BAB 7
LAPORAN KEUANGAN
1.
PENGANTAR
Laporan
keuangan adalah merupakan output dari hasil akhir dari proses akuntansi yang
dipake sebagai informasi, sebagai laporan pertanggungjawaban, dan untuk
menggambarkan indikatur kesuksesan suatu
perusahaan mencapai tujuannya.
2. JENIS LAPORAN KEUANGAN
Laporan
keuangan menurut PAI ada tiga :
1. Daftar
neraca yang meggambarkan posidi keuangan perusahaan pada suatu tanggal
tertentu.
Neraca juga disebut laporan kondisi keuangan
yang harus selalu seimbang total aktiva yang diinventasikan perusahaan pada
suatu waktu, menurut defenisi, tepat sama dengan kewajiban dan equitas pemilik yang
mendukung aktiva tersebut.
Dalam neraca 3 kategori
utama aktiva, atau penggunaan dana adalah:
1. Aktiva
lancer ( yaitu pos-pos yang berputar didalam kegiatan normal usaha untuk
periode waktu yang relatif singkat seperti kas, surat berharga, piutang usaha,
dan persediaan).
2. Aktiva
tetap ( seperti tanah, sumber daya mineral, bangunan, peralatan, mesin, dan
kendaraan), semuanya digunakan dalam jangka panjang.
3. Aktiva
lain-lain, seperti deposit, paten, dan berbagai aktiva tak berwujud, seperti
goodwill yang timbul dari akuisisi.
Dalam
neraca sumber dana utama adalah :
1. Kewajiban
lancar, yaitu kewajiban kepada pemasok, instansi pajak, pekerja, dan pemberi
pinjaman untuk hutang yang jatuh tempo dalam satu tahun.
2. Kewajiban
jangka panjang, yaitu berbagai instruman hutang yang harus dibayar setelah satu
tahun, seperti hipotik dan obligasi.
3. Ekuitas
pemilik, yang menyajikan dana yang dikontribusikan oleh berbagai golongan
pemilik perusahaan dan juga akumulasi laba ditahan dalam perusahaan.
PENYAJIAN
DAN BENTUK NERACA
Neraca biasanya
disajikan berdasarkan likuiditas perkiraannya. Biasanya perkiraan yang paling
lancar dan paling dekat dengan konversi
ke kas dicatat paling atas. Kewajiban yang paling cepat harus dibayar, harus dicantumkan
paling atas dalam kelompoknya. Modal yang harus ditunaikan terlebih dahulu
harus ditempatkan diatas.
BENTUK PENYAJIAN
Dalam menyajikan neraca
dapat dibagi dalam tiga bentuk :
a. Bentuk neraca staffel atau report storm
Neraca ini
dilaporkan satu halaman vertical. Di sebelah atas dicantumkan total aktiva dan
dibawahnya disajaikan pos kewajiban dan pos modal.
Contoh :
Bentuk
neraca staffel atau report form
SALON RATNA
NERACA
Periode 31 juli 2005
AKTIVA
AKTIVA
LANCAR
-Kas Rp 585.000,-
-Piutang
usaha Rp 25.000,-
-Jumlah
aktiva lancar Rp 1.110.000,-
AKTIVA TETAP
-Gedung Rp 20.000.000,-
-Peralatan Rp 7.000.000,-
Rp 6.860.000,-
PASSIVA
UTANG LANCAR
-Utang usaha Rp
2.000.000,-
MODAL USAHA
b. Bentuk kedua neraca skontro atau Account Form
Di sini
aktiva disajikan disebelah kiri (di Inggris di kanan) dan kewajiban dan modal
ditempatkan disebelah kanan sehingga penyajiannya sebelah menyebelah.
Contoh :
SALON RATNA
NERACA
AKTIVA PASSIVA
AKTIVA
LANCAR UTANG LANCAR
-Kas Rp 585.000,-
-Utang usaha Rp 2.000.000,-
-Piutang
usaha Rp 25.000,-
Jumlah
aktiva lancar Rp.1.110.000,-
AKTIVA TETAP MODAL USAHA
-Gedung Rp 20.000.000,- - Modal Ny. Ratna Rp 25.970.000,-
-Peralatan Rp
7.000.000,-
c. Bentuk yang menyajikan posisi
keuangan (Financial position form)
2. Perhitungan Laba Rugi yang
menggambarkan jumlah hasil, biaya dan Laba/Rugi perusahaan pada periode
tertentu.
Laba atau rugi yang dihitung dalam
laporan akan meningkatkan atau menurunkan ekuitas pemilik pada neraca. Jadi
laporan laba rugi adalah tambahan yang penting bagi neraca dalam menjelaskan
komponen utama yang mengubah modal pemilik dan juga menyediakan informasi
penting penilaian kinerja.
Laporan laba rugi memuat
pendapatan untuk periode tertentu serta biaya dan beban yang diperlukan.
Laporan ini menyajikan upaya terbaik akuntan perusahaan untuk menandingkan pos
pendapatan yang relevan dengan pos beban (expense).
