Wednesday, 8 July 2015

CONTOH MATRIKS PERBAIKAN UNTUK PENELITIAN



MATRIKS PERBAIKAN HASIL PENELITIAN

Nama                      :  ELSIS BRAHMA PUTRA
Stambuk                 :  C1A1 05 006
Program Studi       :  Ilmu Administrasi Negara
Judul                      :  Kemampuan Kerja Pegawai Dalam Memberikan Kualitas Pelayanan
                   Publik (Studi pada Kantor Camat Kantor Camat Sawerigadi Kabupaten Muna Barat)

No
Nama Dosen Penguji
Perbaikan
BAB
Ket./Paraf
1.
Prof. Dr. Wempy Banga, M.Si
-        Tujuan penulisan disesuaikan dengan rumusan masalah
-        Penentuan sampel diperjelas
-        Pada tabel 5 kemukakan kemampuankerja pegawa berdasakan tingkat pendidikan
-        Pada tabel 6 sajikan data keadaan kemampuan pegawaimenurut keterampilan yang diperoleh aparat Kecamatan Sawerigadi
-        Kemukakan data hasil wawancara dengan informan masyarakat
-        Kesederhanaan dilengkapi hasil wawancara dan informan masyarakat
-        Kejelasan dilengkapi hasil wawancara aparat dalam transparansi pelayanan
BAB I
BAB III
BAB IV


2.
Drs. H. Muh. Amir, M.Si
-        Periksa kembali kuesioner yang disebarkan, pembahasan tidak relevan dengan pengamatan awal
-        Datasekunder berupa data pelatihan dan keterampilan yang pernah diikuti oleh pegawai
-        Mekanisme pelayanan, jam kerja dan tata kerja pegawai supaya dicantumkan dalam laporan penelitian
BAB IV


3.
Muh. Nasir, S.Sos, M.Si



4
Dra. Suryani B.B., M.Si



5.
Muh. Yusuf, S.Sos, M.Si

-        Pada tujuan penelitian disesuaikan dengan rumusan masalah
-        Kerangka pikir disesuaikan dengan operasionalisasi variabel
-        Ditambahkan data sekunder pengalaman kerja
-        Ditampakkan informan peneliitan 5 orang melibatkan purposive
-        Pernyataan dimuat dalam metodologi penelitian
-        Halaman penutup sesuaikan itemnya kesimpulan dan saran
BAB I
BAB II
BAB IV
BAB III
BAB V

