Wednesday, 8 July 2015

KONSEP PRODUKTIVITAS KERJA



                                          BEBERAPA KONSEP PRODUKTIVITAS KERJA
  KONSEP PRODUKTIVITAS KERJA
Secara umum produktivitas menurut Husein Umar (1998 : 9), mengandung arti “ sebagai perbandingan sebagai antara hasil yang dicapai (output) dengan keseluruhan sumber daya yang digunakan (input)”. Sedangkan menurut L. Greenberg yang dikutif Sinungan (1997 : 12), “ produktivitas didefinisikan sebagai perbandingan antara totalitas pengeluaran pada waktu tertentu dibagi totalitas masukan periode tersebut”. Produktivitas kerja bukan semata-mata ditujukan untuk mendapatkan hasil kerja sebanyak-banyaknya, melainkan kualitas untuk kerja juga penting diperhatikan sebagaimana diungkapkan oleh Laeham dan wekley (1982:2) dalam Sedarmayanti (2001 : 65) : “……Performance appraisals are crucial to the effektivity management of an organization’s human resources, and the porpe management of human resources is critical variabel effecting an organization’s productivity”. Produktivitas individu dapat dinilai dan apa yang dilakukan oleh individu tersebut dalam bekerja dengan kata lain, produktivitas individu adalah bagaimana seseorang melaksanakan pekerjaannya atau unjuk kerja (job performance)”. Konsep produktivitas menurut Dewan Produktivitas Nasional dalam Husein Umar (1998 : 9), menyatakan bahwa : “ Produktivitas mempunyai pengertian sebagai sikap mental yang selalu berpandangan bahwa mutu kehidupan hari ini harus lebih baik dari kemarin dan hari esok lebih baik dari hari ini “.
Produktivitas menurut Hasibuan (2003 : 126) adalah “ perbandingan antara keluaran (output) dengan masukan (input)”. Selanjutnya Blunchor dan Kapustin yang dikutif oleh Sinungan dalam Hasibuan (2003 : 126), mengemukakan pendapatnya sebagai berikut : “Produktivitas kadang – kadang dipandang sebagai penggunaan insentif sebagai insentif terhadap sumber konvensi seperti tenaga kerja dan mesin yang diikuti secara tepat dan benar – benar menunjukkan suatu penampilan yang efisiensi”.
Sementara itu Rochmana (2000 : 37), menyatakan bahwa : “ produktivitas adalah suatu konsep yang menyediakan lebih banyak barang dan jasa untuk lebih banyak manusia, dengan menggunakan sumber – sumber riil yang makin sedikit“. Menurut Paul Mali dalam Sedarmayanti (2001 : 57), mengutarakan bahwa “produktivitas adalah bagaimana menghasilkan atau meningkatkan hasil barang danjasa setinggi mungkin dengan memanfaatkan sumber daya secara efisien”. Sedangkan menurut formulasi Nasional Productivity Board (NPB) Singapore dalam sedarmayanti (2001 : 56), dikatakan bahwa “ produktivitas adalah sikap mental (attitude of mind) yang mempunyai semangat untuk melakukan peningkatan atau perbaikan”.
Dari uraian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa produktivas merupakan rasio antara produktivitas dan efisiensi dari berbagai sumber daya yang ditujukan untuk mencapai keluaran yang dilakukan organisasi semaksimal mungkin dengan biasa seminimal mungkin dalam suatu waktu tertentu dan memiliki kualitas tertentu pula. Sedangkan produktivitas individu adalah perbandingan dari efektivitas keluaran (pencapaian untuk kerja yang maksimal) dengan efisiensi salah satu masukan (tenaga kerja) yang mencakup kuantitas dalam satuan waktu tertentu.
Syarat – Syarat Produktivitas Yang Tinggi.
Bagi perorangan syarat produktivitas yang tinggi bagi perorangan menurut Sinungan (1987 : 64), terbagi menjadi dua kelompok, yaitu :
1. Kelompok pertama, meliputi :
a. Tingkat pendidikan dan kehlian.
b. Jenis teknologi dan hasil keahlian.
c. Kondisi kerja.
d. Kesehatan, kemampuan fisik dan mental.
2. Kelompok dua, meliputi :
a. Sikap terhadap tugas, teman sejawat dan pengawas.
b. Keanekaragam tugas.
c. Sistim insentif (sistim upah dan bonus).
d. Kepuasan kerja.
e. Keamanan kerja.
f. Kepastian pekerjaan.
g. Perspektif dari ambisi dan promosi.
Kedua syarat produktivitas bagi perorangan pegawai ini sangat penting diperhatikan dalam melaksanakan setiap pekerjaan, hubungan dengan unit kerja lain dalam menentukan biaya – biaya pekerjaan serta memudahkan pengendalian dan pengawasan dalam kerjasama mencapai tugas perusahaan.