3. Laporan dan penggunaan dana
Di sini dimuat sumber dan
pengeluaran perusahaan selama satu periode. Para ahli menjelaskan bahwa Neraca
adalah laporan yang menggambarkan keadaan masa kini, Laba Rugi menggambarkan
keadaan masa lalu dan Laporan Perubahan Dana menggambarkan keadaan masa yang
akan datang.
Yang sering menjadi masalah dalam laporan ini adalah mengenai pengertian
dana.
Dana dapat diartikan macam-macam :
1. Dana adalah Kas
2. Dana adalah Aktiva Cepat (Quick
Assets)
3. Dana adalah Monetery Assets
4. Dana adalah Aktiva Lancar
5. Dana adalah Modal Kerja (Aktiva
Lancar dikurangi Utang Lancar)
6. Dana diartikan sebagai keseluruhan
Orang sering memberikan jenis laporan keuangan lain seperti :
1. Daftar laba ditahan (Retairned
Earning Statement)
2. Daftar Perubahan Modal (Capital
Statement)
3. Daftar perhitungan Perhitungan Harga
Pokok (Cost of Good Manufactured
Statement)
3. ISI DAN ELEMEN LAPORAN KEUANGAN
Ada
tiga hal penting yang harus diingat dalam mempertimbangkan apakah suatu transaksi dapat dianggap sebagai elemen laporan
keuangan atau tidak :
1.
Konsep
income dalam istilah tadi harus dianggap lebih luas daripada istilah income
menurut akuntansi secara tradisional’
2.
Pengertian
asset, liabilities, equity, menyangkut pada jumlah sumber kekayaan , klaim
terhadap sumber- sumber tadi pada suatu waktu tertentu ( per tanggal tertentu )
sedangkan pengertian revenues , expense, gain, dan losses menyangkut pengaruh
transaksi , kejadian selama priode tertentu ( dari satu tanggal ke tanggal yang
lain )
3.
Nilai
asset , liabilities, equity dianggap berubah akibat pengaruh revenue, expense,
gains, loses. Dengan demikian laporan keuangan dianggap memiliki kaitan antara
satu dengan yang lain.
Menurut statement orang financial accounting concepts (SFAC)
no. 6 elemen akuntansi
Dalah assets,
liabilities, owners, equity, revenues, gains, expenses, dan loses.
a. Asset ( harta, aktiva)
FASB (1985) memberikan definisi sebagai berikut:
“
Asset adalah kemungkinan keuntungan ekonomi yang diperoleh atau dikuasai
di masa yang akan datang oleh lembaga yang tertentu sebagai akibat transaksi
atau kejadian yang sudah berlalu”.
Pengakuan dan penilaian Aktiva dan
Kewajiban
Prinsip yang berlaku dalam pengakuan dan
penilaian aktiva dan kewajiban sesuai yang digariskan APB adalah sebagai
berikut:
“
pencatatan aktiva diadasarkan pada kejadian kapan perusahaan mendapatkan
kekayaan atau aktiva itudari pihak lain sedangkan kewajiban kapan kewajiban
muncul kepada pihak lain. Penilain keduanya didasarkan pada nilai tukar, nilai
pengorbanan ( exchange atau market price)
pada saat pengalihan terjadi. Nilai itu di sebut acquisition cost.
Nilai yang sering dipakai dalam penilaian
aktiva adalah:
1. Book value
adalah harga buku yang diperoleh dari nilai perolehan historis dikurangi
akumulasi penyusutan yang telah dibebankan kepada pendapatan.
2. Replacement cost adalah nilai barang dimaksud jika dig anti dengan barang lain yang sama.
3. Selling price
adalah harga penjualan.
4. Net realizable value, harga jual dikurangi biaya penjualannya.
b. Kewajiban / Utang ( liabilities)
Definisi
kewajiban menurut FASB adalah sebagai berikut:
“ … kemungkinan pengorbanan kekayaan ekonomis
dimasa yang akan datang yang timbul akibat kewajiban perusahaan sekarang untuk
memberikan harta atau memberikan jasa kepada pihak lain dimasa yang akan datang
sebagai akibat suatu transaksi atau kejadian yang sudah terjadi”.
Pengakuan dan Penilaian kewajiban
Menurut
APB Statement nomor 4 serta SFAC No 5 kewajiban dinilai sebesar kejadian dalam
transaksi, biasanya jumlah yang akan dibayar dimasa yang akan datang biasanya
didiskontokan (dinilai berdasarkan present value untuk jangka panjang),
sejumlah nilai pertukaran, sejumlah nilai nominal.
c. Modal Pemilik (Owner’s Equity)
Equity adalah “ suatu hak yang tersisah atas aktiva suatu
lembaga ( entity ) setelah dikurangi kewajibannya “. Dalam perusahaan equity
adalah modal pemilik ( propriety theory ).
Dalam perusahaan perseorangan nilai modal ini merupakan modal
pemiliknya sendiri. Sedangkan dalam perusahaan perseorangan perlu dibedakan
antara modal setor dengan modal karena pendapatan ( retained earnings ). Modal
setor dibagi dalam : modal statuter (leagal capital) dan modal lainnya. Modal
statute adalah jumlah batas kewajiban pemilik. Modal lainnya seperti agio
saham, modal donasi, modal dari pengeluaran kembali treasury stock, stock
option, dan sebagainya.
