CONTOH:
PT. Elona Sari, Memproduksi satu
macam produk melalui dua departemen produksi:
Departemen A dab B, biaya taksiran tiap kilogram
produk tersebut di sajikan dalam gambar
di bawah ini:
|
Unsur
Harga Pokok
|
Departemen A
|
Departemen B
|
Jumlah tiap unsur biaya produksi
|
|
Biaya bahan baku
5
Kg @ Rp. 60
Biaya tenaga kerja
3,5
jam @ Rp 27
3,0
jam @ Rp 50
Biaya overhead pabrik
3,5 jam @ Rp 80
50% dari biaya
tenaga kerja
Jumlah biaya taksiran per Kg produk
|
Rp. 300.00
94,50
Rp. 674,50
|
Rp 150,00
Rp. 225,00
|
Rp. 300.00
244,50
Rp. 899,50
|
Data biaya selama kuartal
pertahun 19X7 adalah sebagai berukut:
a. biaya
tenaga kerja sesungguhny departemen A sebesar Rp. 287.330 dengan jam tenaga
kerja sesungguhnya sebanyak 31. 415 jam, sedangkan biaya tenaga kerja
sesungguhnya departemen B sebesar Rp. 455.000.
b. biaya
overhead pabrik dibebankan kepada produk atas dasar tariff yang ditentukan sebagaiberikut:
Departemen A: Rp. 27 per jam tenaga
kerja
Departemen B: Rp. 50% biaya tenaga kerja
Biaya overhead
pabrik yang sesungguhnya terjadi dalam kuartal
pertama sebesar Rp.845.000 (departemen A) dan Rp. 225.000 (departemen B)
c. pencatatan
biaya bahan baku memakai metode mutasi persediaan. Biaya bahan baku sesungguhnya sebesar Rp. 925.000
d. jumlah
produk yang terjual sebanyak 2.700 Kg dengan harga Rp. 1.000 per Kg
data produksi
selama kuartal per tahun 19X7 sebagai
berikut:
Data Produksi Departemen
A Departemen B
a. persediaan
produk dalam proses awal peeriode,
dengan tingkat penyelesaian: biaya
bahan baku 100%, biaya konversi 60%, baikuntuk
departemen A maupun B 100
Kg 200 Kg
b. jumlah
produk yang dimasukan dalam proses 3.100
c. jumlah
produk yang di terima dari departemen A - 3.000
d. produk
selesai yang diteransfer dari departemen
3.000 -
e. produk
selesai yang ditranfer ke gudang - 3.100
f.
persediaan produk dalam proses, pada akhir perode
dengan tingkat penyelesaian: biaya bahan
baku 100%, biaya konversi 40 %,






0 comments:
Post a Comment