peranan yang besar dalam perkembangan perusahaan setelah tahun
1900.Pemisahan fungsi antara pemilik dan manajemen menimbulkan kekuasaan besar
ditangan manajemen dalam mengontrol perusahaan sekaligus mengajikan laporan
keuangan sehingga prinsip-prinsip akuntansi yang muncul banyak berasal dari
menajemen.
Situasi
dimana menajemen mempengaruhi penyusunan prinsip akuntansi maka terjadi keadaan
sebagai berikut;
1.
Banyak teknik/ prinsip akuntansi lemah
dari segi teoritis, metode pemecahan masalah akuntansi adalah prakmatis bukan
didasarkan pada teori.
2.
Focus perhatian menajemen adalah hanya
keinginan untuk menentukan laba kena pajak dan punya mengurangi badan pajak.
3.
Teori akuntansi yang dianut selalu
dilator belakangi oleh konsep “smooth earnings” (penetapan laba yang
disesuaikan dengan keinginan kepentingan penyusun laporan keuangan).
4.
Masalah-masalah rumit selalu dihindari
dan muncullah pemecahan masalah yang dimudahkan (Expediency).
5.
Beberapa perusahaan yang berbeda
menerapkan teknik yang berlainan untuk satu masalah yang sama.
2.
Fase
Peranan Profesi
Dominan profesi ini
juga memberikan dampak sebagai berikut:
1.
Assosiasi dan organisasi-organisasi
profesi belum yakin terhadap pada kerangka teori yang sudah ada.
2. Kekuatan/
otoritasnya tidak jelas.
3. Adanya
beberapa alternative menimbulkan timbulnya flexibilitas dalam menerapkan
prinsip akuntansi.
3.
Fase
Polititasi
Kelemahan
yang terdapat pada fase peranan manajemen dan fase profesi menimbulkan
kecenderungan pada metode yang lebih condong deduktif dan polititasi
(keikutsertaan pemerintah) dalam penyusunan prinsip akuntansi prinsip akuntasi
diangap mempengaruhi masyarakat sehingga dapat dijadakan dasar untuk masuknya
unsur politik dalam perumusan prinsip akuntansi.Pada fase ini FASB yang
merupakan peleburan dari unsur praktisi, bisnis, akademi, dan lembaga formal.
Di USA sendiri masalah akuntansi sudah pernah
menjadi agenda kongres yang dikenal dengan “metcalf report” yang berjudul “the Accounting
Establishment”. Laporan ini menuduh kantor akuntan yang bergabung dalam “big 8”
melakukan monopoli terhadap audit perusahaan-perusahaan besar dan proses
penyusunan prinsip akuntansi. Dalam laporan itu dapat dilihat kaitan antara big
8 dengan FASB.






0 comments:
Post a Comment