Wednesday, 20 July 2016

TEORI AKUNTANSI : PRINSIP AKUNTANSI




PRINSIP AKUNTANSI
1.      PENGERTIAN DAN SUMBER PRINSIP AKUNTANSI
Prinsip Akuntansi merupakan masalah penting dalam profesi dan semua pihak memiliki kepentingan terhadapnya.Oleh karena itu mekanisme penyusunan Prinsip Akuntansi harus diatur sedemikian rupa sehingga dapat memberikan kepuasaan kepada semua pihak yang berkepentingan terhadap laporan keuangan. Prinsip Akuntansi  ini akan terus-menerus berubah dan berkembang sesuai perkembangan dan tuntutan masyarakat. Belkaoui (1985) mengemukakan alasan pentingnya Prinsip Akuntansi yang baku sebagai berikut:
1.      Dapat menyajikan informasi tentang posisi keuangan, prestasi, dan kegiatan perusahaan.
2.      Memberikan pedoman dan peraturan bekerja bagi akuntan publik agar mereka dapat melaksanakan tugas dengan hati-hati, independent dan dapat mengabdikan keahliannya dan kejujurannya melalui penyusunan laporan akuntan setelah melalui pemeriksaan akuntan.
3.      Memberikan “data base” kepada pemerintah tentang berbagai informasi yang dianggap penting dalam perhitungan pajak, peraturan tentang perusahaan, perencanaan dan pengaturan ekonomi, dan peningkatan efisiensi ekonomi dan tujuan-tujuan makro lainnya.
4.      Dapat menarik perhatian para ahli dan praktisi di bidang teori dan Prinsip Akuntansi
Dalam penyusunan Prinsip Akuntansi ini ada 3 kemungkinan:
1.      Diserahkan sepenuhnya kepada kekuatan pasar.
2.      Diserahkan kepada swasta/profesi atau
3.      Diserahkan kepada pemerintah.
Selengkapnya Stevin Rubin (1984) menjelaskan sumber GAAP dalam bentuk rumah sebagai berikut:
1.      Dasar
Yang mendasar GAAP disebutkan: going concern, substance oferform, neutrality, accrual basis, conservative, materiality.
2.      Lantai I
a.       FASB Statement
b.      FASB Interpretations
c.       APB Opinions
d.      ARS Bulletins yang dikeluarkan AICPA.
3.      Lantai II
a.       AICPA Industry Audit Guides
b.      AICPA Industry Accounting Guides
c.       AICPA Statements of Position
4.      Lantai III
a.       FASB Technical Bulletins
b.      AICPA Accounting Interpretation
c.       Praktek industri yang lazim.
5.      Lantai IV
a.       APB Statement
b.      Makalh yang dikeluarkan AICPA
c.       Pendapat-pendapat organisasi profesi
d.      FASB Concepts Statement
e.       Buku-buku teks
f.       Artikel-artikel tentang Akuntansi.

2.      HUBUNGAN PRINSIP AKUNTANSI DENGAN PERANGKAT PERATURAN LAINNYA
Profesi akuntan mempunyai kaitan yang erat dengan FASB atau SFAS ini karena diatur dalam kode etik maupun GAAP. Dalam kode etik AICPA disebutkan:
a.       Rule 203
“Setiap akuntan tidak dibenarkan mengeluarkan pendapat bahwa laporan keuangan adalah wajar sesuai dengan GAAP jika laporan tersebut tidak sesuai dengan FASB Statement
b.      Rule 204
Akuntan harus menjelaskan alasan untuk tidak menggunakan pedoman FASB yang berkaitan dengan pengungkapan informasi di luar laporan keuangan yang dipublisir.
                        Prinsip Akuntansi (GAAP) diperlukan untuk lembaga sebagai berikut:
1.      GAAP untuk lembaga pemerintah
2.      BAAP untuk organisasi sosial yang tidak bertujuan mencari laba (NIRLABA)
3.      GAAP untuk perusahaan komersil.
GAAP ini adalah wewenang dari Financial Accounting Foundation (FAF) yang dua buah dewan sebagai berikut:
1.      Governmental Accountig Standards Board (GASB) yang didirikan tahun 1984 sebagai lanjutan dari National Councel on Governmental Accounting.
2.      Financial Accounting Standards Boards (FASB) yang didirikan tahun 1973 yang merupakan kelanjutan dari Accounting Principle Board.

