Wednesday, 20 July 2016

TEORI AKUNTANSI : BAB 7 LAPORAN KEUANGAN



BAB 7
LAPORAN KEUANGAN

1.      PENGANTAR
Laporan keuangan adalah merupakan output dari hasil akhir dari proses akuntansi yang dipake sebagai informasi, sebagai laporan pertanggungjawaban, dan untuk menggambarkan indikatur  kesuksesan suatu perusahaan mencapai tujuannya.

2.      JENIS LAPORAN KEUANGAN
Laporan keuangan menurut PAI ada tiga :

1.      Daftar neraca yang meggambarkan posidi keuangan perusahaan pada suatu tanggal tertentu.
 Neraca juga disebut laporan kondisi keuangan yang harus selalu seimbang total aktiva yang diinventasikan perusahaan pada suatu waktu, menurut defenisi, tepat sama dengan kewajiban dan equitas pemilik yang mendukung aktiva tersebut.
   
Dalam neraca 3 kategori utama aktiva, atau penggunaan dana adalah:
1.      Aktiva lancer ( yaitu pos-pos yang berputar didalam kegiatan normal usaha untuk periode waktu yang relatif singkat seperti kas, surat berharga, piutang usaha, dan persediaan).
2.      Aktiva tetap ( seperti tanah, sumber daya mineral, bangunan, peralatan, mesin, dan kendaraan), semuanya digunakan dalam jangka panjang.
3.      Aktiva lain-lain, seperti deposit, paten, dan berbagai aktiva tak berwujud, seperti goodwill yang timbul dari akuisisi.
          
Dalam neraca sumber dana utama adalah :
1.      Kewajiban lancar, yaitu kewajiban kepada pemasok, instansi pajak, pekerja, dan pemberi pinjaman untuk hutang yang jatuh tempo dalam satu tahun.
2.      Kewajiban jangka panjang, yaitu berbagai instruman hutang yang harus dibayar setelah satu tahun, seperti hipotik dan obligasi.
3.      Ekuitas pemilik, yang menyajikan dana yang dikontribusikan oleh berbagai golongan pemilik perusahaan dan juga akumulasi laba ditahan dalam perusahaan.

PENYAJIAN DAN BENTUK NERACA
Neraca biasanya disajikan berdasarkan likuiditas perkiraannya. Biasanya perkiraan yang paling lancar dan paling dekat  dengan konversi ke kas dicatat paling atas. Kewajiban yang paling cepat harus dibayar, harus dicantumkan paling atas dalam kelompoknya. Modal yang harus ditunaikan terlebih dahulu harus ditempatkan diatas.

            BENTUK PENYAJIAN
Dalam menyajikan neraca dapat dibagi dalam tiga bentuk :
a.      Bentuk neraca staffel atau report storm
Neraca ini dilaporkan satu halaman vertical. Di sebelah atas dicantumkan total aktiva dan dibawahnya disajaikan pos kewajiban dan pos modal.
Contoh :
Bentuk neraca staffel atau report form

SALON RATNA
NERACA
Periode 31 juli 2005
 

AKTIVA

AKTIVA LANCAR
-Kas                                                                                                                 Rp  585.000,-
-Piutang usaha                                                                                                Rp    25.000,-
-Perlengkapan                                                                                                 Rp  500.000,-
-Jumlah aktiva lancar                                                                                     Rp 1.110.000,-
AKTIVA TETAP
-Gedung                                                                    Rp 20.000.000,-
-Peralatan                                         Rp 7.000.000,-
-Akumulasi penyusutan peralatan (Rp     140.000’-)
          Rp  6.860.000,-
Jumlah aktiva tetap                                                                                              Rp.26.860.000,-TOTAL AKTIVA                                                                                                           Rp 27.970.000,-

PASSIVA
UTANG LANCAR
-Utang usaha                                                                                                   Rp  2.000.000,-

MODAL USAHA
Modal Ny.Ratna                                                                                               Rp 25.970.000,-
TOTAL PASSIVA                                                                                                Rp.27.970.000,-



b.      Bentuk kedua neraca skontro atau Account Form
Di sini aktiva disajikan disebelah kiri (di Inggris di kanan) dan kewajiban dan modal ditempatkan disebelah kanan sehingga penyajiannya sebelah menyebelah.





