BEBERAPA KONSEP PRODUKTIVITAS KERJA
KONSEP PRODUKTIVITAS KERJA
Secara umum
produktivitas menurut Husein Umar (1998 : 9), mengandung arti “ sebagai
perbandingan sebagai antara hasil yang dicapai (output) dengan keseluruhan
sumber daya yang digunakan (input)”. Sedangkan menurut L. Greenberg yang
dikutif Sinungan (1997 : 12), “ produktivitas didefinisikan sebagai
perbandingan antara totalitas pengeluaran pada waktu tertentu dibagi totalitas
masukan periode tersebut”. Produktivitas kerja bukan semata-mata ditujukan
untuk mendapatkan hasil kerja sebanyak-banyaknya, melainkan kualitas untuk
kerja juga penting diperhatikan sebagaimana diungkapkan oleh Laeham dan wekley
(1982:2) dalam Sedarmayanti (2001 : 65) : “……Performance
appraisals are crucial to the effektivity management of an organization’s human
resources, and the porpe management of human resources is critical variabel
effecting an organization’s productivity”. Produktivitas individu dapat
dinilai dan apa yang dilakukan oleh individu tersebut dalam bekerja dengan kata
lain, produktivitas individu adalah bagaimana seseorang melaksanakan
pekerjaannya atau unjuk kerja (job
performance)”. Konsep produktivitas menurut Dewan Produktivitas Nasional
dalam Husein Umar (1998 : 9), menyatakan bahwa : “ Produktivitas mempunyai
pengertian sebagai sikap mental yang selalu berpandangan bahwa mutu kehidupan
hari ini harus lebih baik dari kemarin dan hari esok lebih baik dari hari ini
“.
Produktivitas menurut
Hasibuan (2003 : 126) adalah “ perbandingan antara keluaran (output) dengan
masukan (input)”. Selanjutnya Blunchor dan Kapustin yang dikutif oleh Sinungan
dalam Hasibuan (2003 : 126), mengemukakan pendapatnya sebagai berikut :
“Produktivitas kadang – kadang dipandang sebagai penggunaan insentif sebagai
insentif terhadap sumber konvensi seperti tenaga kerja dan mesin yang diikuti
secara tepat dan benar – benar menunjukkan suatu penampilan yang efisiensi”.
Sementara itu Rochmana
(2000 : 37), menyatakan bahwa : “ produktivitas adalah suatu konsep yang
menyediakan lebih banyak barang dan jasa untuk lebih banyak manusia, dengan
menggunakan sumber – sumber riil yang makin sedikit“. Menurut Paul Mali dalam
Sedarmayanti (2001 : 57), mengutarakan bahwa “produktivitas adalah bagaimana
menghasilkan atau meningkatkan hasil barang danjasa setinggi mungkin dengan
memanfaatkan sumber daya secara efisien”. Sedangkan menurut formulasi Nasional
Productivity Board (NPB) Singapore dalam sedarmayanti (2001 : 56), dikatakan
bahwa “ produktivitas adalah sikap mental (attitude
of mind) yang mempunyai semangat untuk melakukan peningkatan atau
perbaikan”.
Dari
uraian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa produktivas merupakan rasio
antara produktivitas dan efisiensi dari berbagai sumber daya yang ditujukan
untuk mencapai keluaran yang dilakukan organisasi semaksimal mungkin dengan
biasa seminimal mungkin dalam suatu waktu tertentu dan memiliki kualitas
tertentu pula. Sedangkan produktivitas individu adalah perbandingan dari
efektivitas keluaran (pencapaian untuk kerja yang maksimal) dengan efisiensi
salah satu masukan (tenaga kerja) yang mencakup kuantitas dalam satuan waktu
tertentu.
Syarat
– Syarat Produktivitas Yang Tinggi.
Bagi perorangan syarat produktivitas yang tinggi
bagi perorangan menurut Sinungan (1987 : 64), terbagi menjadi dua kelompok,
yaitu :
1.
Kelompok pertama, meliputi :
a.
Tingkat pendidikan dan kehlian.
b.
Jenis teknologi dan hasil keahlian.
c.
Kondisi kerja.
d.
Kesehatan, kemampuan fisik dan mental.
2.
Kelompok dua, meliputi :
a.
Sikap terhadap tugas, teman sejawat dan pengawas.
b.
Keanekaragam tugas.
c.
Sistim insentif (sistim upah dan bonus).
d.
Kepuasan kerja.
e.
Keamanan kerja.
f.
Kepastian pekerjaan.
g.
Perspektif dari ambisi dan promosi.
Kedua
syarat produktivitas bagi perorangan pegawai ini sangat penting diperhatikan
dalam melaksanakan setiap pekerjaan, hubungan dengan unit kerja lain dalam
menentukan biaya – biaya pekerjaan serta memudahkan pengendalian dan pengawasan
dalam kerjasama mencapai tugas perusahaan.
2.2.3
Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Produktivitas Karyawan dan Ciri – Ciri
Karyawan Yang Produktif. Menurut Balai Pengembangan Produktivitas Daerah Dalam
Sedarmayanti (2001 :71), ada enam faktor yang menentukan produktivitas tenaga
kerja, yaitu :
a.