3.      PENYUSUNAN GAAP DI USA

1.      Kantor Akuntan Big eight (Big 8)

Adapun nama-nama 8 kantor akuntan besar tersebut secara alfabetis adalah:
1.      Arthur Andersen dan Co
2.      Artuhur young dan Co
3.      Coopers and Lybrand
4.      Emst and whinnney
5.      Price waterhouse dan Co
6.      Deloitte, haskins and sells
7.      Peat Marwick, Mitchell dan Co
8.      Touche ross dan Co

2.      Financial accounting standard board (FASB)

FASB dibandingkan dengan APB mempunyai perbedaan sebagai berikut:
1.      Anggota berjumlah 7 orang sedangkan dulu 18 sampai dengan 21 orang.
2.      Status anggota adalah full time
3.      Posisinya lebih otonom
4.      Kedudukannya lebih independen
5.      Badan ini diwakili lebih luas dari kelompok profesi dan bisnis.
FASB ini berkantor pusat distanford conneeticutt.Masing-masing anggota FASB ini memiliki staf masing-masing dan anggaran tahunan melebihi 6 juta dollar.
Pronouncement (pengumuman hasil kerja) yang dikeluarkan FASB mencangkup prinsip dan konsep akuntansi yang dikeluarkan berupa:
1.    Standard dan interpretion
2.    Financial accounting concept
3.    Technical bulletins
Sebelum dikeluarkan FASB mengeluarkan statement ini biasanya ditempuh produser sebagai berikut:
1.      Merumuskan “masalah” dan dimuat dalam agenda?
2.      Membentuk “task force” yang beranggotakan para ahli dan praktisi yang akan mempelajari literature dan selanjutnya disusun rumusan dalam bentuk “Discussion memorandum” yang menjelaskan prinsip yang berkaitan dengan masalah  akuntansi yang dirumuskan.
3.      Memorandum ini dibagikan kepada umum untuk dibahas selama 60 hari.
4.      Memorandum ini dibagikan kepada para ahli yang diundang untuk mendiskusikannya baik lisan atau tertulis dalam bentuk “hearing terbuka”.
5.      Berdasarkan hasil diskusi ini dan tanggapan-tanggapan dari penangap maka FASB mengeluarkan apa yang disebut “exsposure draft” dari FASB statement termaksut saran-saran untuk akuntansi keuangan dan pelaporan.
6.      Exposure draft dibagikan kepada umum khususnya profesi akuntansi dan bisnis untuk dibahas selama 30 hari.
Setelah input ditrima dan analisis dan dibuka “public hearing” kedua untuk membahas exposure draft, maka dikeluarkan sikap FASB yang mungkin berupa:
a.       Menerima draft tadi sebagai prinsip akuntansi yang berlaku “statement of financial Accounting standards (SFAS).
b.      Menyerahkan revisi atas draft dan seterusnya prosedur tadi diulangi lagi.
c.       Menunda menerbitkan prinsip akuntansi dan permasalahan tersebut tetap dalam agenda.
d.      Tidak mengeluarkan prinsip akuntansi dan menghapus permasalahan tersebut dari agenda.