2.2.3 Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Produktivitas Karyawan dan Ciri – Ciri Karyawan Yang Produktif. Menurut Balai Pengembangan Produktivitas Daerah Dalam Sedarmayanti (2001 :71), ada enam faktor yang menentukan produktivitas tenaga kerja, yaitu :
a. Sikap kerja.
b. Tingkat keterampilan.
c. Hubungan antara tenaga kerja dan pimpinan.
d. Manajemen produktivitas.
e. Efisiensi tenaga kerja.
f. Kewiraswastaan.
Disamping hal tersebut terdapat pula berbagai factor yang mempengaruhi produktivitas kerja, diantaranya adalah:
1. Sikap mental, berupa :
a. Motivasi kerja
b. Disiplin kerja
c. Etika kerja
2. Pendidikan
3. Keterampilan
4. Manajemen
5. Hubungan Industrial Pancasila (H.I.P)
6. Tingkat Penghasilan
7. Gizi dan kesehatan
8. Jaminan Sosial
9. Lingkungan dan iklim kerja
10. Sarana Produksi
11. Teknologi
12. Kesempatan berprestasi
Sedangkan menurut Simanjuntak (1998 : 39), faktor yang mempengaruhi produktivitas karyawan dapat digolongkan pada tiga kelompok, yaitu :
a. Kualitas dan Kemampuan Fisik Pekerja
Kualitas dan kemampuan karyawan dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, latihan, motivasi kerja, etos kerja, mental dan kemampuan fisik pekerja yang bersangkutan.
b. Sarana Pendukung
Sarana pendukung untuk peningkatkan produktivitas kerja karyawan dapat dikelompokkan pada dua golongan, yaitu :
1) Menyangkut lingkungan kerja, ternasuk teknologi dan cara produksi, sarana dan peralatan produksi yang digunakan, tingkat keselamatan dan kesehatan kerja serta suasana dalam lingkungan kerja sendiri.
2) Menyangkut kesejahteraan pekerja yang yang bercermin dalam system pengupahan dan jaminan sosial, serta jaminan kelangsungan kerja.
c. Supra Sarana
Semua yang terjadi dalam perusahaan diperngaruhi oleh apa yang terjadi diluar, seperti sumber – sumber faktor produksi yang akan digunakan, prospek pemasaran, perpajakan, perpajakan, perijinan, lingkungan hidup dan lain – lain. Adapun ciri – ciri individu yang produktif ,menurut sedarmayanti (2001 : 79), yang mengutif Gilmore (1974), yaitu :
a. Tindakannya konstruktif.
b. Percaya diri.
c. Memiliki rasa cinta terhadap pekerjaannya.
d. Mempunyai pandangan kedepan.
e. Mampu menyelesaikan persoalan.
f. Dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan yang berubah.
g. Mempunyai kontribusi yang positif terhadap lingkungan.
h. Mempunyai kekuatan untuk mewujudkan potensi.
Sedangkan ciri pegawai yang produktif menurut Dale Timpe dalam Husein Umar (1998 : 12), adalah :
a. Cerdas dan dapat belajar dengan relative cepat
b. Kompeten secara professional
c. Kreatif dan inovatif memahami pekerjaan
d. Memahami pekerjaan
e. Belajar dengan cerdik, menggunakan logika, efisien, tidak mudah macet dalam pekerjaan
f. Selalu mencari perbaikan – perbaikan, tetapi tahu kapan harus berhenti
g. Dianggap bernilai oleh atasannya
h. Memiliki catatatn prestasi yang baik
i. Selalu meningkatkan diri
2.2.5 Metode Meningkatkan Produktivitas Metode meningkatkan produktivitas menurut Kusrijanto dalam sinungan (1997 : 32) dapat dilakukan melalui 4 (empat) metode, yaitu :
a. Mengganti tenaga manusia dengan mesin
b. Menyempurakan metode kerja
c. Menghilangkan praktek – yang tidak produktif
d. Menyempurnakan manajemen personalia
Dalam metode meningkatkan produktivitas yang pertama, perlu investasi untuk membeli mesin – mesin sebagai pengganti tenaga manusia. Hal ini berdampak besar terhadap produktivitas, tetapi dapat mengakibatkan pengangguran. Cara kedua dapat memperbaiki penerapan tenaga kerja yang paling cocok. Cara ketiga adalah dengan menhilangkan praktek – praktek yang tidak produktif untuk mengurangi pemborosan. Sedangkan cara ke-empat adalah dengan jalan menyempurnakan manajemen personaliamelaui pemamfaatan sumber daya manusiayang lebih efektif.
Peningkatan produktivitas hendaknya memperhatikan hal – hal sebagai berikut :
a. Mengembangkan ukuran – ukuran produktivitas yang dalam konteks ukuran – ukuran yang telah ditetapkan, tujuan ini hendaknya realistis dan mempunyai batas waktu.
b. Menetapkan tujuan produktivitas dalam konteks ukuran – ukuran yang telah ditetapkan. Tujuan ini hendaknya relistis dan mempunyai batas waktu.
c. Mengembangkan rencana – rencana untuk mencapai tujuan.
d. Mengimplementasikan rencana.

0 comments:

Post a Comment