Contoh :

SALON RATNA
NERACA
Periode 31 juli 2005
AKTIVA                                                                                       PASSIVA
AKTIVA LANCAR                                                             UTANG LANCAR
-Kas                                                     Rp  585.000,-      -Utang usaha                      Rp 2.000.000,-
-Piutang usaha                                    Rp    25.000,-
-Perlengkapan                                    Rp  500.000,-
Jumlah aktiva lancar                           Rp.1.110.000,-   

AKTIVA TETAP                                                                 MODAL USAHA
-Gedung                      Rp 20.000.000,-                           - Modal Ny. Ratna              Rp 25.970.000,-
-Peralatan                   Rp   7.000.000,-
-Akum.peny.peralatan (Rp    140.000,-)                                            
Jumlah aktiva tetap                            Rp 26.860.000,-                      
TOTAL AKTIVA                                     Rp 27.970.000,-   TOTAL PASSIVA                 Rp 27.970.000,-





c.       Bentuk yang menyajikan posisi keuangan (Financial position form)


                    
2.      Perhitungan Laba Rugi yang menggambarkan jumlah hasil, biaya dan Laba/Rugi perusahaan pada periode tertentu.
            Laba atau rugi yang dihitung dalam laporan akan meningkatkan atau menurunkan ekuitas pemilik pada neraca. Jadi laporan laba rugi adalah tambahan yang penting bagi neraca dalam menjelaskan komponen utama yang mengubah modal pemilik dan juga menyediakan informasi penting penilaian kinerja.
             Laporan laba rugi memuat pendapatan untuk periode tertentu serta biaya dan beban yang diperlukan. Laporan ini menyajikan upaya terbaik akuntan perusahaan untuk menandingkan pos pendapatan yang relevan dengan pos beban (expense).

3.      Laporan dan penggunaan dana
              Di sini dimuat sumber dan pengeluaran perusahaan selama satu periode. Para ahli menjelaskan bahwa Neraca adalah laporan yang menggambarkan keadaan masa kini, Laba Rugi menggambarkan keadaan masa lalu dan Laporan Perubahan Dana menggambarkan keadaan masa yang akan datang.

             Yang sering menjadi masalah dalam laporan ini adalah mengenai pengertian dana.
              Dana dapat diartikan macam-macam :
1.      Dana adalah Kas
2.      Dana adalah Aktiva Cepat (Quick Assets)
3.      Dana adalah Monetery Assets 
4.      Dana adalah Aktiva Lancar
5.      Dana adalah Modal Kerja (Aktiva Lancar dikurangi Utang Lancar)
6.      Dana diartikan sebagai keseluruhan
       Orang sering memberikan jenis laporan keuangan lain seperti :
1.      Daftar laba ditahan (Retairned Earning Statement)
2.      Daftar Perubahan Modal (Capital Statement)
3.      Daftar perhitungan Perhitungan Harga Pokok (Cost of Good Manufactured  Statement)



3. ISI DAN  ELEMEN LAPORAN KEUANGAN
              Ada  tiga hal penting yang harus diingat dalam mempertimbangkan apakah suatu transaksi   dapat dianggap sebagai elemen laporan keuangan atau tidak :
1.      Konsep income dalam istilah tadi harus dianggap lebih luas daripada istilah income menurut akuntansi secara tradisional’
2.      Pengertian asset, liabilities, equity, menyangkut pada jumlah sumber kekayaan , klaim terhadap sumber- sumber tadi pada suatu waktu tertentu ( per tanggal tertentu ) sedangkan pengertian revenues , expense, gain, dan losses menyangkut pengaruh transaksi , kejadian selama priode tertentu ( dari satu tanggal ke tanggal yang lain )
3.      Nilai asset , liabilities, equity dianggap berubah akibat pengaruh revenue, expense, gains, loses. Dengan demikian laporan keuangan dianggap memiliki kaitan antara satu dengan yang lain.