Kendari,       Oktober 2015
Ketua Penguji

Prof. Dr. Wempy Banga, M.Si
NIP. 19561110 198501 1 001

CONTOH PROPOSAL PENELITIAN DI PNPM-MP



BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Pembangunan adalah merupakan proses natural dalam mewujudkan cita-cita bernegara, yaitu terwujudnya masyarakat makmur sejahtera secara adil dan merata. Kesejahteraan ditandai dengan kemakmuran yaitu meningkatnya konsumsi disebabkan meningkatnya pendapatan. Pendapatan meningkat sebagai hasil produksi yang semakin meningkat pula. Proses natural di atas dapat terlaksana jika asumsi-asumsi pembangunan yang ada, yaitu kesempatan kerja atau partisipasi termanfaatkan secara penuh (full employment), setiap orang memiliki kemampuan yang sama (equal productivity), dan masing-masing pelaku bertindak rasional (efficient), dapat dipenuhi.
Berbagai strategi pembangunan selama ini, namun berbagai strategi tersebut belum secara signifikan mampu meningkatkan pemerataan kesejahteraan masyarakat. Apalagi ketika bangsa Indonesia dilanda krisis ekonomi dan krisis moneter yang berdampak pada krisis kepercayaan masyarakat terhadap kapabilitas pemerintah, menyebabkan berbagai masalah-masalah pembangunan, yang perlu dipecahkan terutama dalam membuat strategi pembangunan yang ideal sesuai kondisi masyarakat.
Kendatipun menunjukkan bahwa pembangunan daerah perkotaan dari tahun ke tahun terus meningkat, namun tidak sedikit kelurahan yang masih tertinggal, hal ini merupakan salah satu indikator bahwa pembangunan perkotaan belum memenuhi aspek pemerataan, meskipun berbagai program pembangunan perkotaan yang telah dicanangkan pemerintah pusat dan daerah sudah begitu banyak.
Paradigma pembangunan nasional saat ini sebagai kelanjutan paradigm sebelumnya adalah paradigma pemberdayaan masyarakat. Dalam upaya pemberdayaan masyarakat untuk pembangunan perkotaan secara berkelanjutan, masyarakat perlu dan harus diberdayakan secara berpartisipasi aktif mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi, serta pengapresasian dan pemeliharaan hasil pembangunan yang dibutuhkan masyarakat.
Salah satu bentuk kebijakan pembangunan dengan sasaran pemberdayaan masyarakat adalah dikenal dengan istilah Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaan (PNPM –MP). Tujuan dari kebijakan tersebut adalah untuk memacu masyarakat termotivasi tinggi dalam kegiatan pemberdayaan. Pemerintah Republik Indonesia melalui PNPM-MP, Ditjen Pemberdayaan kota sesuai usulan perencanaan kegiatan pembangunan desa yang dibuat oleh masyarakat sendiri.
Pemberdayaan masyarakat dalam mengelola pembangunan melalui dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi, sampai dengan memanfaatkan (mengoperasikan) dan memelihara hasil pembangunan adalah sangat menentukan keberlanjutan proses pembangunan.
Kelurahan Bende Kota kendari merupakan salah satu kelurahan yang memperoleh bantuan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaan (PNPM-MP). Bila dilihat dari aspek dana yang telah berhasil disalurkan di Kelurahan Bende Kota Kendari tersebut jumlahnya cukup besar, yakni pada tahun 2009 sebesar Rp. 150.000.000,- dan pada tahun 2010 sebesar Rp. 150.000.000,-. Pertanyaannya kemudian apakah dana sebesar ini telah sesuai dengan tujuannya, prosesnya dan hasilnya.
Misalnya dana bergulir tidak berkembang dengan baik, karena sampai saat ini belum dapat digulirkan kepada masyarakat miskin lainnya. Di samping itu tingkat pendapatan masyarakat juga menurut pengamatan penulis dan informasi dari beberapa masyarakat menyatakan belum ada kemajuan yang berarti.
Mengacu dari beberapa indikasi di atas, karena sampai saat ini belum dapat digulirkan kepada masyarakat miskin lainnya. Di samping itu tingkat pendapatan masyarakat juga menurut pengamatan penulis dan informasi dari beberapa masyarakat menyatakan belum ada kemajuan yang berarti.
Mengacu dari beberapa indikasi di atas, maka penulis mencoba mengangkat masalah ini untuk menelusuri dan mengidentifikasi pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaan (PNPM-MP) dalam kaitannya sebagai upaya penanggulangan kemiskinan di wilayah perkotaan.

B.       Rumusan masalah
Berdasakan latar belakang yang yang telah dipaparkan di atas, maka masalah dalam penelitian ini dirumuskan bagaimana implementasi kebijakan Program Nasional Pemberdayaan  Masyarakat Mandiri Perkotaan  (PNPM-MP) dalam rangka meningkatkan kesejahtraan masyarakat di Kelurahan Bende Kota Kendari.
C.      Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk mengetahui implementasi kebijakan pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaan (PNPM-MP) dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kelurahan Bende Kota Kendari.
D.      Manfaat Penelitian
Hasil penelitian diharapkan dapat bermanfaat, antara lain :
1.        Bahan masukan bagi pemerintah, fasilitator PNPM-MP dan stakeholder yang terkait langsung maupun tidak langsung dalam pelaksanaan proyek PNPM-MP.
Dapat mejadi referensi bagi peneliti yang mengkaji masalah-masalah penanggulangan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat. 