3.      Securities and Exchange Commission (SEC)

SEC sebagai lembaga yang mengatur mengenai pasar modal di USA dibentuk tahun 1934. Lembaga ini bertanggung jawab untuk mengatur dan menyusun undang-undang tentang bursa efek dan menjamin bahwa laporan keuangan yang dibuat oleh perusahaan yang “go public” disajikan secara layak dan “full disclosure”.
Beberapa ciri dan peraturan SEC yang agak berbeda dengan yang lazim adalah:
1.    Regulation S – X:
Peraturan ini mengatur tentang bentuk dan isi laporan keuangan yang akan diserahkan kepada SEC. yang paling dominan dari laporan dimaksud adalah:
-            10 K - laporan tahunan diserahkan maksimal 90 hari setelah akhir tahun            buku.
-            10 Q - laporan triwulan diserahkan maksimal 45 hari setelah akhir kuartal
-            8 K  laporan isidentil, yang timbul karena factor tertentu seperti perubahan struktur modal, dan lain-lain.
2.    Accounting series release (ASR)
ASR adalah merupakan wahana SEC dalam mengatur perusahaan yang go public tentang masalah akuntansinya.
3.      SEC Decision dan reports
Keputusan dan laporan SEC
4.      The SEC annual report
Laporan tahunan SEC
5.      Pidato, makalah, pimpinan, dan staf SEC:
Tidak semua prinsip akuntansi yang berlaku sesuai dengan ketentuan SEC.


4.      The American Accounting association (AAA)

The adalah organisasi akuntansi yang berpihak dibidang akademik seperti prefesor, dosen, peniliti, staf, pengajar, atau arang yang mempunyai perhatian terhadap pengembanganteori dan praktek akuntansi. AAA memiliki jurnal triwulan yang diberi nama “Accounting Review” yang merupakan majalah paling bergensi di banding akuntansi.
Beberapa upaya AAA dalam pengembangan prinsip akuntansi maupun kerangka teoritasnya adalah sebagai berikut:
1.      Pada tahun 1936 AAA menerbitkan hasil penelitian tentang A Tentative statement of Accounting principles underlying corporate financial statement. Penerbitan ini telah direvensi pada tahun 1941, 1948, 1950, 1954, 1957, dan 1964.
2.      Pada tahun 1940 melalui buah karya wa paton dan ACLittleteon yang berkerja dibawah naungan AAA telah menerbitkan :An Introducing tocoporate Accounting standards.
3.      Pada tahun 1964 melalui buah karya Louis Golberg AAA menerbitkan An inquiry into the nature af accounting.
4.      Pada tahun 1966 AAA menerbitkan A statement of basic Accounting theory.
5.      Pada tahun 19977 AAA  menerbitkan A statement on accounting theory and theory Acceptance (ASOATTA).

5.      Organisasi / badan lain :

Sebenarnya kalau kita kaji banyak lagi badan atau organisasi yang mempunyai peranan langsung atau tidak langsung terhadap perumusan prinsip akuntansi.
1.         “The National Assocition of  accountant” sekarang sudah berganti nama menjadi the institute of management Accountant (IMA) merupakan organisasi profesi yang menggabungkan para akuntan manajemen di USA.
2.         The cost Accounting standard board (CASB).
3.         The financial Excutife institute (FEI).
4.         Internasional accounting standard Commite (IASC)
5.        Badan-badan / organisasi luar negeri lainnya.
6.                   Pemakai laporan keuangan ;