Laba ditahan terdiri dari laba tahunan, penyesuaian atau
koreksi tahun sebelumnya dan besaran dividen.
Pengakuan dan Penilaian Modal
Penilaian terhadap transaksi modal
ini sama dengan penilaian pada harta dan kewajiban yaitu berdasarkan harga
pasar pada saat terjadinya transaksi.
d. Hasil ( revenue)
Revenue
menurut devinisi FASB adalah :
“
revenue sebagai arus masuk atau peningkatan nilai asset dari suatu entity atau
penyelesaian kewajiban dari entity atau gabungan keduanya selama priode
tertentu yang berasal dari penyerahan / produksi barang, pemberian jasa atas
pelaksana kegiatan lainnya merupakan kegiatan utama perusahaan yang sedang
berjalan “.
Pengakuan Penghasilan
kapan revenue dianggap sebagai
penghasilan. Secara teoritis pertanyaan ini dapat dianggap sebagai berikut:
“ Suatu penghasilan akan diakui sebagai penghasilan pada priode kapan
kegiatan utama yang perlu untuk menciptakan dan menjual barang dan jasa itu
telah selesai”.
Dalam hal waktu yang dimaksud disini
ada empat alternatif :
1. Selama produksi
2. Pada saat proses produksi selesai
3. Pada saat penjualan
4. Pada saat penagihan kas
e. Biaya ( expense )
Biaya menurut Committe on terminology adalah : “ Semua biaya yang telah dikenakan dan dapat
dikurangkan pada penghasilan “.
Biaya biasanya dibagi dalam tiga golongan :
1. Biaya yang dihubungkan dengan
penghasilan pada priode itu.
2. Biaya yang dihubungkan dengan priode
tertentu yang tidak dikaitkan dengan penghasilan.
3. Biaya yang karena alasan praktis
tidak dapat dikaitkan dengan priode manapun.
f.
Gains
( Laba/Keuntungan dari transaksi tertentu yang sifatnya Insidentil )
Gains adalah naiknya nilai equity dari transaksi yang
sifatnya insidentil dan bukan kegiatan utama entity dan dari transaksi /
kejadian lainnya yang mempengaruhi entity selama satu priode tertentu kecuali
yang berasal dari hasil atau investasi dari pemilik.
g. Loses ( Rugi dari transaksi tertentu
yang sifatnya insidentil )
Loses adalah turunya nilai equity dari transaksi yang
sifatnya insidentil dan bukan kegiatan utama entity dan dari seluruh transaksi
kejadian lainnya yang mempengaruhi entity selama priode tertentu kecuali yang
berasal dari biaya atau pemberian kepada pemilik ( prive).
4. INCOME SMOOTHING
Income smoothing adalah upaya
menstabilkan laba. Income smoothig biasanya dilakukan dengan berbagai cara :
1. Mengatur kejadian transaksi .
2.
Memilih
prinsip atau metode alokasi.
3. Mengatur penggolongan antara laba
opersi normal dan laba yang bukan dari operasi normal.
5. KETERBATASAN LAPORAN KEUANGAN
Menurut PAI sifat dan keterbatasan
laporan keuangan adalah :
1. Laporan keuangan bersifat historis,
yaitu merupakan laporan atas kejadian yang telah lewat. Karenanya , laporan
keuangan tidak dapat dianggap sebagai satu-satunya sumber informasi dalam
proses pengambilan keputusan ekonomi.
2.
Laporan
Keuangan bersifat umum dan bukan dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan pihak
tertentu.
3.
Proses
penyusunan laporan keuangan tidak luput dari penggunaan taksiran dan berbagai
pertimbangan.
4.
Akuntansi
hanya melaporkan informasi yang material. Demikian pula , penerapan prinsip
akuntansi terhadap suatu fakta atau pos tertentu mungkin tidak dilaksanakan
jika hal ini tidak menimbulkan pengaruh yang material terhadap kelayakan
laporan keuangan.
5.
Laporan
keuangan bersifat konserfatif dalam menghadapi ketidakpastian; bila terdapat
beberapa kemungkinan kesimpulan yang tidak pasti mengenai penilaian suatu pos,
maka lazimnya dipilih alternative yang menghasilkan laba bersih atau nilai
aktiva yang paling kecil.
6.
Laporan
keuangan lebih menekankan pada makna ekonomis suatu peristiwa/transaksi dari
pada bentuk hukumnya (formalitas). ( substance
over form ).
7.
Laporan
Keuangan disusun dengan menggunakan istilah-istilah teknis, dan pemakai laporan
diasumsikan memahami bahasa teknis akuntansi dan sifat dari informasi yang
dilaporkan.
8.
Adanya
berbagai alternatif metode akuntansi yang dapat digunakan menimbulkan variasi
dalam pengukuran sumber-sumber ekonomis dan tingkat kesuksesan antar
perusahaan.
9.
Informasi
yang bersifat kualitatif dan fakta yang tidak dapat dikuantifikasikan umumnya
diabaikan.






0 comments:
Post a Comment