Menurut statement orang financial accounting concepts (SFAC) no. 6 elemen akuntansi
Dalah assets, liabilities, owners, equity, revenues, gains, expenses, dan loses.
a.      Asset ( harta, aktiva)
FASB (1985) memberikan definisi sebagai berikut:
  Asset adalah kemungkinan keuntungan ekonomi yang diperoleh atau dikuasai di masa yang akan datang oleh lembaga yang tertentu sebagai akibat transaksi atau kejadian yang sudah berlalu”.

Pengakuan dan penilaian Aktiva dan Kewajiban
      Prinsip yang berlaku dalam pengakuan dan penilaian aktiva dan kewajiban sesuai yang digariskan APB adalah sebagai berikut:
“ pencatatan aktiva diadasarkan pada kejadian kapan perusahaan mendapatkan kekayaan atau aktiva itudari pihak lain sedangkan kewajiban kapan kewajiban muncul kepada pihak lain. Penilain keduanya didasarkan pada nilai tukar, nilai pengorbanan ( exchange atau market price) pada saat pengalihan terjadi. Nilai itu di sebut acquisition cost.

      Nilai yang sering dipakai dalam penilaian aktiva adalah:
1.      Book value adalah harga buku yang diperoleh dari nilai perolehan historis dikurangi akumulasi penyusutan yang telah dibebankan kepada pendapatan.
2.      Replacement cost adalah nilai barang dimaksud jika dig anti dengan barang lain yang sama.
3.      Selling price adalah harga penjualan.
4.      Net realizable value, harga jual dikurangi biaya penjualannya.
b.      Kewajiban / Utang ( liabilities)
Definisi kewajiban menurut FASB adalah sebagai berikut:
“ … kemungkinan pengorbanan kekayaan ekonomis dimasa yang akan datang yang timbul akibat kewajiban perusahaan sekarang untuk memberikan harta atau memberikan jasa kepada pihak lain dimasa yang akan datang sebagai akibat suatu transaksi atau kejadian yang sudah terjadi”.

            Pengakuan dan Penilaian kewajiban
                        Menurut APB Statement nomor 4 serta SFAC No 5 kewajiban dinilai sebesar kejadian dalam transaksi, biasanya jumlah yang akan dibayar dimasa yang akan datang biasanya didiskontokan (dinilai berdasarkan present value untuk jangka panjang), sejumlah nilai pertukaran, sejumlah nilai nominal.

c.       Modal Pemilik (Owner’s Equity)
Equity adalah “ suatu hak yang tersisah atas aktiva suatu lembaga ( entity ) setelah dikurangi kewajibannya “. Dalam perusahaan equity adalah modal pemilik ( propriety theory ).
Dalam perusahaan perseorangan nilai modal ini merupakan modal pemiliknya sendiri. Sedangkan dalam perusahaan perseorangan perlu dibedakan antara modal setor dengan modal karena pendapatan ( retained earnings ). Modal setor dibagi dalam : modal statuter (leagal capital) dan modal lainnya. Modal statute adalah jumlah batas kewajiban pemilik. Modal lainnya seperti agio saham, modal donasi, modal dari pengeluaran kembali treasury stock, stock option, dan sebagainya.
Laba ditahan terdiri dari laba tahunan, penyesuaian atau koreksi tahun sebelumnya dan besaran dividen.

              Pengakuan dan Penilaian Modal
                        Penilaian terhadap transaksi modal ini sama dengan penilaian pada harta dan kewajiban yaitu berdasarkan harga pasar pada saat terjadinya transaksi.

d.      Hasil ( revenue)
Revenue menurut devinisi FASB adalah :
            revenue sebagai arus masuk atau peningkatan nilai asset dari suatu entity atau penyelesaian kewajiban dari entity atau gabungan keduanya selama priode tertentu yang berasal dari penyerahan / produksi barang, pemberian jasa atas pelaksana kegiatan lainnya merupakan kegiatan utama perusahaan yang sedang berjalan “.