Laporan keuangan yang disusun menurut prinsip akuntansi dibaca dan dipergunakan oleh pihak-pihak yang menggunakannya.
1.         Pemakai langsung yang termaksud dalam kelompok ini adalah:
a.         Pemilik perusahaan
b.        Kreditur.
c.         Pemasok (supplier)
d.        Manajemen
e.         Fiskus (pajak)
f.         Pegawai / perusahaan kariawan
g.        Langganan
2.         Pegawai tadak langsung yang termaksud kelompok ini:
a.     Konsultan dan analisis laporan keuangan
b.    Bursa efek
c.     Penasehat hokum
d.    Badan penderita terkait
e.     Penerbitan-penerbitan / majalah/ bulletin/ jurnal/ keuangan.
f.     Perusahaan konsultan / pusat-pusat data bisnis
g.    Assosiasi pengusaha/ kadin
h.    Serikat pekerja
i.      Para pesaing
j.      Masyarakat umum
Untuk menghasilkan suatu laporan keuangan yang dapat memuaskan semua pihak tentu tidak mungkin, karena masing-masing pemakai mempunyai masing-masing kepentingan yang berbeda .ada 3 jenis laporan keuangan :
1.      Laporan keuangan general purpose yaitu laporan keuangan yang disajikan untuk kepentingan umum, tanpa membedakan satu pihak dengan pihak lain.
2.      Laporan keuangan specific purpose yaitu laporan keuangan yang disajikan untuk kepentingan pihak tertentu pula.
3.      Different disclosure artinya angka-angka laporan keuangan itu disajikan untuk pihak-pihak tertentu, angka ini untuk pihak ini, jadi untuk pihak tertentu disajikan laporan tertentu.
4.      PERKEMBANGAN PIHAK YANG MENYUSUN PRINSIP AKUNTANSI


1.      Fase Peranan Manajemen

Dalam fase ini manajemen dianggap memiliki peranan yang besar dalam merumuskan prinsip akuntansi.Peranan ini muncul sebagai akibat dari bertambahnya investor (pemilik perusahaan) dan peranan yang besar dalam perkembangan perusahaan setelah tahun 1900.Pemisahan fungsi antara pemilik dan manajemen menimbulkan kekuasaan besar ditangan manajemen dalam mengontrol perusahaan sekaligus mengajikan laporan keuangan sehingga prinsip-prinsip akuntansi yang muncul banyak berasal dari menajemen.
Situasi dimana menajemen mempengaruhi penyusunan prinsip akuntansi maka terjadi keadaan sebagai berikut;
1.           Banyak teknik/ prinsip akuntansi lemah dari segi teoritis, metode pemecahan masalah akuntansi adalah prakmatis bukan didasarkan pada teori.
2.           Focus perhatian menajemen adalah hanya keinginan untuk menentukan laba kena pajak dan punya mengurangi badan pajak.
3.           Teori akuntansi yang dianut selalu dilator belakangi oleh konsep “smooth earnings” (penetapan laba yang disesuaikan dengan keinginan kepentingan penyusun laporan keuangan).
4.           Masalah-masalah rumit selalu dihindari dan muncullah pemecahan masalah yang dimudahkan (Expediency).
5.           Beberapa perusahaan yang berbeda menerapkan teknik yang berlainan untuk satu masalah yang sama.

2.      Fase Peranan Profesi

Dominan profesi ini juga memberikan dampak sebagai berikut:
1.         Assosiasi dan organisasi-organisasi profesi belum yakin terhadap pada kerangka teori yang sudah ada.
2.      Kekuatan/ otoritasnya tidak jelas.
3.      Adanya beberapa alternative menimbulkan timbulnya flexibilitas dalam menerapkan prinsip akuntansi.
3.      Fase Polititasi

Kelemahan yang terdapat pada fase peranan manajemen dan fase profesi menimbulkan kecenderungan pada metode yang lebih condong deduktif dan polititasi (keikutsertaan pemerintah) dalam penyusunan prinsip akuntansi prinsip akuntasi diangap mempengaruhi masyarakat sehingga dapat dijadakan dasar untuk masuknya unsur politik dalam perumusan prinsip akuntansi.Pada fase ini FASB yang merupakan peleburan dari unsur praktisi, bisnis, akademi, dan lembaga formal.
Di USA sendiri masalah akuntansi sudah pernah menjadi agenda kongres yang dikenal dengan “metcalf  report” yang berjudul “the Accounting Establishment”. Laporan ini menuduh kantor akuntan yang bergabung dalam “big 8” melakukan monopoli terhadap audit perusahaan-perusahaan besar dan proses penyusunan prinsip akuntansi. Dalam laporan itu dapat dilihat kaitan antara big 8 dengan FASB.


0 comments:

Post a Comment