Sikap kerja.
b.
Tingkat keterampilan.
c.
Hubungan antara tenaga kerja dan pimpinan.
d.
Manajemen produktivitas.
e.
Efisiensi tenaga kerja.
f.
Kewiraswastaan.
Disamping
hal tersebut terdapat pula berbagai factor yang mempengaruhi produktivitas
kerja, diantaranya adalah:
1.
Sikap mental, berupa :
a.
Motivasi kerja
b.
Disiplin kerja
c.
Etika kerja
2.
Pendidikan
3.
Keterampilan
4.
Manajemen
5.
Hubungan Industrial Pancasila (H.I.P)
6.
Tingkat Penghasilan
7.
Gizi dan kesehatan
8.
Jaminan Sosial
9.
Lingkungan dan iklim kerja
10.
Sarana Produksi
11.
Teknologi
12.
Kesempatan berprestasi
Sedangkan
menurut Simanjuntak (1998 : 39), faktor yang mempengaruhi produktivitas
karyawan dapat digolongkan pada tiga kelompok, yaitu :
a.
Kualitas dan Kemampuan Fisik Pekerja
Kualitas
dan kemampuan karyawan dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, latihan, motivasi
kerja, etos kerja, mental dan kemampuan fisik pekerja yang bersangkutan.
b.
Sarana Pendukung
Sarana
pendukung untuk peningkatkan produktivitas kerja karyawan dapat dikelompokkan
pada dua golongan, yaitu :
1)
Menyangkut lingkungan kerja, ternasuk teknologi dan cara produksi, sarana dan
peralatan produksi yang digunakan, tingkat keselamatan dan kesehatan kerja
serta suasana dalam lingkungan kerja sendiri.
2)
Menyangkut kesejahteraan pekerja yang yang bercermin dalam system pengupahan
dan jaminan sosial, serta jaminan kelangsungan kerja.
c.
Supra Sarana
Semua
yang terjadi dalam perusahaan diperngaruhi oleh apa yang terjadi diluar,
seperti sumber – sumber faktor produksi yang akan digunakan, prospek pemasaran,
perpajakan, perpajakan, perijinan, lingkungan hidup dan lain – lain. Adapun
ciri – ciri individu yang produktif ,menurut sedarmayanti (2001 : 79), yang
mengutif Gilmore (1974), yaitu :
a.
Tindakannya konstruktif.
b.
Percaya diri.
c.
Memiliki rasa cinta terhadap pekerjaannya.
d.
Mempunyai pandangan kedepan.
e.
Mampu menyelesaikan persoalan.
f.
Dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan yang berubah.
g.
Mempunyai kontribusi yang positif terhadap lingkungan.
h.
Mempunyai kekuatan untuk mewujudkan potensi.
Sedangkan
ciri pegawai yang produktif menurut Dale Timpe dalam Husein Umar (1998 : 12),
adalah :
a.
Cerdas dan dapat belajar dengan relative cepat
b.
Kompeten secara professional
c.
Kreatif dan inovatif memahami pekerjaan
d.
Memahami pekerjaan
e.
Belajar dengan cerdik, menggunakan logika, efisien, tidak mudah macet dalam
pekerjaan
f.
Selalu mencari perbaikan – perbaikan, tetapi tahu kapan harus berhenti
g.
Dianggap bernilai oleh atasannya
h.
Memiliki catatatn prestasi yang baik
i.
Selalu meningkatkan diri
2.2.5
Metode Meningkatkan Produktivitas Metode meningkatkan produktivitas menurut
Kusrijanto dalam sinungan (1997 : 32) dapat dilakukan melalui 4 (empat) metode,
yaitu :
a.
Mengganti tenaga manusia dengan mesin
b.
Menyempurakan metode kerja
c.
Menghilangkan praktek – yang tidak produktif
d.
Menyempurnakan manajemen personalia
Dalam
metode meningkatkan produktivitas yang pertama, perlu investasi untuk membeli
mesin – mesin sebagai pengganti tenaga manusia. Hal ini berdampak besar
terhadap produktivitas, tetapi dapat mengakibatkan pengangguran. Cara kedua
dapat memperbaiki penerapan tenaga kerja yang paling cocok. Cara ketiga adalah
dengan menhilangkan praktek – praktek yang tidak produktif untuk mengurangi
pemborosan. Sedangkan cara ke-empat adalah dengan jalan menyempurnakan
manajemen personaliamelaui pemamfaatan sumber daya manusiayang lebih efektif.
Peningkatan
produktivitas hendaknya memperhatikan hal – hal sebagai berikut :
a.
Mengembangkan ukuran – ukuran produktivitas yang dalam konteks ukuran – ukuran
yang telah ditetapkan, tujuan ini hendaknya realistis dan mempunyai batas
waktu.
b.
Menetapkan tujuan produktivitas dalam konteks ukuran – ukuran yang telah
ditetapkan. Tujuan ini hendaknya relistis dan mempunyai batas waktu.
c.
Mengembangkan rencana – rencana untuk mencapai tujuan.
d. Mengimplementasikan
rencana.






0 comments:
Post a Comment