KONSEP PRODUKTIVITAS KERJA



                                          BEBERAPA KONSEP PRODUKTIVITAS KERJA
  KONSEP PRODUKTIVITAS KERJA
Secara umum produktivitas menurut Husein Umar (1998 : 9), mengandung arti “ sebagai perbandingan sebagai antara hasil yang dicapai (output) dengan keseluruhan sumber daya yang digunakan (input)”. Sedangkan menurut L. Greenberg yang dikutif Sinungan (1997 : 12), “ produktivitas didefinisikan sebagai perbandingan antara totalitas pengeluaran pada waktu tertentu dibagi totalitas masukan periode tersebut”. Produktivitas kerja bukan semata-mata ditujukan untuk mendapatkan hasil kerja sebanyak-banyaknya, melainkan kualitas untuk kerja juga penting diperhatikan sebagaimana diungkapkan oleh Laeham dan wekley (1982:2) dalam Sedarmayanti (2001 : 65) : “……Performance appraisals are crucial to the effektivity management of an organization’s human resources, and the porpe management of human resources is critical variabel effecting an organization’s productivity”. Produktivitas individu dapat dinilai dan apa yang dilakukan oleh individu tersebut dalam bekerja dengan kata lain, produktivitas individu adalah bagaimana seseorang melaksanakan pekerjaannya atau unjuk kerja (job performance)”. Konsep produktivitas menurut Dewan Produktivitas Nasional dalam Husein Umar (1998 : 9), menyatakan bahwa : “ Produktivitas mempunyai pengertian sebagai sikap mental yang selalu berpandangan bahwa mutu kehidupan hari ini harus lebih baik dari kemarin dan hari esok lebih baik dari hari ini “.
Produktivitas menurut Hasibuan (2003 : 126) adalah “ perbandingan antara keluaran (output) dengan masukan (input)”. Selanjutnya Blunchor dan Kapustin yang dikutif oleh Sinungan dalam Hasibuan (2003 : 126), mengemukakan pendapatnya sebagai berikut : “Produktivitas kadang – kadang dipandang sebagai penggunaan insentif sebagai insentif terhadap sumber konvensi seperti tenaga kerja dan mesin yang diikuti secara tepat dan benar – benar menunjukkan suatu penampilan yang efisiensi”.
Sementara itu Rochmana (2000 : 37), menyatakan bahwa : “ produktivitas adalah suatu konsep yang menyediakan lebih banyak barang dan jasa untuk lebih banyak manusia, dengan menggunakan sumber – sumber riil yang makin sedikit“. Menurut Paul Mali dalam Sedarmayanti (2001 : 57), mengutarakan bahwa “produktivitas adalah bagaimana menghasilkan atau meningkatkan hasil barang danjasa setinggi mungkin dengan memanfaatkan sumber daya secara efisien”. Sedangkan menurut formulasi Nasional Productivity Board (NPB) Singapore dalam sedarmayanti (2001 : 56), dikatakan bahwa “ produktivitas adalah sikap mental (attitude of mind) yang mempunyai semangat untuk melakukan peningkatan atau perbaikan”.
Dari uraian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa produktivas merupakan rasio antara produktivitas dan efisiensi dari berbagai sumber daya yang ditujukan untuk mencapai keluaran yang dilakukan organisasi semaksimal mungkin dengan biasa seminimal mungkin dalam suatu waktu tertentu dan memiliki kualitas tertentu pula. Sedangkan produktivitas individu adalah perbandingan dari efektivitas keluaran (pencapaian untuk kerja yang maksimal) dengan efisiensi salah satu masukan (tenaga kerja) yang mencakup kuantitas dalam satuan waktu tertentu.
Syarat – Syarat Produktivitas Yang Tinggi.
Bagi perorangan syarat produktivitas yang tinggi bagi perorangan menurut Sinungan (1987 : 64), terbagi menjadi dua kelompok, yaitu :
1. Kelompok pertama, meliputi :
a. Tingkat pendidikan dan kehlian.
b. Jenis teknologi dan hasil keahlian.
c. Kondisi kerja.
d. Kesehatan, kemampuan fisik dan mental.
2. Kelompok dua, meliputi :
a. Sikap terhadap tugas, teman sejawat dan pengawas.
b. Keanekaragam tugas.
c. Sistim insentif (sistim upah dan bonus).
d. Kepuasan kerja.
e. Keamanan kerja.
f. Kepastian pekerjaan.
g. Perspektif dari ambisi dan promosi.
Kedua syarat produktivitas bagi perorangan pegawai ini sangat penting diperhatikan dalam melaksanakan setiap pekerjaan, hubungan dengan unit kerja lain dalam menentukan biaya – biaya pekerjaan serta memudahkan pengendalian dan pengawasan dalam kerjasama mencapai tugas perusahaan.