Pengakuan Penghasilan
     kapan revenue dianggap sebagai penghasilan. Secara teoritis pertanyaan ini dapat dianggap sebagai berikut:
“ Suatu penghasilan akan diakui sebagai penghasilan pada priode kapan kegiatan utama yang perlu untuk menciptakan dan menjual barang dan jasa itu telah selesai”.
Dalam hal waktu yang dimaksud disini ada empat alternatif :
1.      Selama produksi
2.      Pada saat proses produksi selesai
3.      Pada saat penjualan
4.      Pada saat penagihan kas


e.      Biaya ( expense )
Biaya menurut Committe on terminology adalah : “ Semua biaya yang telah dikenakan dan dapat dikurangkan pada penghasilan “.
Biaya biasanya dibagi dalam tiga golongan :
1.      Biaya yang dihubungkan dengan penghasilan pada priode itu.
2.      Biaya yang dihubungkan dengan priode tertentu yang tidak dikaitkan dengan penghasilan.
3.      Biaya yang karena alasan praktis tidak dapat dikaitkan dengan priode manapun.


f.        Gains ( Laba/Keuntungan dari transaksi tertentu yang sifatnya Insidentil )
Gains adalah naiknya nilai equity dari transaksi yang sifatnya insidentil dan bukan kegiatan utama entity dan dari transaksi / kejadian lainnya yang mempengaruhi entity selama satu priode tertentu kecuali yang berasal dari hasil atau investasi dari pemilik.


g.      Loses ( Rugi dari transaksi tertentu yang sifatnya insidentil )
Loses adalah turunya nilai equity dari transaksi yang sifatnya insidentil dan bukan kegiatan utama entity dan dari seluruh transaksi kejadian lainnya yang mempengaruhi entity selama priode tertentu kecuali yang berasal dari biaya atau pemberian kepada pemilik ( prive).



4. INCOME SMOOTHING
       Income smoothing adalah upaya menstabilkan laba. Income smoothig biasanya dilakukan dengan berbagai cara :
1.      Mengatur kejadian transaksi .
2.      Memilih prinsip atau metode alokasi.
3.      Mengatur penggolongan antara laba opersi normal dan laba yang bukan dari operasi normal.


5. KETERBATASAN LAPORAN KEUANGAN
            Menurut PAI sifat dan keterbatasan laporan keuangan adalah :
1.      Laporan keuangan bersifat historis, yaitu merupakan laporan atas kejadian yang telah lewat. Karenanya , laporan keuangan tidak dapat dianggap sebagai satu-satunya sumber informasi dalam proses pengambilan keputusan ekonomi.
2.      Laporan Keuangan bersifat umum dan bukan dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan pihak tertentu.
3.      Proses penyusunan laporan keuangan tidak luput dari penggunaan taksiran dan berbagai pertimbangan.
4.      Akuntansi hanya melaporkan informasi yang material. Demikian pula , penerapan prinsip akuntansi terhadap suatu fakta atau pos tertentu mungkin tidak dilaksanakan jika hal ini tidak menimbulkan pengaruh yang material terhadap kelayakan laporan keuangan.
5.      Laporan keuangan bersifat konserfatif dalam menghadapi ketidakpastian; bila terdapat beberapa kemungkinan kesimpulan yang tidak pasti mengenai penilaian suatu pos, maka lazimnya dipilih alternative yang menghasilkan laba bersih atau nilai aktiva yang paling kecil.
6.      Laporan keuangan lebih menekankan pada makna ekonomis suatu peristiwa/transaksi dari pada bentuk hukumnya (formalitas). ( substance over form ).
7.      Laporan Keuangan disusun dengan menggunakan istilah-istilah teknis, dan pemakai laporan diasumsikan memahami bahasa teknis akuntansi dan sifat dari informasi yang dilaporkan.
8.      Adanya berbagai alternatif metode akuntansi yang dapat digunakan menimbulkan variasi dalam pengukuran sumber-sumber ekonomis dan tingkat kesuksesan antar perusahaan.
9.      Informasi yang bersifat kualitatif dan fakta yang tidak dapat dikuantifikasikan umumnya diabaikan.




0 comments:

Post a Comment