2.2.3 Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Produktivitas Karyawan dan Ciri – Ciri Karyawan Yang Produktif. Menurut Balai Pengembangan Produktivitas Daerah Dalam Sedarmayanti (2001 :71), ada enam faktor yang menentukan produktivitas tenaga kerja, yaitu :
a. Sikap kerja.
b. Tingkat keterampilan.
c. Hubungan antara tenaga kerja dan pimpinan.
d. Manajemen produktivitas.
e. Efisiensi tenaga kerja.
f. Kewiraswastaan.
Disamping hal tersebut terdapat pula berbagai factor yang mempengaruhi produktivitas kerja, diantaranya adalah:
1. Sikap mental, berupa :
a. Motivasi kerja
b. Disiplin kerja
c. Etika kerja
2. Pendidikan
3. Keterampilan
4. Manajemen
5. Hubungan Industrial Pancasila (H.I.P)
6. Tingkat Penghasilan
7. Gizi dan kesehatan
8. Jaminan Sosial
9. Lingkungan dan iklim kerja
10. Sarana Produksi
11. Teknologi
12. Kesempatan berprestasi
Sedangkan menurut Simanjuntak (1998 : 39), faktor yang mempengaruhi produktivitas karyawan dapat digolongkan pada tiga kelompok, yaitu :
a. Kualitas dan Kemampuan Fisik Pekerja
Kualitas dan kemampuan karyawan dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, latihan, motivasi kerja, etos kerja, mental dan kemampuan fisik pekerja yang bersangkutan.
b. Sarana Pendukung
Sarana pendukung untuk peningkatkan produktivitas kerja karyawan dapat dikelompokkan pada dua golongan, yaitu :
1) Menyangkut lingkungan kerja, ternasuk teknologi dan cara produksi, sarana dan peralatan produksi yang digunakan, tingkat keselamatan dan kesehatan kerja serta suasana dalam lingkungan kerja sendiri.
2) Menyangkut kesejahteraan pekerja yang yang bercermin dalam system pengupahan dan jaminan sosial, serta jaminan kelangsungan kerja.
c. Supra Sarana
Semua yang terjadi dalam perusahaan diperngaruhi oleh apa yang terjadi diluar, seperti sumber – sumber faktor produksi yang akan digunakan, prospek pemasaran, perpajakan, perpajakan, perijinan, lingkungan hidup dan lain – lain. Adapun ciri – ciri individu yang produktif ,menurut sedarmayanti (2001 : 79), yang mengutif Gilmore (1974), yaitu :
a. Tindakannya konstruktif.
b. Percaya diri.
c. Memiliki rasa cinta terhadap pekerjaannya.
d. Mempunyai pandangan kedepan.
e. Mampu menyelesaikan persoalan.
f. Dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan yang berubah.
g. Mempunyai kontribusi yang positif terhadap lingkungan.
h. Mempunyai kekuatan untuk mewujudkan potensi.
Sedangkan ciri pegawai yang produktif menurut Dale Timpe dalam Husein Umar (1998 : 12), adalah :
a. Cerdas dan dapat belajar dengan relative cepat
b. Kompeten secara professional
c. Kreatif dan inovatif memahami pekerjaan
d. Memahami pekerjaan
e. Belajar dengan cerdik, menggunakan logika, efisien, tidak mudah macet dalam pekerjaan
f. Selalu mencari perbaikan – perbaikan, tetapi tahu kapan harus berhenti
g. Dianggap bernilai oleh atasannya
h. Memiliki catatatn prestasi yang baik
i. Selalu meningkatkan diri
2.2.5 Metode Meningkatkan Produktivitas Metode meningkatkan produktivitas menurut Kusrijanto dalam sinungan (1997 : 32) dapat dilakukan melalui 4 (empat) metode, yaitu :
a. Mengganti tenaga manusia dengan mesin
b. Menyempurakan metode kerja
c. Menghilangkan praktek – yang tidak produktif
d. Menyempurnakan manajemen personalia
Dalam metode meningkatkan produktivitas yang pertama, perlu investasi untuk membeli mesin – mesin sebagai pengganti tenaga manusia. Hal ini berdampak besar terhadap produktivitas, tetapi dapat mengakibatkan pengangguran. Cara kedua dapat memperbaiki penerapan tenaga kerja yang paling cocok. Cara ketiga adalah dengan menhilangkan praktek – praktek yang tidak produktif untuk mengurangi pemborosan. Sedangkan cara ke-empat adalah dengan jalan menyempurnakan manajemen personaliamelaui pemamfaatan sumber daya manusiayang lebih efektif.
Peningkatan produktivitas hendaknya memperhatikan hal – hal sebagai berikut :
a. Mengembangkan ukuran – ukuran produktivitas yang dalam konteks ukuran – ukuran yang telah ditetapkan, tujuan ini hendaknya realistis dan mempunyai batas waktu.
b. Menetapkan tujuan produktivitas dalam konteks ukuran – ukuran yang telah ditetapkan. Tujuan ini hendaknya relistis dan mempunyai batas waktu.
c. Mengembangkan rencana – rencana untuk mencapai tujuan.
d. Mengimplementasikan rencana.